Home
Profile AW
Interaksi AW
Artikel AW
AW 4U
FREE Corner
AW Shop
Contact AW
 
Dengarkan talk show “Andrie Wongso - Success Wisdom & Motivation” di jaringan radio Sonora, setiap hari Selasa. pukul 07.05 WIB-08.00 WIB (Live Interaktif Motivation). Jaringan radio Sonora: Jakarta - FM 92.0, Surabaya - FM 98.0, Yogyakarta - FM 97.4, Palembang - FM 102.6, Pontianak - FM 96.7, Bangka - FM 101.1, Semarang - 98.9 FM, Ria Solo - FM 98.8, Serambi Aceh – FM 90.6, Raka Bandung - FM 98.8,Eltira Yogyakarta – FM 102,1, bPost Banjarmasin – FM 97.2. Program ini juga dapat didengarkan melalui live streaming di Indovision Channel 506, kompas.com, dan andriewongso.com/radio.
Campus Corner
Penulis : Vinna Waty
Rating Artikel :
Senin, 03-November-2008
Banyak mahasiswa/i yang ingin cepat-cepat lulus dari kuliah. Jika ditanyakan "Mengapa Kamu ingin cepat lulus?" Rata-rata para mahasiswa/i menjawab agar tidak lagi belajar, tugas yang menumpuk membuat pusing kepala, belum lagi ketemu sama dosen yang killer dan pelit nilai. Aduh bisa dibuat pusing tujuh keliling karena stress memikirkan nilainya yang pelit dan resiko mengulang di semester berikutnya.

Belum lagi karena kelas yang berbeda-beda bahkan kadang saking tidak dapet kelas, kita pun harus masuk di kelas sisa. Gak enak banget rasanya di kelas yang tidak kita sukai. Maklum saja para mahasiswa/i seringkali sebelum semester di mulai, akan memilih kelas karena ingin dosen yang baik, tidak pelit nilai, cara penjelasannya nyaman dan mudah dipahami, dan sekelas dengan teman-teman satu gank. Tidak heran jika kita mengenal nama "kelas ideal." Namun jarang juga kan ketemu kelas yang seperti itu bahkan seringkali kita harus berpisah dengan teman-teman se-gank dan mendapatkan dosen yang killer serta pelit nilai.

Belum lagi tugas yang menumpuk menjelang ujian tengah semester (UTS) atau akhir semester (UAS). Bisa-bisa kita bergadang semalaman bahkan bisa dua malam. Maklum saja untuk mengerjakan tugas biasanya prinsip Sistem Kebut Semalem (SKS) yang dipegang teguh. Belum lagi harus menyicil untuk belajar bahan-bahan ujian. Buku-buku yang super tebal dan isinya berbahasa Inggris menambah kemumetan di otak.

Bayangkan saja dalam satu semester kita umumnya mengambil tujuh atau delapan mata kuliah. Setiap mata kuliah ada tugas yang berbeda-beda, buku-buku yang super banyak, dan harus memahami karakter dosen yang berbeda-beda pula. Kalo dipikir-pikir berat juga pengorbanan untuk mendapatkan sebuah lembar kertas yang bertuliskan gelar sarjana.

Ehm... jika dilihat dari cerita di atas, rasanya dunia kampus tuh memusingkan. Ya, karena kita yang membuatnya pusing. Di otak kita cuma ada tugas dan ujian. Mengapa demikian? Kita tidak mencoba menyelami dunia kampus yang sebenarnya. Biasanya kita sering membandingkan dengan anak-anak SMU atau orang yang sudah bekerja.

Di SMU tugas terasa lebih ringan, jika ulangan merah kita bisa memperbaikinya di ulangan-ulangan selanjutnya karena kesempatan memperbaiki nilai sangat besar. Berbeda di kuliah yang lebih sedikit kesempatannnya untuk memperbaiki nilai apalagi presentase UTS da UAS sangat besar. Jika membandingkan dengan para pekerja, seringkali para mahasiwa/i berpendapat enak ya sudah bekerja tidak perlu pusing dengan tugas dan ujian. Lebih enaknya lagi bisa membeli barang-barang kesukaan karena sudah memiliki penghasilan sendiri.

Pikiran membandingkan tersebut seharusnya seminimal mungkin diredam karena kita hanya akan membuat seolah-olah begitu rumitnya dunia kampus. Padahal kalo kita mau menyelaminya dunia kampus lebih dalam kita akan menemukan banyak manfaat untuk masa depan kita.

Di kampus kita mendapatkan teman-teman baru. Teman-teman yang masing-masing memiliki karakter yang berbeda-beda. Maka kita harus berusaha menyelami karakter dari masing-masing teman, belajar untuk mengetahui mana teman yang baik dan tidak. Pemahaman akan karakter seseorang akan terbawa sampai kita di dunia kerja. Kita dapat mengetahui mana orang-orang yang cocok untuk menjadi rekan kerja atau partner bisnis.

Kemudian jika kita mendapatkan dosen yang killer dan pelit nilai, kita juga dapat belajar dari hal ini. Mungkin saja dosen tidak bermaksud killer dan pelit nilai melainkan ia menginginkan para mahasiswa/I belajar dengan keras dan tidak malas. Kita dituntut membuat tugas sebaik mungkin jika menginginkan nilai yang baik pula. Hal ini sangat beralasan karena di dunia kerja kita dituntut untuk bekerja secara professional. Tidak bisa kita bermanja-manja dengan pekerjaan maksudnya yang penting selesai dikerjakan.

Bagimana dengan kita mendapatkan kelas sisa dan berjumpa dengan teman-teman yang asing? Kita pun harus bisa mengambil manfaat positifnya. Mendapatkan kelas sisa berarti memberi kita pelajaran bahwa kita harus siap di situasi apa pun. Kita harus belajar menjadi manusia dewasa yang mandiri. Kita tidak boleh bergantung terhadap hal-hal yang memanjakan seperti bersama teman-teman se-gank, dosen yang baik dan tidak pelit nilai. Karena semua ini akan membuat kita semakin manja dan terlena untuk berada di suasana yang selalu nyaman.  

Bermanfaat bukan dunia kampus dengan banyak tugas dan dosen killer serta pelit nilai. Asalkan kita bisa mengambil manfaat dari kemumetan-kemumetan yang ada di kuliah, pasti kita akan dapat menjalaninya dengan senang. Semua itu tentu saja untuk masa depan kita agar menjadi pemuda yang lebih berkualitas bagi diri sendiri, sesama, bangsa dan negara.

Komentar Anda
Pengirim : Virdane
wah terima kasih banyak mba vina atas artikelnya, saya sebagai mahasiswa yang baru masuk jadi lebih termotivasi buat lebih semangat lagi kuliahnya. Arigato Thank you.
Pengirim : Sekigawa
Nah betul banget.. Sayang para mahasiswa kita banyak yang belum bisa memahami akan hal ini.. Tentunya harus ada sosialisasi/pengarahan ya..
     1     
( View : 3428 | Refer : 2 | Print : 316 | Rate : 9.00 / 1 Votes )
Artikel Selanjutnya :
Tukang Parkir Yang Bodoh (Campus Corner) - Senin, 10-November-2008
9 Manfaat Menulis Diari Sebagai Terapi Kesuksesan (Campus Corner) - Senin, 09-Pebruari-2009
Saklar Motivasi (Campus Corner) - Sabtu, 07-Maret-2009
Make Me Feel Important, Mantra Jimat Penakluk Manusia (Campus Corner) - Senin, 25-Mei-2009
Artikel Sebelumnya :
Ibu Komunikasi Anak (Campus Corner) - Rabu, 29-Oktober-2008
Berani Mengangkat, Berani Meletakkan (Campus Corner) - Selasa, 07-Oktober-2008
Membangun Komunikasi Anak (Campus Corner) - Kamis, 17-Juli-2008
Tipe-tipe Penghambat Kemajuan (Campus Corner) - Kamis, 12-Juni-2008
Kacamata Suasana (Campus Corner) - Kamis, 05-Juni-2008
Menu Artikel
»   Kumpulan Catatan Andrie Wongso
»   Kumpulan AW Artikel
»   Kumpulan Artikel Tetap
»   Kumpulan Artikel Anda
»   Kumpulan Ada Ada Saja
»   Kumpulan AW Corner
»   Kumpulan AW Inspirational Video
»   Kumpulan AW Jokes
»   Kumpulan Campus Corner
»   Kumpulan English Corner
»   Kumpulan Entrepreneur Corner
»   Kumpulan Family Corner
»   Kumpulan Health Corner
»   Kumpulan Peristiwa Luar Biasa
»   Kumpulan Serba Serbi
»   Kumpulan Sports Corner
»   Kumpulan Success Story
»   Kumpulan Tahukah Anda
Mau Berbagi ?
Sahabat-sahabat yang LUAR BIASA... Cerita, Motivasi, Semangat ada tidak hanya untuk diri sendiri, tapi alangkah baiknya kita berbagi bersama.
Untuk itu mari kita bersama-sama saling berbagi cerita-cerita motivasi dengan menekan MAU BERBAGI? dipojok kanan atas atau klik Kirim Artikel
Produk Motivasi

Paket CD Motivasi

...
Rp 210.000,00
Powered by:
Site Map - Copyright © 2006-2010 Andriewongso.com Action & Wisdom Motivation Training. All Rights Reserved
Bijaksana Kata Motivasi Motivasi Kata-kata Motivasi Kata Mutiara Kata Bijak Persahabatan Motivation Motivate Motivational Semangat