Minggu, 28-September-2008; 08:54:35 WIB Facing The Reality ( 0 Komentar )
- Klik Profil Penulis
Oleh : Peter Lim
You must take personal responsibility. You cannot change the circumstances, the seasons, or the wind, but you can change yourself. That is something you have charge of. Jim Rohn Ini adalah 2 (dua) buah contoh rintangan yang harus dihadapi.
Orang Jepang menyukai ikan segar dan jumlah ikan segar di perairan Jepang semakin hari semakin terbatas. Untuk mengantisipasi dan memenuhi kebutuhan ikan segar ini maka dibuatlah kapal – kapal besar agar bisa menuju area yang lebih jauh dan juga mendapat ikan segar yang lebih banyak.
Permasalahan I adalah ikan yang berhasil ditangkap dan kemudian dimasukkan ke dalam kulkas, rasanya tidak lagi segar karena ikannya telah membeku dan orang Jepang tidak menyukainya.
Permasalahan II adalah ikan yang berhasil ditangkap dan kemudian dimasukkan ke dalam kolam, rasanya juga tidak segar karena ikannya tidak bergerak dan orang Jepang tidak menyukainya.
“To think creatively, we must be able to look afresh at what we normally take for granted”. George Kneller.
Semua orang tahu, kutub Utara tempat yang sangat dingin dan disini berdiam orang – orang Eskimo. Sebagai seorang Marketer, anda diharuskan menjual kulkas di daerah ini. Jika tidak sanggup maka pekerjaan anda akan hilang alias dipecat.
“Many ideas grow better when transplanted into another mind than in the one where they sprung up”. Oliver Wendell HolmesMenghadapi kedua hal ini, langkah apakah yang akan anda terapkan ? Mengundurkan diri atau menghadapinya ? Jika anda mengundurkan diri berarti anda adalah The Loser tetapi jika anda mau menghadapinya dengan cara smart, maka akan jadi The Winner. Adapun cara smart untuk meng handle kedua rintangan ini adalah :
Keinginan orang Jepang adalah ikan segar. Dimasukkan di kulkas (jadi beku) dan kolam (tidak bergerak) = jadi tidak segar. Untuk mendapatkan ikan yang segar, tiada pilihan lain yaitu ikan harus dalam keadaan hidup dan supaya ikan senantiasa bergerak / aktif, inilah permasalahannya. Solusi agar ikan senantiasa bergerak, tiada cara lain yaitu dengan mengadakan sedikit pengorbanan. Ke dalam kolam dimasukan anak ikan Hiu sehingga secara otomatis ikan – ikan akan berlarian menyelamatkan diri. “What a man really wants is creative challenge with sufficient skills to bring him within the reach of success so that he may have the expanding joy of achievement” Fay B. Nash
Yang terpenting dalam memasarkan / menjual suatu produk adalah menjelaskan manfaat – manfaatnya secara detail, mis. : keefisiensian, keamanan, kwalitas, irit energy ketersediaan dan bukan bentuk dari suatu produk. Demikian juga halnya dengan orang Eskimo. Jika hanya dijelaskan bentuk kulkas yang artistik, murah, model terbaru, tahan banting, dan lain sebagainya. Sampai kapanpun mereka tidak akan mau membelinya karena tiada manfaatnya. “We are built to conquer environment, solve problems, achieve goals, and we find no real satisfaction or happiness in life without obstacles to conquer and goals to achieve” Maxwell Maltz. Tetapi jika dijelaskan manfaat – manfaatnya bahwa dengan adanya kulkas maka akan :
EFISIEN. Hasil tangkapan yang didapat hari ini, bisa disimpan untuk keesokan harinya atau lusa dan tidak perlu dibuang karena tidak habis dikonsumsi.
AMAN : Sisa – sisa hasil tangkapan yang disimpan di kulkas akan aman dikonsumsikan dalam jangka waktu tertentu.
KWALITAS : Kwalitas kulkas sangat baik sehingga tahan untuk jangka waktu yang lama.
LISTRIK : Pemakaian listrik sangat minimal sehingga tidak membebankan keluarga.
SPAREPART : Untuk spare part tersedia dimana – mana dan mudah didapatkan serta harganya cukup ekonomis.
Jika ingin sukses maka apapun rintangan yang timbal, harus segera dihadapi dan jangan lari dari kenyataan. Melalui banyaknya rintangan yang dihadapi, secara tidak langsung pula akan membuat diri seseorang semakin professional dalam bidangnya. “To succeed... you need to find something to hold on to, something to motivate you, something to inspire you” Tony Dorsett
|
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA
Komentar Artikel :
Belum Ada Komentar Untuk Artikel Diatas. Posting komentar Anda