Fakta menunjukkan bahwa, Kita
hampir tidak pernah lupa untuk menjaga kesehatan Jasmani kita, kita
memberikan makan padanya 3 kali sehari, kita mandikan dan bersihkannya
setiap hari, kita tahu ketika tubuh ini akan sakit, kita tahu ketika
jasmani ini tidak sehat. Bahkan sedikit bau badan saja sudahtercium dan terasa tidak enak.Tapi,
Apakah kita juga tidak pernah lupa menjaga kebersihan Pikiran kita?
Tapi, apakah bau amis dan tak enak dari sampah-sampah pikiran tercium
dan terasa oleh kita?Kita
sering dihinggapi rasa cemas, cemburu, iri hati, marah, benci dan putus
asa, yang menghajar kita tanpa kita MAU mengelaknya, dan bahkan
membiarkan hal itu perlahan-lahan mengerogoti pikiran kita.Kita biarkan sampah-sampah itu bertumpuk kian hari kian meninggi.
Dan
akibatnya kita menderita, ironisnya kadang penderitaan itu kita
transfer kepada yang lain, dengan ikut melukai hati dan perasaan mereka
dengan rasa cemas, cemburu, iri hati, marah, benci dan putus asa.Lalu
terbentuklah semacam siklus penderitaan yang tiada hentinya, berputar
dan terus berputar, sampai ada individu yang memutuskan rantai
penderitaan itu dengan energy positif yang dipunyainya.Dan untuk itu, diperlukan PIKIRAN yang SEHAT.
Salah satu penyebab mengapa penyakit pikiran sekarang inibegitu
gampang menyerang pertahanan kita adalah bahwa dalam kondisi
mondernisasi ini, hidup kita dipenuhi dengan banyaknya tekanan
kebutuhan, berita-berita di TV dan koran pun meluncurkan cerita-cerita
sedih yang cenderung negative (kekerasan, kerusuhan, bencana alam dan
berita duka lainnya seakan menjadi sarapan pagi kita, tanpa terasa
menyusup jauh ke dalam alam bawah sadar kita, menjadi bagian dari diri
kita)Secara
perlahan tapi pasti, pikiran kita tergerogoti, kita tumbuh menjadi
orang yang menderita penyakit pikiran, fenomena ini hampir seperti
perangkap "COMFORT ZONE", kita tak menyadari bahwa kita telah
terjangkit penyakit itu, ketika disadari,kita hampir tak punya kekuatan untuk melawannya, dan segera kita menjadi bagian dari kerusakan itu.
Saatnya untuk berbenah diri, saatnya untuk menjaga kesehatan dari Pikiran kita.Seperti juga kesehatan jasmani, makauntuk menjaga kesehatan pikiran jika juga harus memberikan makanan yang bergizi dan bervitamin, makanan empat sehat lima sempurna.Sehat pertama adalah mendengarkan kata-kata indah, kata-kata yang memotivasi, kata-kata yang mencerahkan,inilah obat untuk pikiran yang mampu membendung derasnya arus negatif.
Sehat
kedua adalah melakukan hal-hal yang mendatangkan kebahagiaan dan
melapangkan dada kita, dengan semakin terbiasanya kita melakukan hal
tersebut, kita akan segera menerima konsekwensinya yaitu "KEBAHAGIAAN"sehat ketiga adalah berteman dengan orang-orang yang menjadi sumber pencerahan dan menjauhi sumber kata-kata negatif.sehat keempat adalah melakukan perenungan, dengan perenungan kita akan semakin dewasa dan sadar. Dan akan menjadi lima sempurna dengan rasa syukur dan DOA.Lalu
pikiran kita pun akan sebening air, sehat dan menyegarkan, bukan saja
menyegarkan diri sendiri, tapi juga menyegarkan bagi orang lain.Selamat mencoba, semoga kita dapat saling menjaga kebersihan dan kesehatan Pikiran kita.
Salam Sukses Selalu
Seng Guan CPLHI
Regional Manager PT.Arthamas Konsulindo
PSDM Siddhi Medan
sengguanjr@yahoo.com
http://www.sengguan-wisdom.blogspot.com/
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Seng Guan CPLHI ( Daftar Artikel Selengkapnya )
|
 |
Become A Good Driver
|
 |
Renungan Akhir Tahun
|
 |
Ratapan (curiga) Anak Tiri
|
 |
Berapa Harga Secangkir Teh?
|
 |
Penerangan Ketika Listrik Padam
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Belajar Dari Alam
(Artikel Tetap) -
Senin, 22 September 2008
|
 |
Tiga Hari Untuk Limabelas Menit
(Artikel Tetap) -
Selasa, 23 September 2008
|
 |
Off Night
(Artikel Tetap) -
Kamis, 25 September 2008
|
 |
Sudahlah, Saya Maafkan
(Artikel Tetap) -
Jumat, 26 September 2008
|
 |
Facing The Reality
(Artikel Tetap) -
Minggu, 28 September 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Teachable Moment
(Artikel Tetap) -
Sabtu, 20 September 2008
|
 |
Walking Alone
(Artikel Tetap) -
Jumat, 19 September 2008
|
 |
Maka, Bergaullah
(Artikel Tetap) -
Kamis, 18 September 2008
|
 |
The Pianist In The Shopping Mall
(Artikel Tetap) -
Rabu, 17 September 2008
|
 |
Passion Adalah Bahan Bakar Bagi Pencapaian Puncak Prestasi
(Artikel Tetap) -
Selasa, 16 September 2008
|
|
|