Home
Profile AW
Interaksi AW
Artikel AW
AW 4U
FREE Corner
AW Shop
Majalah LuarBiasa
 

Kreatif. Energik. Dinamis

Hidup ini adalah sebuah karunia yang perlu kita sambutdengan kreativitas tinggi, energi yang besar, dan sikap penuh dinamis setiapwaktu. Di bidang apa pun, yang menjadi pemenang adalah mereka yang kreatif,penuh energi, dan dinamis.

Karena itulah, kami menetapkan “Kreatif, Energik, danDinamis” sebagai slogan ANDRIEWONGSO.COM

Kreatif. Ia adalahsumber inovasi. Yaitu sesuatu yang baru, bermanfaat, dan dapat diaplikasikan.

Energik. Sesuaihukum alam, hidup itu berarti bergerak, aktif, positif, segar. Kita harusmengkondisikan diri kita untuk selalu bersemangat dalam menjalani kehidupanini.

Dinamis. Perubahan adalah sesuatu yang pasti dalam hidup kita. Karena itu, kita harus selalu menyesuaikandiri mengikuti zaman dalam kondisi apa pun.

Dengan ”Kreatif,Energik, dan Dinamis”, kami akan selalu menyajikan sesuatu yang baru danbermanfaat sesuai dengan perkembangan zaman.

How To Be A Good Sales For Yourself

Penulis : Steven Agustinus
Rabu, 03 Desember 2008, Dibaca : 3510 kali | Dicetak : 313 kali | Cetak artikel ini
Bicara tentang menetapkan nilai jual diri kita, tentu saja hal pertama yang harus ditonjolkan adalah catatan prestasi kita, karena bagaimanapun juga prestasi akan berbicara lebih nyaring dari kata-kata.

Yang kedua, potensi yang kita miliki juga perlu dimunculkan ketika ‘menawarkan diri’ kepada suatu perusahaan.

Faktor ketiga yang tidak kalah penting adalah pengalaman; jika kita adalah seorang ‘pemain baru’, biasanya kita akan dianggap sebagai ‘anak bawang’, tapi jika kita sudah dikenal sebagai seorang ahli yang berpengalaman, otomatis nilai jual kita akan menjadi jauh lebih tinggi.

Hal yang keempat adalah ruang lingkup pengaruh kita; sudah berapa banyak orang atau institusi yang menerima hasil positif dari apa yang kita lakukan.

Kemudian, hal yang terakhir tentu saja performa kita. Bagaimanapun juga penampilan yang bagus akan sangat menunjang dalam dunia sales. Jika kita bertemu dengan sales yang menawarkan suatu produk namun berpenampilan acak-acakan, secara otomatis impresi pertama kita terhadap sales tersebut akan kurang baik.

Jadi, dari kelima hal di atas, saya bisa menyimpulkan bahwa untuk bisa menetapkan nilai jual diri, kita membutuhkan 5 P: Prestasi, Potensi, Pengalaman, Pengaruh, dan Performa.

Latar belakang pendidikan bukanlah sebuah jaminan dalam menentukan ‘nilai jual diri’; sarjana lulusan luar negeri tidak selalu memiliki kualitas yang lebih baik daripada sarjana lulusan universitas dalam negeri. Prestasi yang saya sebutkan di atas tidak hanya dilihat dari latar belakang pendidikan belaka, melainkan apa yang sudah kita hasilkan dari pekerjaan kita di waktu lampau. Seringkali saya mendapati cukup banyak orang yang bertitel bagus namun agak lambat menyesuaikan diri dalam dunia kerja, atau kesulitan untuk mengikuti ritme gerak dari perusahaan yang ada. Sebaliknya, tidak jarang mereka yang sudah cukup lama tidak duduk di bangku sekolah (bahkan hanya lulusan Sekolah Menengah) jauh lebih mudah untuk menyesuaikan diri di dunia kerja karena sudah cukup lama berkecimpung di dalamnya.

Upah dan jabatan akan ditentukan oleh kinerja yang kita tunjukkan saat bekerja. Meskipun di waktu lampau kita memiliki selling point yang bagus, jika kinerja yang kita tunjukkan di perusahaan tempat kita bekerja saat ini ternyata tidak seperti yang kita ‘promosikan’ ketika interview, secara otomatis perusahaan akan memberi teguran atau tekanan yang lebih besar kepada kita.

Karenanya, belajarlah untuk bertindak jujur dalam mempresentasikan selling point tersebut – tidak perlu dibesar-besarkan, dan jangan pula terlalu direndahkan. Pastikan kita terus belajar untuk mengembangkan kapasitas. Bersamaan dengan posisi dan upah yang kita terima,pasti ada tanggung jawab yang diberikan perusahaan kepada kita. Jika kita ‘membual’ tentang selling point yang kita miliki dengan hanya bermodalkan rasa percaya diri, hal itu akan menjadi bumerang bagi kita di kemudian hari.

Dampak selling point terhadap kinerja

Kinerja seseorang akan sangat dipengaruhi oleh potensi yang ia miliki, bukan oleh promosi secara verbal belaka. Saya menyarankan Anda untuk memunculkan selling point yang sesuai dengan apa yang memang Anda miliki. Jangan pernah melebih-lebihkan selling point Anda, karena sekali klien merasa kecewa, mereka akan memberikan rekomendasi yang negatif dan membuat citra profesional Anda menjadi buruk. Karena itu, pastikan Anda memiliki kapasitas yang terus berkembang dan munculkanlah selling point yang sesuai dengan kapasitas tersebut.

Percaya Diri VS Sombong

Orang yang sombong adalah orang yang sedang melebih-lebihkan dirinya dan menceritakan hal-hal yang sebetulnya tidak akurat. Dengan sendirinya, kapasitas yang ia miliki dengan apa yang ia ucapkan pastilah berbeda. Sebagai seorang HRD yang berhadapan dengan calon karyawan yang sedang mempromosikan diri, kita bisa mencoba menilai orang tersebut – apakah ia sedang menceritakan selling point apa adanya dengan percaya diri yang tinggi, atau ia sedang membual.

Aspek pertama yang dapat diperhatikan adalah nada suara – orang yang sedang membual biasanya akan memunculkan nada suara yang agak bergetar, karena takut ketahuan atau khawatir jika apa yang ia sampaikan justru membuka peluang bagi HRD untuk ‘menyerang’ – meskipun ada juga orang-orang yang sudah sangat terlatih untuk membual sehingga suaranya tidak dapat terdeteksi.

Aspek kedua adalah cara duduk, postur atau bahasa tubuhnya – orang yang sedang berbohong atau menutupi sesuatu biasanya akan menjadi gelisah. Kaki yang dirapatkan atau duduk sambil bersedekap biasanya menunjukkan bahwa orang yang bersangkutan sedang berusaha untuk melindungi diri dari sesuatu.

Mimik wajah dan sorot mata juga bisa memberikan tanda-tanda mengenai kejujuran seseorang. Jika orang yang kita wawancarai memberikan indikasi ketidakjujuran, ajukan pertanyaan-pertanyaan pancingan yang akan ‘memaksa’nya untuk menceritakan keadaan yang sebenarnya.

Jika calon karyawan yang akan direkrut memiliki selling point yang cukup baik dan menunjukkan rekomendasi yang bagus dari perusahaan-perusahaan tempat ia bekerja sebelumnya, tapi tidak pernah bekerja di satu tempat dalam waktu lama alias mudah berpindah tempat, sebagai HRD tidak ada salahnya kita mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang bisa ‘membongkar’ alasan yang menyebabkan ia keluar dari tempat kerjanya yang lama.

Jika faktor gaji menjadi penyebab utamanya, maka orang yang bersangkutan kurang prospektif untuk dipekerjakan sebagai karyawan, karena apabila ada perusahaan lain yang memberikan iming-iming gaji yang lebih besar, ia dapat dengan mudah meninggalkan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Hal ini tentu saja akan menggangu kinerja perusahaan dan mengakibatkan ketimpangan-ketimpangan tertentu. Jika ternyata alasannya karena lingkungan kerja yang kurang mendukung, coba korek lebih lanjut apa yang membuat ia berpendapat demikian.

Negosiasi Gaji

Ketika HRD menanyakan berapa besar gaji yang kita harapkan, kita bisa memberikan jawaban yang netral dengan mengajukan kembali kepada HRD, berapa jumlah yang (menurut perusahaan) pantas diberikan atas potensi, prestasi, dan pengalaman yang kita miliki. Jika angka yang disebutkan oleh pihak perusahaan dirasa kurang sesuai, tidak ada salahnya kita mengajukan penambahan. Selama kita belajar untuk menjadi terbuka dan komunikatif, saya percaya tidak akan ada masalah di antara kedua belah pihak.

Memunculkan selling point

Cara pertama untuk memunculkan selling point adalah, miliki rasa percaya diri yang tinggi. Yang kedua, pastikan kita mengenali potensi-potensi yang sudah kita miliki. Yang terakhir, jangan ragu untuk bercerita tentang prestasi dan pengalaman yang sudah kita raih.

Di dalam diri Anda terdapat banyak potensi; kenali potensi-potensi tersebut dan munculkanlah. Dengan terus memunculkan potensi yang Anda miliki, Anda akan dipandang sebagai aset bagi perusahaan. Dengan sendirinya, prestasi Anda akan terus bertambah dan promosi yang Anda harapkan akan datang dengan segera.

~ www.kesuksesan-sejati.blogspot.com ~


Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!


Baca juga artikel lainnya dari Steven Agustinus

Bekerja Dengan Cerdas
Kerja Keras Vs Kerja Cerdas - 2
Komunikasi Yang Sehat Antara Pemimpin Dan Karyawan
Work-life Balance
Menyiasati Dampak Dari Kenaikan Bbm Terhadap Keuangan Kita
Artikel Selanjutnya :
Cermin Perilaku Di Jalan, Cermin Perilaku Diri Kita (Artikel Tetap) - Kamis, 04 Desember 2008
Kritik (Artikel Tetap) - Jumat, 05 Desember 2008
Stress Management (Artikel Tetap) - Sabtu, 06 Desember 2008
Kampung Suka Vs Kampung Duka (Artikel Tetap) - Senin, 08 Desember 2008
Brrrrrr... (Artikel Tetap) - Selasa, 09 Desember 2008
Baca juga artikel sebelumnya :
Penawaran Terbaik Hanya Untuk Anda (Artikel Tetap) - Selasa, 02 Desember 2008
Memandang Dari Lain Jurusan (Artikel Tetap) - Senin, 01 Desember 2008
Tranformasi Ke Alam Bawah Sadar (Artikel Tetap) - Minggu, 30 November 2008
Batman & Superman (Artikel Tetap) - Jumat, 28 November 2008
Multikultural (Artikel Tetap) - Rabu, 26 November 2008

Bagaimana menurut kalian?


SHARE & BE HAPPY

FREE!!
Teman-teman yang LUAR BIASA, melalui program ini kami akan membagikan wisdom, inspirasi, dan motivasi secara rutin langsung ke E-mail Anda!

Ajak teman-teman dan keluarga ya :)

TAMAN MOTIVASI

Kesuksesan yang membawa kebahagiaan adalah hasil dari: - Kecintaan pada bidang yang ditekuni - Kemauan untuk menguasai bidang tersebut - Usaha yang keras, pintar, dan hati-hati - Konsistensi

Pengirim: Halim Tsiang

TESTIMONIAL

Subhanallah pertama kali saya baca buku pak AW sungguh sangat menginspirasi dan memotivasi saya untuk menjalani hidup dengan cara pandang yang berbeda, cerita-cerita yang disajikan sangat sederhana namun sarat hikmah yang bisa dipetik dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Saya sangat merasakan manfaat yang luar biasa dari apa-apa yang dipaparkan dalam buku pak AW. Saya tambah yakin bahwa Success is My Right! Salam sukses luar biasa untuk kita semua yang memiliki keyakinan bahwa sukses adalah hak kita....

Pengirim: Lukmanul Hakim

RADIO SONORA - Live Streaming

ANDRIE WONGSO SUCCESS WISDOM & MOTIVATION Dengarkan siaran bapak Andrie Wongso setiap hari Senin, Pk. 07.00 - 08.00 WIB, Live di 18 station & 15 kota.
Get the Flash Player to see this player.

HUBUNGI KAMI

OUR PARTNER


Profil Motivator nomor 1 Indonesia, Artikel, T.Motivasi, Testimoni, dan Share & Be Happy. Serta kunjungi AW Shop dan Galeri Foto
Copyright © 2006-2012 Andriewongso.com Action & Wisdom Motivation Training. All Rights Reserved



Motivation Motivator Motivational Bijaksana Kata Motivasi Motivasi Motivate Kata-kata Motivasi Kata Mutiara Kata Bijak Persahabatan Semangat
Teman-teman yang LUAR BIASA,

Mari kita membangun KEKAYAAN MENTAL melalui program Share & Be Happy, demi kehidupan yang lebih bernilai!

Melalui program ini, Andrie Wongso dan tim akan membagikan wisdom, inspirasi, dan motivasi dalam berbagai bentuk:
  1. Audio
  2. Slides Show yang diiringi musik dan suara langsung dari Andrie Wongso
  3. Widget
  4. Greeting Card
  5. Wallpaper
  6. Bookmark
  7. Poster
  8. Photo Frame
  9. Kalender
  10. Newsletter
dan masih banyak lagi! Semuanya menarik, bermanfaat, gratis, dan boleh dibagikan ke keluarga, teman, dan rekan-rekan Anda.

Untuk ikut program ini, daftarkan diri Anda sekarang juga sebagai anggota (member) website AndrieWongso.com. Caranya: isi formulir di bawah ini. Mudah kan?