|
|||
|
Penulis : Andrie Wongso
Rating Artikel :
Rabu, 19-November-2008
Audio/Video :
![]()
Dikisahkan, seorang direktur
eksekutif di sebuah perusahaan multinasional berkisah tentang perjalanan
kariernya. Saat masih muda, aku bangga pada diriku sendiri yang pintar, lulus
sekolah dengan angka yang memuaskan dan bersikap angkuh pada orang-orang yang
tidak sepandai aku. Aku dulu egois sekali, mengejar karier secepat mungkin
tanpa mempertimbangkan perasaan orang-orang yang aku dahului. Yang penting
cepat sampai ke tujuan tanpa pernah menyadari bahwa kepandaian dan caraku
memenangkan perdebatan di meja rapat ternyata menyakiti teman-teman dan
seniorku sendiri. Yang penting dewan direksi senang dan puas dengan hasil
kerjaku, maka karierku pasti akan meningkat dengan pesat begitu pula dengan gaji
dan fasilitas yang bakal ku terima. Yang lainnya aku tidak peduli. Sikapku yang
hanya mementingkan diri sendiri dan tidak merasa perlu bersosialisasi, menyebabkan
aku dijauhi teman dan ketika sadar, tiba-tiba aku sendirian!
Saat kelelahan karena pekerjaan yang menumpuk, tidak ada satu orang teman pun yang menyapaku apalagi membantu. Ketika sakit, tidak ada yang menanyakan keadaanku apalagi menjenguk. Hidupku begitu kering dan kesepian. Hanya ada satu orang yang menyapaku dengan senyum yang selalu merekah di bibirnya, yaitu si Udin, cleaning service merangkap office boy di kantorku. Sosok pemuda kampung yang ramah dan siap membantu. Sapanya yang khas setiap bertemu, "Selamat pagi, siang, atau sore, Pak." "Mau tambah minum apa?" atau "Apa yang bisa saya Bantu, Pak?" Meskipun pekerjaannya berat, menyiapkan segala properti untuk semua orang di kantor, dia selalu ringan tangan menolong orang lain yang bukan menjadi tugasnya sehingga dia sangat disukai oleh semua orang. Bahkan saat tidak masuk kerja karena sakit, beberapa orang kantor menyempatkan menengok dan mengumpulkan uang membantu Udin. Diam-diam aku iri kepada udin dan marah kepada diriku sendiri. Iri kepada Udin? Yang cuma cleaning service? Sungguh keterlaluan! Kenyataan itu serasa menamparku dengan keras. Selama berhari-hari aku merenung dan meneliti kembali tujuan hidupku. Apakah aku bahagia dengan perolehan yang telah aku capai selama ini? Apakah ini tujuan hidup yang aku inginkan? Dan banyak lagi pertanyaan yang menggantung di benak ini. Sejak itu, aku sadar dan segera membuat rencana untuk berusaha merubah diri menjadi lebih baik seperti yang aku inginkan. Menjadi pribadi yang lebih menyenangkan bagi diri sendiri dan orang lain. Perubahan demi perubahan positif pun terjadi. Sungguh luar biasa. Kesadaranku muncul karena seorang Udin! Pembaca yang budiman, Pepatah bijak mengatakan "Setiap orang bisa menjadi guru bagi orang lain" dan yang sering saya sharingkan, "Sebuah prestasi tanpa dilandasi oleh kepribadian dan pikiran yang positif maka akan rapuh dan mudah runtuh" adalah sangat tepat untuk menggambarkan kisah tadi. Apalah artinya pintar jika hanya menyakiti orang lain, bahkan teman sendiri? Karena sesungguhnya, pintar adalah berkah dari yang Kuasa. Tetapi mampu mengelola kepintaran sehingga bermanfaat dan membahagiakan bagi diri sendiri dan orang lain itu baru lah kebijaksanaan. Mari mengevaluasi diri sendiri, untuk selalu menghargai berkah yang diberikan Tuhan kepada kita. Salam sukses luar biasa! Andrie Wongso |
|||
|
Komentar Anda
Pengirim : zaky
yap..perubahan diri utk lebih mengerti orang lain,menrima kekurangan orang lain adalah satu sipat yang tidak dimliki semua orang,mulailah dari skrg utk bisa mengerti orang lain dan memahami kekurangan orang lain.salam sukses!!
|
|||
|
|||
| ( View : 6098 | Refer : 14 | Print : 149 | Rate : 9.00 / 3 Votes ) | |||
| Artikel Selanjutnya : | |||
| • | Jiwa Besar Berkah Besar (AW Artikel) - Kamis, 27-November-2008 | ||
| • | Perjuangan Hidup (AW Artikel) - Jumat, 12-Desember-2008 | ||
| • | Hadiah Cinta (AW Artikel) - Senin, 22-Desember-2008 | ||
| • | Tomorrow Will Be Better – Esok Penuh Harapan (AW Artikel) - Rabu, 24-Desember-2008 | ||
| • | Kepercayaan Diri (AW Artikel) - Senin, 12-Januari-2009 | ||
| Artikel Sebelumnya : | |||
| • | Doa Untuk Putraku (AW Artikel) - Senin, 08-Juni-2009 | ||
| • | Prasangka (AW Artikel) - Senin, 10-November-2008 | ||
| • | Bangkitlah Pemuda! (AW Artikel) - Selasa, 28-Oktober-2008 | ||
| • | Kisah Si Tikus Desa (AW Artikel) - Senin, 20-Oktober-2008 | ||
| • | Saya Mau Berubah (AW Artikel) - Kamis, 09-Oktober-2008 | ||
| Menu Artikel | |
| Mau Berbagi ? | |
|
|




