Ayo Berbagi motivasi dan semangat
Pusat Artikel Motivasi, Cerita Motivasi dan Kata Bijak
 
Home
Profile AW
Interaksi AW
Artikel AW
AW 4U
FREE Corner
AW Shop
Majalah LuarBiasa
 
Artikel Tetap
Penulis : Pitoyo Amrih ( Profil Penulis )
Rating Artikel :
Kamis, 04-Desember-2008

Setiap pagi, Senin sampai Jumat, saya selalu mengantar anak saya ke sekolah. Berangkat sekitar pukul setengah tujuh dari rumah. Tidak begitu jauh sih, .. hanya sekitar empat kilometer dari rumah, melewati sekitar tujuh perempatan, lima diantaranya perempatan kecil menuju jalan besar, tanpa traffic-light. Yang bisa anda bayangkan pada jam-jam segitu tentunya begitu sibuk intensitas lalu-lalang orang berkendara, terutama para pengantar sekolah, atau pun juga para anak sekolah itu sendiri, bersepeda, dan berkendara motor.

Bagi anda mungkin tidak ada yang begitu istimewa dengan ‘ritual’ yang saya lakukan di atas, tapi sungguh, tiap pagi saya disuguhi pemandangan yang bagi saya cukup mengharukan dan selalu membuat hati saya tersentuh.

Memang dari kacamata saya, lingkungan tempat saya tinggal masihlah bisa digolongkan sebagai lingkungan pinggiran kota yang tidak terlalu besar. Perbatasan selatan kota Solo, walaupun saya rasakan memiliki kadar kesibukan yang kurang lebih sama di jam-jam sibuk, tapi bila berkendara di sini, perasaan itu tidak begitu resah memburu, dibanding bila berkendara di kota besar seperti Semarang, Surabaya, Bandung, atau bahkan Jakarta.

Pada jam intensitas lalu lintas yang tinggi, bahkan jalan raya kota Solo pun seringkali macet, walaupun tidak sampai berjam-jam tentunya. Tapi suasana macet itu terasa ringan setiap kali saya coba pandangi sorot mata dan wajah para pelaku kemacetan itu. Beda sekali dengan misal ketika saya sesekali ke Semarang, Bandung, atau bahkan Jakarta. Wajah-wajah pelaku macet di jalan itu begitu tegang, memasang muka tajam, dahi berkerut, dan hampir tak pernah saya melihat mereka tersenyum.

Inilah yang menyebabkan saya tersentuh bila saya harus membandingkan suasana jam sibuk di tempat saya tinggal dengan situasi di kota-kota besar itu. Rasa itu berawal dari perasaan betapa bersyukurnya saya diberi anugrah untuk bisa berkarya di tempat yang lebih ‘ramah’, dan betapa bersyukurnya saya ketika melihat bahwa orang-orang disekitar saya masih bisa diberi anugrah untuk bisa menikmati kehidupan.

Saya bukannya menganggap bahwa kota-kota besar itu ‘tidak ramah’. Karena di pikiran saya justru para penghuni kota besar itu adalah para pejuang. Selain berjuang terhadap keadaan yang ada, juga berjuang terhadap perasaannya sendiri atas kondisi yang ada.

Sebuah hal yang cukup berat dibandingkan apa yang saya lihat setiap pagi itu. Bapak-bapak dan ibu polisi di setiap perempatan itu masih bisa tersenyum. Saya masih melihat setiap kali ada saja orang yang rela menghentikan motornya menepi, sekedar untuk turun dan membantu sekelompok anak-anak sekolah bersepeda, untuk menyeberang jalan besar. Saya masih melihat, orang-orang yang berkendara mobil, memilih berhenti untuk memberi jalan para pengendara motor, pengguna sepeda atau pejalan kaki. Saya masih selalu mengalami kejadian dimana para pengguna jalan di perempatan kecil justru saling berhenti dan memberi tanda untuk menawarkan jalan, sambil tersenyum.


Setiap pagi itu bukannya bebas dari pelanggaran lalu-lintas. Hampir setiap hari saya juga selalu melihat pelanggaran, entah itu tidak memakai helm, ngebut, kecelakaan kecil, tapi kejadian-kejadian itu seperti tidak mempengaruhi suasana ‘nyaman’ itu. Pernah saya lihat seorang bocah berseragam sekolah ngebut, menjelang perempatan, pak polisi yang mengamatinya, cukup memberi tanda, dan memasang badan di jalan. Si anak sekolah ini pun tunduk melambat dan berhenti tepat di sebelah pak polisi. Tak ada wajah intimidasi dari pak polisi, juga tak terlihat wajah ketakutan si anak sekolah. Pak polisi justru terlihat tersenyum dan berkata sesuatu, mungkin sekedar menasehati, sambil menepuk punggung si anak sekolah. Untuk kemudian mempersilakannya jalan kembali.

Saya yakin kita semua menginginkan situasi seperti itu. Mewujudkan dan memelihara keadaan seperti itu. Dan kondisi lalu-lintas di jalan hanyalah sebuah contoh sampai dimana kemampuan kita menghargai kehidupan. Itulah mengapa baik atau buruk sebuah kondisi pelaku berlalu-lintas selalu saja membuat saya tersentuh, karena kalau kita mau jujur, perilaku kita di jalan sebenarnya adalah cermin dari perilaku diri kita sebenarnya.


3 Desember 2008

Pitoyo Amrih
www.pitoyo.com
Bersama Memberdayakan Diri dan Keluarga

( View : 1955 | Refer : 3 | Print : 131 | Rate : 8.00 / 1 Votes )
Artikel Selanjutnya :
Kritik (Artikel Tetap) - Jumat, 05-Desember-2008
Stress Management (Artikel Tetap) - Sabtu, 06-Desember-2008
Kampung Suka Vs Kampung Duka (Artikel Tetap) - Senin, 08-Desember-2008
Brrrrrr... (Artikel Tetap) - Selasa, 09-Desember-2008
Apa Yang Akan Saya Pikirkan Hari Ini (Artikel Tetap) - Kamis, 11-Desember-2008
Artikel Sebelumnya :
How To Be A Good Sales For Yourself (Artikel Tetap) - Rabu, 03-Desember-2008
Penawaran Terbaik Hanya Untuk Anda (Artikel Tetap) - Selasa, 02-Desember-2008
Memandang Dari Lain Jurusan (Artikel Tetap) - Senin, 01-Desember-2008
Tranformasi Ke Alam Bawah Sadar (Artikel Tetap) - Minggu, 30-November-2008
Batman & Superman (Artikel Tetap) - Jumat, 28-November-2008
Menu Artikel
»   Kumpulan Catatan Andrie Wongso
»   Kumpulan AW Artikel
»   Kumpulan Artikel Tetap
»   Kumpulan Artikel Anda
»   Kumpulan Ada Ada Saja
»   Kumpulan AW Corner
»   Kumpulan AW Inspirational Video
»   Kumpulan AW Jokes
»   Kumpulan Campus Corner
»   Kumpulan English Corner
»   Kumpulan Entrepreneur Corner
»   Kumpulan Family Corner
»   Kumpulan Health Corner
»   Kumpulan Info Terkini
»   Kumpulan Peristiwa Luar Biasa
»   Kumpulan Resensi Buku
»   Kumpulan Serba Serbi
»   Kumpulan Serba Serbi Olimpiade
»   Kumpulan Smartorial
»   Kumpulan SMS
»   Kumpulan Sports Corner
»   Kumpulan Success Story
»   Kumpulan Tahukah Anda
Mau Berbagi ?
Sahabat-sahabat yang LUAR BIASA... Cerita, Motivasi, Semangat ada tidak hanya untuk diri sendiri, tapi alangkah baiknya kita berbagi bersama.
Untuk itu mari kita bersama-sama saling berbagi cerita-cerita motivasi dengan menekan MAU BERBAGI? dipojok kanan atas atau klik Kirim Artikel
Produk Motivasi

Gantungan Kunci (Sukses Is My Right)

...
Powered by:
Copyright © 2006-2010 Andriewongso.com Action & Wisdom Motivation Training. All Rights Reserved
Motivation Motivator Motivational Bijaksana Kata Motivasi Motivasi Motivate Kata-kata Motivasi Kata Mutiara Kata Bijak Persahabatan Semangat