Pernahkah Anda mendengar
Sekolah Alam? Di Indonesia trend sekolah
ini sedang naik daun. Murid belajar di
alam terbuka dan mereka mempelajari segala sesuatu mengenai alam dan lingkungan
yang sangat bermanfaat bagi proses pembelajaran anak-anak. Mereka diajarkan dengan mengamati langsung di
lapangan. Jadi bukan sekedar hafalan seperti di sekolah umum
(yang sebenarnya lebih banyak memasung kreativitas murid).
Alam mengajari kita
banyak hal tentang hidup dan kehidupan.
Alam mengajak kita untuk belajar kehidupan setiap saat. Benjamin Franklin mengatakan, " Umumnya
manusia akan meninggal di usia 25 tahun namun baru dimakamkan di usia 70
tahun." Arti kalimat ini jelas bahwa
umumnya manusia mengejar cita-cita sebelum usia 30 tahun, manusia pada umumnya
hidup dengan mengulangi rutinitas setelah usia 30 tahun. Oh alangkah sedihnya! Senada
dengan Benjamin, Henry Ford pernah mengatakan bahwa "Anyone who stops
learning is old, whether at twenty or eighty. " (Seseorang yang berhenti belajar adalah sudah
tua, baik ketika berhenti berusia dua puluh atau delapan puluh tahun.). Marilah kita terus belajar, termasuk belajar
ke alam!
Perhatikan sebuah
benih beringin. Jika benih ini tumbuh di
tempat yang tepat (subur dan cukup air) maka beringin bisa menjadi pohon
raksasa yang berumur hingga ratusan tahun.
Namun jika beringin ini kita taruh di media tanam (pot) yang terbatas,
beringin akan menjadi pohon kerdil.
Pohon kerdil ini bisa menjadi indah jika kita bentuk menjadi tanaman
bonsai.
Demikian juga dengan
manusia. Walaupun kita mempunyai talenta
luar biasa, jika kita berada di lingkungan yang tidak mendukung maka selamanya
kita akan menjadi "kerdil". Namun jika
kita menemukan lingkungan yang tepat maka segala potensi kita akan keluar secara
optimal. Kita bahkan bisa menjadi
"raksasa" karena mampu mengeluarkan "hero" yang ada di dalam diri kita.
Ingat Andy Noya
pengasuh Kick Andy di Metro TV? Pada tahun 1990-an saya suka mendengar Andy
Noya bersama Hersubeno Arif dll. di salah satu acara pagi radio Trijaya
FM. Setelah itu Andy berkarir di RCTI,
bahkan pernah membintangi iklan BCA - hingga akhirnya Andy Noya hijrah ke Metro
TV. Ketika program "Kick Andy" melejit
tiba-tiba Andy Noya memutuskan hengkang dari Metro TV yang telah memberinya
posisi puncak. Ibarat pohon beringin
tadi, kapasitas Andy mungkin sudah bukan di Metro TV lagi. Andy ingin meninggalkan comfort zone, mencari kebahagiaan hakiki dan berusaha mandiri untuk
menemukan "pot" atau "kolam" yang lebih
besar.
Setiap hujan turun
akan timbul pelangi yang berwarna-warni.
Di dalam kehidupan kita, tidak mungkin kesusahan hidup akan menghinggapi
kita terus menerus. Ingat, Tuhan tidak
akan mengubah nasib manusia kecuali manusia itu sendiri yang harus berusaha
mengubahnya! Cobaan yang diberikan Tuhan
kepada manusia pasti akan mampu kita sandang.
Jika kita mau berusaha sekuat
tenaga, gigih dan pantang menyerah, berani mengambil resiko menangkap peluang
maka nasib kita akan berubah.
Kebahagiaan pasti akan datang.
Kesuksesan yang kita idam-idamkan pasti akan kita raih.
Kambing gunung
mengajari anak-anaknya mencari rumput segar di pegunungan. Namun demikian, anak-anak kambing gunung ini
diajari induknya supaya berlari dan menghindar secara gesit dari tangkapan
harimau gunung. Induk harimau gunung
mengajari anaknya untuk pintar berburu kambing gunung dengan cara menghadang
dan menerkamnya pada saat berkumpul mencari rumput. Jika harimau gunung diajak berlari tentu akan
kalah cepat dan gesit daripada kambing gunung.
Demikianlah alam mengajarkan kepada kita bahwa kesempatan (peluang)
sebenarnya selalu ada, tergantung bagaimana kita melakukan persiapan untuk
menangkap kesempatan tersebut. Tanpa
persiapan yang baik maka
kesempatan-kesempatan akan lewat dengan percuma!
Secara alami air
mengalir selalu mencari tempat yang lebih rendah. Seperti halnya dengan kita, apa yang kita
lakukan setiap hari, kata-kata yang keluar dari mulut kita setiap hari akan
selalu terekam di benak anak-anak kita.
Anak yang lahir dengan polos ibarat kertas putih yang siap kita tulisi
dengan kata-kata yang indah. Jika kita
menulisinya dengan kata-kata yang kotor maka kertas putih ini akan menjadi
kotor pula. Jangan selalu menyalahkan
anak tentang hasil yang kurang memuaskan yang dia peroleh. Bangkitkan semangat mereka untuk berkarya
lebih baik. Berikan apresiasi positif
untuk memberi semangat mereka. Jangan pula terlalu memanjakan anak, biarkan mereka
tumbuh wajar. Insya Allah anak kita menjadi pribadi luar biasa yang kita
idam-idamkan.
Bencana alam gunung
meletus, tsunami, dan gempa bumi merupakan tanda-tanda alam yang harus kita
cermati. Banjir, kebakaran hutan dan pemanasan global merupakan contoh-contoh kerusakan
alam terjadi karena ketidakseimbangan akibat ulah manusia yang tidak bertanggungjawab.
Tanda-tanda alam tersebut mengingatkan kita untuk selalu berbuat yang jujur,
bertanggungjawab dan menjauhi keserakahan.
Jika akhir-akhir ini
Indonesia dilanda berbagai macam bencana alam, maka sudah selayaknya semua
pemimpin mulai dari Presiden dan kabinetnya, pejabart di provinsi hingga
tingkat kelurahan, militer, polisi,
anggota DPR dan kita semua menghilangkan penyakit korupsi, kolusi, nepotisme.
Compang-camping Indonesia hingga
kini dikarenakan hukum yang masih bisa ditawar.
Hukum yang masih bisa dinegosiasi ataupun dilanggar.
Jika Indonesia mau
maju, prioritas utama adalah dengan penegakan hukum di semua bidang. Jika hukum ditegakkan maka secara tidak
langsung akan mengembalikan keseimbangan alam Indonesia. Hutan menjadi hijau subur jauh dari pencurian
oleh oknum-oknum yang seharusnya melindungi kelestarian hutan. Terorisme dan separatisme akan terkikis. Iklim bisnis meningkat karena tidak ada atau
seminimal mungkin biaya siluman. Investor
akan berbondong-bondong ke Indonesia. Lapangan
kerja akan semakin banyak. Pariwisata
akan bangkit. Semakin sedikit jumlah pengangguran dan
tingkat kejahatan. Pelan tapi pasti
keadilan dan kesejahteraan sosial akan meningkat. Kapan ya Indonesia tercinta ini bisa bangkit
dan disegani? Marilah kita mulai dari
diri kita sendiri!
Salam never give-up!
Final Prajnanta
-
Penulis dan pemerhati di
bidang motivasi
-
Penulis bisa dihubungi
di finprajnanta@gmail.com
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Final Prajnanta ( Daftar Artikel Selengkapnya )
|
 |
The Power Of Change
|
 |
Fokus Ke Tujuan, Bukan Ke Rintangan
|
 |
The Power Of Open Mind
|
 |
Never Ever Give-up
|
 |
Hidup Mengalir Seperti Air
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Tiga Hari Untuk Limabelas Menit
(Artikel Tetap) -
Selasa, 23 September 2008
|
 |
Off Night
(Artikel Tetap) -
Kamis, 25 September 2008
|
 |
Sudahlah, Saya Maafkan
(Artikel Tetap) -
Jumat, 26 September 2008
|
 |
Facing The Reality
(Artikel Tetap) -
Minggu, 28 September 2008
|
 |
Menghakimi
(Artikel Tetap) -
Senin, 29 September 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Pikiran Yang Sehat
(Artikel Tetap) -
Minggu, 21 September 2008
|
 |
Teachable Moment
(Artikel Tetap) -
Sabtu, 20 September 2008
|
 |
Walking Alone
(Artikel Tetap) -
Jumat, 19 September 2008
|
 |
Maka, Bergaullah
(Artikel Tetap) -
Kamis, 18 September 2008
|
 |
The Pianist In The Shopping Mall
(Artikel Tetap) -
Rabu, 17 September 2008
|
|
|