Belakangan ini, Thailand marak dengan adanya
demonstrasi besar-besaran. Bahkan, perekonomian negeri gajah putih itu
terganggu gara-gara ribuan orang menduduki bandara internasional Suvarnabhumi
di Bangkok,
ibukota negara tersebut.
Setelah berlarut sekian lama, akhirnya Pengadilan
Konstitusional di Bangkok membubarkan tiga partai terbesar dalam koalisi
berkuasa. Partai yang dibubarkan tersebut adalah People Power Party (PPP),
partai Machima Thipatai dan partai Chart Thai karena dianggap telah melakukan
kecurangan dalam Pemilu. Ini membuat sang perdana menteri, (PM) Thailand
Somchai Wongsawat, kemudian mengundurkan diri.
Dalam putusan itu, PM Somchai dan para eksekutif ketiga
partai juga dilarang terjun ke politik selama 5 tahun. Putusan ini dikeluarkan
pengadilan di tengah konfrontasi antara Somchai dengan massa
pendemo anti-pemerintah yang menduduki bandara internasional dan domestik Thai.
Menanggapi putusan tersebut, PM Somchai berujar, "Saya tidak bekerja untuk diri
saya sendiri. Sekarang saya akan menjadi warga negara sepenuhnya."
Awal ketidakpastian di Thailand sebenarnya dimulai dari
adanya adu kekuatan antara kelompok anti pemerintah PM Somchai Wongsawat--yang
tergabung dalam Aliansi Rakyat untuk Demokrasi (PAD)--dan kelompok pro
pemerintah yang berafiliasi ke dalam Aliansi Demokratis Melawan Kediktatoran
(DAAD). Kelompok PAD menginginkan pembersihan total kroni-kroni mantan PM Thaksin
Shinawatra dari pemerintahan. Sebagaimana diketahui, PM Somchai Wongsawat
adalah ipar Thaksin, mantan PM yang telah dilengserkan beberapa waktu silam.
Sampai berita ini ditulis, belum ada kepastian siapa
nantinya yang akan menggantikan kedudukan PM Somchai. Satu hal yang pasti,
adanya demonstrasi besar-besaran memang merupakan kekuatan yang luar biasa
untuk mengubah keadaan. Tapi, akan jauh lebih luar biasa jika kemudian
perubahan itu diarahkan bukan pada sekadar mengalahkan atau menjatuhkan musuh,
tapi mencari solusi. Seperti yang terjadi di Indonesia, demonstrasi besar tahun
1998, ternyata justru menyisakan pekerjaan rumah yang belum selesai hingga
kini. Karena itu, dibutuhkan perjuangan lebih terarah dengan agenda perubahan
yang jelas agar perjuangan menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Bagaimana
pendapat Anda?
Perdana Menteri (PM) Thailand Somchai Wongsawat menerima
putusan pengadilan untuk mundur karena kecurangan pemilu yang dilakukan partai
politiknya.
Kepada para wartawan di Kota Chiang Mai, Somchai mengatakan, putusan pengadilan
itu bukan masalah baginya. Demikian seperti dilansir kantor berita
AFP,
Selasa (2/12/2008).
"Saya tidak bekerja untuk diri saya sendiri. Sekarang saya akan menjadi
warga negara sepenuhnya," kata ipar mantan PM Thaksin Shinawatra itu.
Somchai mendadak menghentikan sidang kabinet setelah Pengadilan Konstitusional
di Bangkok membubarkan tiga partai terbesar dalam koalisi berkuasa karena kasus
kecurangan pemilu.
Dalam putusan itu, Somchai dan para eksekutif ketiga partai dilarang terjun ke
politik selama 5 tahun. Putusan ini dikeluarkan pengadilan di tengah
konfrontasi antara Somchai dengan massa pendemo
anti-pemerintah yang menduduki bandara internasional dan domestik Thai.
Somchai terpilih oleh parlemen pada 17 September untuk menggantikan Samak
Sundaravej, yang dipaksa mundur setelah tampil di acara masak di televisi.
Dalam putusan ini dinyatakan, People Power Party (PPP) harus dibubarkan karena
para eksekutif PPP telah terbukti melakukan penipuan suara setelah pemilihan
umum Desember 2007.
Selain PPP pimpinan Somchai, partai lainnya yang dibubarkan adalah partai
Machima Thipatai dan partai Chart Thai.
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Team Andriewongso.com
|
 |
Roger Federer Idola Para Atlet Lainnya
|
 |
Kekuatan Ledakan Dapat Diukur Dari Helm
|
 |
Mahasiswa Indonesia Ciptakan Kursi Roda Sensor Mata
|
 |
Sikat Gigi
|
 |
Lomba Cipta Ide Berhadiah Us$10 Juta
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Hindari Rasa Sakit Saat Melahirkan Dengan Senam Air
(AW Corner) -
Jumat, 05 Desember 2008
|
 |
Hindari Rasa Sakit Saat Melahirkan Dengan Senam Air
(AW Corner) -
Jumat, 05 Desember 2008
|
 |
Resiko Menggunakan Handsfree Saat Mengemudi
(AW Corner) -
Sabtu, 06 Desember 2008
|
 |
Ketahui Wabah Flu Melalui Ponsel
(AW Corner) -
Minggu, 07 Desember 2008
|
 |
Tikus Dapat Mengendus Lokasi Ranjau Darat
(AW Corner) -
Senin, 08 Desember 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Cegah Tindakan Kriminal Dengan Cctv Pintar
(AW Corner) -
Rabu, 03 Desember 2008
|
 |
Kekuatan Ledakan Dapat Diukur Dari Helm
(AW Corner) -
Senin, 01 Desember 2008
|
 |
Cegah Perompak Kapal Dengan Bunyi Yang Mematikan
(AW Corner) -
Minggu, 30 November 2008
|
 |
Kamera Khusus Tuna Netra
(AW Corner) -
Sabtu, 29 November 2008
|
 |
Terkuaknya Misteri E=mc2
(AW Corner) -
Jumat, 28 November 2008
|
|
|