Ini adalah kali pertama saya mengikuti seminar hypnotherapy , ada rasa penasaran yang luar biasa untuk mengetahui bagaimana rasanya terjun ke masa lalu, kembali menjadi muda bahkan menjadi sang janin yang berdiam di kandungan sang bunda. Lalu
dengan melewati terowongan waktu, saya dapat menikmati kehidupan masa
lalu, mencari alasan keberadaanku saat ini. (Setidaknya itu yang
terbayang olehku ketika diajak untuk menghadiri sebuah seminar
hypnotherapy di Medan, kita akan dibawa menerusuri jejak masa lalu.
Acara
pun dimulai, kebetulan saya duduk di barisan terdepan, ada harapan
untuk terpanggil sebagai salah satu peserta yang mengalami fenomena
tersebut, tapi kelihatannya saya harus cukup puas sebagai penonton
saja, karena melalui dua kali test ternyata saya tidak cocok untuk
terpilih sebagai salah satu peserta yang akan menjalani perjalanan
waktu itu.
Akhirnya
terpilih lima orang untuk mengikuti ritual penelusuran lorong waktu
itu, yang menarik adalah ketika mereka mulai ditidurkan dalam keadaan
sadar dan memasuki dunia kanak-kanak mereka. Salah satu peserta seperti
tertawa sendiri, lalu kemudian ia menangis karena melihat bayangan
bunda, terutama ketika ia memasuki dunia janin, ia merasa begitu
terlindungi oleh bunda tapi ia merasa belum cukup memberikan cintanya
pada beliau (Aku sungguh sudah melupakan kata-kata yang keluar dari
peserta itu, karena pada saat itu aku malah lebih fokus dengan bayangan
Bundaku sendiri, ada air mata yang juga ikut turun dari sudut-sudut
mataku, aku tiba-tiba merindukan pelukan Bunda, rasanya
menyusup jauh ke dalam sum-sum tulangku, mungkin aku juga terlibat
secara emosional memasuki lorong waktu itu, bertemu dengan bayangan
Bunda)
Dan
untuk penelusuran lebih jauh melewati masa janin, saya tidak mau ambil
bagian untuk membahasnya, karena selalu ada saja opini-opini
kontroversial yang akan bermain di sana, saya biarkan saja tetap
seperti kata guru ku. Setelah mengikuti seminar ini, saya menjadi
"TAHU" kalau saya "TIDAK TAHU" dari mana saya berasal dan saya juga
"TIDAK TAHU" hendak kemana nantinya. Biarlah waktu yang akan memberitahukan aku nantinya.
Tetapi
selalu ada pembelajaran di dalamnya, terutama seperti saat ini, saat
menerima input baru, ada persepsi-persepsi baru yang akan segera
mengisi pundi pikiran ini.
Dari kelas itu kita dapat belajar me-reframe persepsi
lama yang merugikan, catatan yang sudah terlanjur tertanam di dalam
alam bawah sadar kita dibawa keluar dan diberi bingkai baru yang
positip sehingga pundi pikiran kita segera terisi dan bersinar oleh
energi positip.
Terlepas dari percaya atau tidaknya dengan perjalanan lorong waktu itu, saya selalu setuju dengan ritual hypnotist ini pada saat dilakukan untuk penyembuhan batin, karena
selalu menarik untuk diikuti, karena selalu ada pencerahan dalam setiap
penelusurannya, sehingga hati dapat menerima keadaan, memaklumi dan
memaafkan. Walau dalam perjalanannya kadang ada tangis yang memilukan, tapi pelepasan itu merupakan ritual dari penyembuhan yang melegakan.
Bahkan
ketika kita hanya sebagai penonton saja, saya melihat sejumlah mata
tampak berkaca-kaca ketika para penjelajah lorong waktu kembali ke masa
muda bertemu dengan bunda, saya sendiri menikmati moment tersebut,
kerinduan akan bunda yang penyayang membuat kita terharu, tapi ingatan
semacam itu justru lebih mengingatkan kita untuk memberikan kasih kita
selama masih sempat kita berikan. Pelajaran ini
seharusnya tidak membuat kita berandai-andai lagi, kita tak seharusnya
lagi berkata "Andai aku diberi kekayaan, tentu aku akan membahagiakan
bundaku", "Andai aku ada waktu, aku tentu akan menemani ibuku" atau
"Andai mamaku masih ada, tentu aku akan menyayanginya sepenuh hati,
memberikan pelayanan yang terbaik, menjaganya dan merawatnya dengan
kasih sayang."
Pelajaran
ini seharusnya mengingatkan kita tentang HIDUP HARI INI, ketika kita
ada saat ini, ketika Bunda ada di samping kita saat ini. Mengapa kita tak memberikan cinta kita saat ini juga? Mengapa
kita tidak segera bersujud di bawah kaki bunda, menciumnya dan lalu
mengatakan "Aku mencintaimu Mama" (Jangan sampai kita hanya bisa
mengucapkannya KEMUDIAN, di saat Bunda yang pengasih tidak ada di
samping kita, di saat kita hanya mampu mengucapkannya melalui mimpi,
dalam tidur yang sadar seperti di kelas ini atau melalui DOA)
Mungkin
saat ini Anda seperti saya, kesempatan untuk mengatakannya memang harus
melalui alternatif dunia bawah sadar, mengali persepsi tentang Bunda
yang welas asih dari catatan-catatan masa lalu kita, tapi setidaknya
kita masih memiliki ayah, saudara, atau orang-orang terkasih lainnya
yang merupakan ladang bagi kita menanamkan bibit kasih. Sehingga kelak kita tak lagi berandai-andai dengan tindakan kita.
Saya yakin mama di atas sana setuju dan akan tersenyum untuk kita semua.
Saya juga yakin kalau mama menemaniku tadi, saat mengikuti kelas hypnotherapy itu.
" I Love You Mom "
Salam Sukses Selalu
Seng Guan CPLHI
Regional Manager PT.Arthamas Konsulindo
PSDM Siddhi Medan
sengguanjr@yahoo.com
http://www.sengguan-wisdom.blogspot.com/
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Seng Guan CPLHI ( Daftar Artikel Selengkapnya )
|
 |
Belajar Kungfu dari Panda bagian I
|
 |
Lampu Merah Harapan
|
 |
Law OfLove
|
 |
Catatan Kecil Di Hari Valentine
|
 |
Mukzizat Keikhlasan
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Tips Kesuksesan Ala Socrates
(Artikel Tetap) -
Senin, 27 Oktober 2008
|
 |
Hujan Di Balik Jendela
(Artikel Tetap) -
Selasa, 28 Oktober 2008
|
 |
Are You Tgif Or Tgim Person
(Artikel Tetap) -
Rabu, 29 Oktober 2008
|
 |
Hukum Kepercayaan
(Artikel Tetap) -
Kamis, 30 Oktober 2008
|
 |
Pabrik Sepatu
(Artikel Tetap) -
Sabtu, 01 November 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Perbaiki Hubungan Dengan Kata Maaf
(Artikel Tetap) -
Jumat, 24 Oktober 2008
|
 |
Semangat Menghargai Apa Yang Kita Punya
(Artikel Tetap) -
Kamis, 23 Oktober 2008
|
 |
Jangan Mau Jadi Pengusaha
(Artikel Tetap) -
Rabu, 22 Oktober 2008
|
 |
Mengaku
(Artikel Tetap) -
Selasa, 21 Oktober 2008
|
 |
Salah Satu Penghambat Kesuksesan
(Artikel Tetap) -
Jumat, 17 Oktober 2008
|
|
|