Tukang parkir adalah orang yang bekerja untuk merapikan dan menjaga kendaraan agar kendaraan dapat parkir dengan tertib dan aman. Mungkin tidak dapat dibayangkan oleh orang-orang yang berdasi, bagaimana rasanya menjadi tukang parkir. Sebagai tukang parkir, memarkirkan kendaraan adalah tugas yang rutin, tetapi jika dilakukan pada hari besar, misalnya hari keagamaan, maka ini bukan pekerjaan yang biasa. Tetapi harus ada tambahan extra tenaga.
Begitu pula kejadian ini, pada hari Kamis dan Jumat, tgl 20 dan 21 Maret 2008, Hari Kenaikan Isa Almasih, dimana ada penambahan tenaga parkir di gereja Santa Monika, BSD. Nama sih cukup keren, keamanan, yah tapi itulah tugas tukang parkir. Biasanya lahan parkir yang menampung sekitar 500 mobil, pada hari tersebut bisa mencapai sekitar 700 mobil yang parkir di dalam area parkir. Bisa dibayangkan semua area digunakan untuk parkir. Sehingga mobil yang sudah masuk tidak akan bisa keluar. Kami juga sudah memberikan spanduk yang cukup besar, yang tertulis ”Pengantar dilarang masuk”, dengan tujuan agar orang yang mengantar jangan masuk, karena akan terjebak di dalam tempat parkir.
Jalan yang biasanya hanya untuk parkir 1 mobil berbaris di sebelah kiri saja dan sisanya untuk mobil lewat. Tetapi pada hari itu dibuat 3 baris, sehingga sudah pasti tidak mungkin pengantar lewat. Ada sebuah mobil, yaitu CRV yang masuk ke lahan parkir. Parkir akan dibuat 3 baris, dengan syarat mobil harus menempel atau sangat dekat dengan trotoar. Mobil itu parkir, tetapi tidak begitu menempel dengan trotoar, kami pun mencoba mengarahkan pengemudi, meminta orang tersebut untuk parkir lebih menepi lagi. Tetapi orang tersebut langsung keluar dengan mengomel, mana bisa parkir seperti ini.
Tukang parkir itu tidak tahu, kenapa alasannya, mungkin di trotoar ada pula tanaman sehingga menyebabkan orang kesulitan untuk keluar, atau bisa pula pengemudi saya dengan kendaraannya yang akan terkena dengan pintu mobil yang terbuka, atau pengemudi malas untuk memindahkannya. Dari kisah diatas, saya melihat ada dua sudut pandangan, pertama dari sisi pemilik mobil bahwa tukang parkir dianggap sebagai orang yang bodoh, yang tidak bisa bekerja dengan baik di kantor, yang tidak memiliki mobil, yang pendapatannya jauh lebih kecil dll. Dari sisi tukang parkir, orang ini menyebalkan sekali tidak mau di atur, malah mau mengajar berantem saja. Orang yang seharusnya mempunyai niat yang baik, sebagai orang beragama, tetapi malah menghujat orang sebelum ke tempat yang suci.
Seandainya orang yang memiliki CRV itu mau mengalah, maka tempat akan cukup untuk 2 mobil, orang lain (orang dibelakang mobil CRV itu) juga akan melihat orang ini tidak mau diatur. Kalau kita amati tukang parkir ini adalah tenaga tambahan. Dan setelah diperhatikan lebih lama, setelah parkir kosong, ternyata tukang parkir mengeluarkan benda dari sakunya dan ”tuit”, ternyata dia membuka pintu mobilnya sendiri, tukang parkir ini memiliki mobil yang lebih hebat dari CRV tadi, BMW seri terbaru .
Kita bisa membayangkan betapa mudahnya pemilik CRV marah tanpa melihat kenapa aturan itu dibuat, tukang parkir bisa dengan mudah terpancing emosinya, jika tukang parkir terlalu lelah bertugas. Begitupula keadaan di kampus, di universitas, kadang ada seminar, pertandingan, kegiatan sehingga menyebabkan penumpukan kendaraan, mahasiswa sering mengabaikan larangan-larangan yang ada, misalnya tempat parkir ada tanda khusus parkir dosen, di dalam lift ada tanda dahulukan yang keluar. Petugas yang notabene hanya lulusan SMA atau bahkan ada yang SD akan melihat bahwa mahasiswa sangat ngawur. Tetapi mahasiswa juga akan mengira bahwa larangan itu adalah sesuatu yang perlu dilanggar. Atau sering kali mengasumsikan, kemarin saya diijinkan, kenapa saya sekarang tidak diijinkan.
Semua kejadian di atas, dapat kita amati bahwa kita hidup di dunia yang penuh bergejolak. Jangan menganggap hari ini sama dengan hari kemarin. Berubah berarti ada kemajuan. Jangan marah, lihat situasi yang ada. Jangan melihat orang dari bajunya. Baju Tukang Parkir Tenaga Direktur.
Oleh :Agus Putranto, S.Kom, MT, MSc
aputra@binus.edu
eXcellent Centre in E-Learning Bina Nusantara
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Agus Putranto
|
 |
Beban "Ibu" Sungguhlah Berat
|
 |
Tukang Parkir Yang Bodoh
|
 |
Berani Mengangkat, Berani Meletakkan
|
 |
Keluhan Masukan Yang Berharga
|
 |
Kerukunan Rumah Tangga Membawa Rejeki
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
9 Manfaat Menulis Diari Sebagai Terapi Kesuksesan
(Campus Corner) -
Senin, 09 Februari 2009
|
 |
Saklar Motivasi
(Campus Corner) -
Sabtu, 07 Maret 2009
|
 |
Make Me Feel Important, Mantra Jimat Penakluk Manusia
(Campus Corner) -
Senin, 25 Mei 2009
|
 |
Hidup = Tanggung Jawab + Masalah
(Campus Corner) -
Selasa, 20 Juli 2010
|
 |
Mengubah Paradigma Pendidikan Tinggi Di Indonesia
(Campus Corner) -
Rabu, 01 September 2010
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Kampus Buat Stress Banget?
(Campus Corner) -
Senin, 03 November 2008
|
 |
Ibu Komunikasi Anak
(Campus Corner) -
Rabu, 29 Oktober 2008
|
 |
Berani Mengangkat, Berani Meletakkan
(Campus Corner) -
Selasa, 07 Oktober 2008
|
 |
Membangun Komunikasi Anak
(Campus Corner) -
Kamis, 17 Juli 2008
|
 |
Tipe-tipe Penghambat Kemajuan
(Campus Corner) -
Kamis, 12 Juni 2008
|
|
|