| Misi : Membangun Kekayaan Mental Manusia Indonesia Demi Kehidupan Yang Lebih Bernilai | ||
| Slogan : Bosan kita menderita ! Saatnya Bersama ! Bangun Indonesia ! | ||
| Kalender November 2008 | ||||||
| S | M | T | W | T | F | S |
| 1 | ||||||
| 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 |
| 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 |
| 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 |
| 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 |
| 30 | ||||||
| • Lenny Wongso |
| Senin, 09-Oktober-2006 |
| 13:01:25 WIB |
| Mendidik Anak |
| • Lenny Wongso |
| Rabu, 10-Oktober-2007 |
| 00:02:42 WIB |
| Maaf Dan Lupakan!!! |
| • Lenny Wongso |
| Senin, 29-Oktober-2007 |
| 09:09:02 WIB |
| Dosen Juga Manusia |
| • Lenny Wongso |
| Rabu, 24-Januari-2007 |
| 13:02:14 WIB |
| Rumah Tangga Berantem? |
| Poster Motivasi - Kesuksesan |
| Medium - Size 37.5 x 26.5 cm |
| Bebaskan diri dari kegagalan untuk meraih Kesuksesan |
View Shopping Product |
|
Kalkulasi Cinta ( 1 Komentar ) Rating Artikel : Oleh : Lenny Wongso
“Capek dech…. Pembantu mudik lebaran, liburan malah main golf lah, yang pergi ketemu teman lah, nongkrong ke toko buku (kegiatan yang nggak sempet dilakukan waktu hari kerja). Nggak tau orang sedang sibuk apa ya. Ada anak-anak yang harus di urus, makannya, mandinya, cuci bajunya, bersih-bersih rumah! Enak bener jadi laki-laki!” Omel si istri uring-uringan terhadap si suami yang tidak ada di rumah. Mendengar amukan istrinya, si suami menyela: “Kamu kira aku kerja setengah mati bukan untuk kelangsungan hidup keluarga kita! Mikir dong bu, jangan anggap aku enak-enakan di luar sana. Urusan anak dan rumah tangga kan tanggungjawabmu sebagai ibu rt. Kenapa sekarang marah-marah begini? Emangnya setelah capek bekerja untuk keluarga, aku ngak boleh relex? Masih harus ngurusin rumah juga? Kalau begini caranya aku juga ngak tahan! Sekarang mau mu apa? Mau pisah sementara atau mau cerai sekalian?”. (Waaauuu….!) Dua hari menjelang lebaran, mereka memutuskan sama-sama merenung, introspeksi diri. Hendak dibawa kemana ikatan pernikahan ini? Dulu, saat cinta menggebu, rasanya bahagia bener bila bisa memberi sesuatu dan membuat pasangan kita berbahagia. Sekarang, kemana cinta itu berlalu? Para netter yang berbahagia, Selisih paham di dalam kehidupan rumah tangga adalah hal yang biasa. Perbedaan latar belakang, kedewasaan kepribadian, sikap mau menang sendiri dan komunikasi yang kurang terbuka diantara pasangan, biasanya sebagai penyebab perselisihan. Lebih dari itu, entah kapan dan kenapa, cinta menjadi penuh kalkulasi. Si istri merasa, aku kan sudah melakukan “blablabla” , maka kamu “seharusnya” melakukan “blablabla”. Begitu juga dengan si suami. Jika aku sudah melakukan “begini”, kamu harus “begitu” dst. Jika cinta kalkulasi seperti itu, kemana akan di bawa pernikahan ini? Lebih-lebih jika ada ekspektasi/harapan terhadap pasangan kita dan kenyataan tidak sesuai dengan harapan, pasti akan menimbulkan perasaan kecewa, jengkel, marah, benci dan kemudian pertengkaran berkelanjutan di kemudian hari. Lalu, bagaimana cinta bisa dipertahankan untuk waktu yang lama? Usaha itu harus dimulai dari kesadaran diri sendiri! Yakni : senantiasa berusaha melakukan segala sesuatu dengan tulus dan ikhlas! (jangan merasa rugi bila sudah melakukan suatu kebaikan). Jika cinta didasari dengan keinginan yang ikhlas untuk memberi kepada pasangan kita, niscaya rumah tangga kita akan awet hingga “maut memisahkan kita”. Semoga melalui perjalanan waktu, dengan belajar terus menerus, kita bisa menjadi manusia yang ikhlas demi kebahagiaan keluarga kita sendiri. Salam sukses luar biasa! Leni Wongso
|
|||||
![]() | |||||
| Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA Komentar Artikel : | |||||
| • | Tanggal Komentar: Senin, 25-Pebruari-2008; 18:12:03 | ||||
| Nama Pengirim Komentar : andy ( andyojeoje@yahoo.com ) | |||||
| "Kenapa, apa dan siapa yang kutunggu Subuh-subuh kutimba air sumur Kusikat gigi lalu berkumur Melangkah aku menuju dapur Dan kuambil semangkuk bubur Siang harinya aku makan rujak cingur Ditemani sebotol minuman anggur Sore harinya aku makan mie ayam + jamur Didampingi segelas beras kencur Malam demi malam kutertidur Hanya berteman bantal & kasur Hari demi hari bekerja lembur Hanya sesekali kudapat libur Dalam kesunyian yang menggempur Bermimpi sejuta khayal & nyata yang kabur Kulihat helaian janur Melengkung saling sulur menjulur Ada apa gerangan? Bathinku terpekur Perasaanku bingung bercampur baur Seolah sedang mengukur & tarik ulur Dalamnya cinta yang simpang siur Entah telah berapa kali kubertempur Entah sudah berapa kali aku terbentur Akulah serdadu cinta pembawa sangkur & busur Yang sedang menaiki kereta sepur Bersiap ‘tuk meluncur Menuju kolam air mancur Dalam hati kupanjatkan doa dan syukur Berharap agar tak tercebur dalam kubangan lumpur Agar tak jatuh tersungkur Agar aku tak sombong dan takabur Semoga cintaku tak tergusur bahkan terkubur Semoga perasaanku tak hancur lebur Semoga cita-cita yang luhur Bertumbuh di tanah yang gembur dan subur Menciptakan ladang yang makmur Berumah tangga yang rukun dan akur. trims bu lenny, artikelnya bagus dan mendidik banget. semoga saya juga akan menemukan pasangan hidup yang baik dan mulia (penuh pengharapan). Bersama dalam duka maupun suka :) " | |||||
Komentar Lainnya | |||||
|
|||||
|
( View : 3601 | Refer : 7 | Print : 355 | Rate :
7.25 / 4 Votes )
| |||||
| Artikel Selanjutnya | |||||
| Rumah Tangga Berantem? - Rabu, 24-Januari-2007; 13:02:14 | |||||
| Skul Ke Luar Negeri? Gengsi Boo! - Kamis, 22-Pebruari-2007; 13:02:29 | |||||
| Toloooong - Rabu, 13-Juni-2007; 16:40:43 | |||||
| Selingkuh? Amit-amit, No Way Lah - Selasa, 14-Agustus-2007; 16:54:33 | |||||
| Maaf Dan Lupakan!!! - Rabu, 10-Oktober-2007; 00:02:42 | |||||
| Artikel Sebelumnya | |||||
| Remaja Pemberontak - Kamis, 19-Oktober-2006; 17:46:10 | |||||
| Anak Dan Warisan - Minggu, 15-Oktober-2006; 13:01:35 | |||||
| Mendidik Anak - Senin, 09-Oktober-2006; 13:01:25 | |||||
| Pengunjung Kemarin | 3706 |
| Pengunjung Hari Ini | 1281 |
| Online | 61 |