Home
Profile AW
Interaksi AW
Artikel AW
AW 4U
FREE Corner
AW Shop
Contact AW
 
Dengarkan talk show “Andrie Wongso - Success Wisdom & Motivation” di jaringan radio Sonora, setiap hari Selasa. pukul 07.05 WIB-08.00 WIB (Live Interaktif Motivation). Jaringan radio Sonora: Jakarta - FM 92.0, Surabaya - FM 98.0, Yogyakarta - FM 97.4, Palembang - FM 102.6, Pontianak - FM 96.7, Bangka - FM 101.1, Semarang - 98.9 FM, Ria Solo - FM 98.8, Serambi Aceh – FM 90.6, Raka Bandung - FM 98.8,Eltira Yogyakarta – FM 102,1, bPost Banjarmasin – FM 97.2. Program ini juga dapat didengarkan melalui live streaming di Indovision Channel 506, kompas.com, dan andriewongso.com/radio.
Artikel Tetap
Penulis : Prie GS
Rating Artikel :
Selasa, 18-November-2008
Ada di dalam hidup ini kejadian yang tak ingin saya kenang karena seluruhnya cuma berisi soal yang memalukan. Saya amat gemar menulis surat cinta di zaman sekolah. Dan ketika surat-surat itu saya baca  ulang bertahun kemudian, hasilnya adalah aib berpkepanjangan. Membayangkan surat-surat ini dibaca orang bisa membuat saya mati berdiri. Akhirnya gunungan surat itu saya sobek-sobek menjadi  serpihan, saya bakar agar lenyap jadi asap. Sekarang baru saya sadari, betapa tidak perlu tindakan itu. Betapa ingin saya berani memungut kembali satu-persatu kenanagn itu, betapapun ia bikin malu. Karena hidup yang sekarang, pasti tidak disusun cuma berdasarkan kebenaran dan kemuliaan. Di antaranya, ia pasti disusun juga dengan kebodohan, aib dan kekeliruan.

          Maka kedudukan aib dan  kesalahan itu, sesungguhnya setara dengan kebenaran dan keberhasilan. Ia sama-sama menjadi batu penyangga hidup saya. Jadi ia tak perlu diruntuhkan. Maka di hari-hari ini, saya kembali asyik mengenang aib itu satu persatu, walau untuk itu saya harus memompa seluruh keberanian. Saya di hari ini, adalah saya yang bisa mengeluhkan gaya anak-anak sekolah yang naik motor setara orang kesurupan. Tapi di masa lalu, gaya itu pula yang  saya peragakan. Malu rasanya naik motor pelan. Jika malam, lampu harus dimatikan biar tambah seram. Semakin gelap, semakin kencang, semakin bikin kaget orang,  semakin girang perasaan. Jika menikung harus dengan kemiringan penuh. Malah jika belum nyebur got, rasanya belum seorang jagoan.

          Di satu  sisi, hidup saya sebenarnya sudah mulai  berprestasi. Sejak SMA saya telah mulai bisa membiayai diri lewat honor kartun yang mulai ramai dimuat di media massa. Begitu menjadi mahasiswa pemula,  saya sudah  bisa membeli motor meskipun manula. Bangga sekali rasanya punya motor pertama, walau karena umurnya, ia mulai tak tahan cuaca, Jika hujan tiba, ngadat mesinnya. Tetapi prestasi di satu sisi ini, cuma kekeliruan di sisi yang lain. Sejak punya motor saya mulai  dijauhi teman-teman karena dianggap lebih sibuk mengurus motor katimbang mengurus mereka. ‘'Ia tak pernah lagi mudah dicari di rumah,'' kata teman yang kecewa. Mereka benar. Saya memang jadi jarang di rumah, karena harus  ke bengkel melulu!

           Tetapi apapun alasannya, prestasi itu, jika belum matang waktu, memang cuma seperti taplak meja. Jika ia ditarik kemari, ia akan bolong di sana. Motor tua itu saya jual untuk ganti yang baru. Lebih keren dan kencang lajunya. Ini prestasi lagi. Tetapi prestasi baru selalu diikuti oleh kesalahan yang baru, itulah anugerah yang saya sebut sebagai belum matang  waktu itu. Bakat ngebut saya mendapat dukungaan penuh dari motor baru ini termasuk munculnya sikap lupa diri sebagai bakat baru. Meksipun belum punya SIM, tetapi ke manapun, saya berani pergi. Maka ketika suatu kali saya terjaring operasi, saya panik sekali sehingga memutuskan tindakan yang tak habis saya mengerti hingga di hari ini: yakni melarikand diri.

          Tapi sekencang-kencang saya berlari, saya pasti bukan penjahat tangguh melainkan sekadar mahassiwa ingusan yang kurang tahu menakar diri. Maka cuma dalam satu sentakan gas, polisi yang mengejar itu telah berhasil mencengkeram krah saya. Tak ada pilihan lain kecuali berhenti. Polisi ini marah  sekali. Tak ada lagi negosiasi  apapun. Telak sudah dosa-dosa saya. Tanpa SIM, kabur pula. Motor itu ditahan dan saya harus pulang jalan kaki.

          Apa perasaan saya waktu itu? Terhina dan merasa sangat terzalimi. Perasaan inilah yang ingin saya kenang, karena betapa berbahaya sebetulnya kerancuan berpikir ini. Padahal lihatlah  daftar kesalahan saya itu: ngebut adalah kesalahan pertama, tanpa SIM adalah kesalahan kedua, kabur adalah kesalahan ketiga. Jadi sempurna. Beruntung cuma motor saya yang ditahan, bukan saya yang harus menghuni tahanan. Tetapi orang yang lagi beruntung inilah justru orang yang merasa dizalimi lalu menggunakan seluruh koneksi untuk membela diri. Kenangan buruk ini adalah pelajaran yang amat saya ingat betapa persoalan terbesar saya sebagai manusia yang paling pertama adalah kemampuan melihat kesalahan diri sendiri!

 

          Prie GS

Komentar Anda
Pengirim : Andri Sanyoto
Menyikapi Kenangan yang tak ingin dikenang Sharing atas tulisan mas Prie GS Sepahit apa yang terjadi dalam masa lalu, adalah menjadi kenangan pada saat ini. Kenangan hanya akan menjadi cerita masa lalu kalau orang yang punya kenangan itu tidak ada sikap dan tindakan. Kenangan sepahit apapun juga akan menjadi pembelajaran bagi orang itu, dan berharga atau tidaknya sebuah pembelajaran tersebut, tergantung pada diri sendiri, bagaimana menyikapinya. Supaya menjadi pembelajaran yang berharga adalah dengan melakukan tindakan yang berbalik arah pada arah yang positif. Dan akan menjadi racun untuk waktu selanjutnya apabila orang ini tidak berpindah arah haluan.Orang akan merasa bersalah atas tindakan itu, ........menyesal dan paling hanya berjanji pada diri sendiri untuk tidak mengulangi lagi di waktu yang akan datang. Kalau hanya seperti ini tindakannya, orang ini berjalan ditempat, kurang / tidak berani bertanggungjawab pada diri sendiri atas tindakan masa lalu yang sudah menjadi kenangan itu. Bagaimana ini bisa pindah arah haluan? Pertama adalah adanya kesadaran diri; adanya pengakuan dan adanya niat untuk melakukan rekonsiliasi diri. Kedua adalah tindakan untuk merubah arah haluan. Tools yang digunakan adalah niat dan pengalaman yang dia miliki, tidak lupa (-ini yang terpenting-) pendekatan pada Tuhan. Salam Sukses Luar Biasa Andri Sanyoto.
     1     
( View : 1510 | Refer : 0 | Print : 83 | Rate : 8.00 / 1 Votes )
Artikel Selanjutnya :
Pikat Pelanggan Dengan Reflective Listening (Artikel Tetap) - Rabu, 19-November-2008
Bangkit!!! (Artikel Tetap) - Kamis, 20-November-2008
Kita Harus Berubah (Artikel Tetap) - Jumat, 21-November-2008
Pleonoxia Atau Motivasi (Artikel Tetap) - Senin, 24-November-2008
Multikultural (Artikel Tetap) - Rabu, 26-November-2008
Artikel Sebelumnya :
Imajinasi Menguasai Dunia (Artikel Tetap) - Senin, 17-November-2008
Mukzizat Keikhlasan (Artikel Tetap) - Jumat, 14-November-2008
Yes We Can (Artikel Tetap) - Kamis, 13-November-2008
Jangan Bekerja Terlalu Keras (Artikel Tetap) - Rabu, 12-November-2008
Senyumlah, Dunia Akan Mencintaimu (Artikel Tetap) - Selasa, 11-November-2008
Menu Artikel
»   Kumpulan Catatan Andrie Wongso
»   Kumpulan AW Artikel
»   Kumpulan Artikel Tetap
»   Kumpulan Artikel Anda
»   Kumpulan Ada Ada Saja
»   Kumpulan AW Corner
»   Kumpulan AW Inspirational Video
»   Kumpulan AW Jokes
»   Kumpulan Campus Corner
»   Kumpulan English Corner
»   Kumpulan Entrepreneur Corner
»   Kumpulan Family Corner
»   Kumpulan Health Corner
»   Kumpulan Peristiwa Luar Biasa
»   Kumpulan Serba Serbi
»   Kumpulan Sports Corner
»   Kumpulan Success Story
»   Kumpulan Tahukah Anda
Mau Berbagi ?
Sahabat-sahabat yang LUAR BIASA... Cerita, Motivasi, Semangat ada tidak hanya untuk diri sendiri, tapi alangkah baiknya kita berbagi bersama.
Untuk itu mari kita bersama-sama saling berbagi cerita-cerita motivasi dengan menekan MAU BERBAGI? dipojok kanan atas atau klik Kirim Artikel
Produk Motivasi

15 cerita motivasi yang akan mengubah hidup Anda.

...
Rp 38.800,00
Powered by:
Site Map - Copyright © 2006-2010 Andriewongso.com Action & Wisdom Motivation Training. All Rights Reserved
Bijaksana Kata Motivasi Motivasi Kata-kata Motivasi Kata Mutiara Kata Bijak Persahabatan Motivation Motivate Motivational Semangat