Ayo Berbagi motivasi dan semangat
Pusat Artikel Motivasi, Cerita Motivasi dan Kata Bijak
 
Home
Profile AW
Interaksi AW
Artikel AW
AW 4U
FREE Corner
AW Shop
Majalah LuarBiasa
 
Artikel Tetap
Penulis : Seng Guan CPLHI ( Profil Penulis )
Rating Artikel :
Jumat, 12-September-2008
Memang baik menjadi orang terhormat, tapi lebih terhormat menjadi orang yang baik.

Dan cerita ini dimulai dari sebuah buku pelajaran hidup yang telah berumur ratusan tahun lamanya.

Konon, hiduplah seorang pemuda yang bernama Sigala, pagi-pagi sekali pemuda desa ini telah berangkat dari rumahnya menuju sebuah tempat persembahan, sesampainya di sana ia segera merapatkan kedua tangannya dan melakukan penghormatan ke setiap penjuru mata angin utama, ke Timur, Selatan, Barat dan Utara serta ke atas dan ke bawah.

Pada kesempatan yang sama, Sang Guru melewati kawasan tersebut dan melihat aktivitas menarik yang dilakukan pemuda Sigala itu, lalu Sang Guru bertanya pada Sigala mengapa ia melakukan aktivitas itu?

Si Pemuda lalu berkata bahwa itu adalah pesan dari orang tuanya sebelum meninggal, “Sebagai anak yang baik, engkau harus menyembah berbagai arah bumi dan langit!”Karena menghormati kata-kata ayahnya, mengindahkannya, menjunjungnya dan menganggap suci, maka si Pemuda melaksanakan petuah tersebut.

Sambil tersenyum, sang guru berkata bahwa ke-enam arah itu tidak seharusnya dihormati dengan cara demikian, ada pesan yang moral yang disampaikan sang ayah kepadanya melalui perumpamaan dari ke-enam arah tersebut.

Timur selalu dilambangkan sebagai “Pendahulu”, seperti hari yang dimulai dengan terbitnya matahari dari timur, ayah dan ibu dipandang sebagai awal dari kehidupan. Dari kasih sayang mereka maka kita dilahirkan di dunia ini, selanjutnya dirawat dan dibimbing sampai mandiri.

Seperti arah pergerakan matahari, arah Barat berada di belakang dari Timur.Setelah matahari mencapai tengah hari, ia akan kembali ke peraduannya di Barat, demikian juga anak dan istri yang mengikuti dari belakang, pada akhirnya mereka akan menemani kita.

Jika kita menghadap ke arah timur, maka arah Selatan adalah berada di tangan kanan kita, dengan tangan inilah kita dituntun, dibimbing oleh guru-guru kita.

Arah Utara melambangkan Sahabat dan sanak keluarga yang siap membantu kita mengatasi kesulitan yang ada dalam kehidupan ini.

Atas (Arah Zenith) melambangkan guru-guru spiritual (rohaniawan) yang kita junjung tinggi, yang memberikan pencerahan spiritual dalam kehidupan ini dan

Arah bawah (Nadir) melambangkan pelayan dan karyawan yang juga harus dihargai, karena telah membantu kita dalam usaha dan kerja.

Sang Guru kemudian mengatakan bahwa inilah ke-enam arah penghormatan yang harus kita lakukan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Lalu, sudahkan kita melakukan penghormatan itu?

Sudahkah kita menghormati orang tua kita? Atau malah kita menganggapnya sebagai beban dari hidup kita?Cerita lama di bawah ini mungkin dapat mengingatkan kita kembali akan arti sebuah penghormatan kepada orang tua kita.

Cerita ini mengenai seorang kakek yang tinggal bersama sang anak dan menantunya. Karena sudah tua dan sakit-sakitan, kakek ini dianggap hanya menambah beban keluarga ini saja, maka setelah melalui diskusi panjang, suami istri ini akhirnya berencana melenyapkan kakek itu, dengan membawanya ke hutan dan membiarkannya tinggal di sana bersama kumpulan orang-orang jompo yang terbuang.

Disiapkanlah sebuah keranjang rotan yang akan membawa sang kakek itu ke hutan, ketika kakek tua itu hendak diangkut ke dengan keranjang itu, sang cucu tiba-tiba muncul dan berkata. “Pa, Ma, jangan lupa bawa pulang keranjang rotan itu ya”

Suami istri itu sempat terkejut dan berkata “Untuk apa keranjang itu Nak?”

Sang cucu itu menjawab dengan enteng “Untuk ayah dan Ibu kelak!”

Sontak, Suami istri ini tercerahkan.

Ada kalanya ketika kita melakukan penghormatan pada arah Barat (anak-istri(suami)) , kita malah melupakan penghormatan pada arah Timur, yang merupakan awal dari kehidupan kita.

Ke-enam arah penghormatan adalah sama pentingnya dalam kehidupan ini, kita tidak bisa hanya menghormati arah tertentu saja, keselarasan terjadi ketika kita mampu menyeimbangi penghormatan kita pada arah-arah tersebut.

Kita menghormati orangtua kita, anak dan istri(suami), guru, sahabat dan sanak keluarga, rohaniawan dan pelayan kita dalam satu kesatuan yang tak terpisahkan.

Dalam kehidupan sosial kita saat ini, penghormatan pada arah NADIR lebih sering kita lupakan, pelayan dan karyawan sering kita anggap hanya seperti sapi perah, padahal dalam satu organisasi perusahaan, pelayan dan karyawan adalah ujung tombok dalam keberhasilan perusahaan, perusahaan tak mungkin berjalan tanpa mereka.Ketika kita membangun karyawan, kita telah membangun perusahaan.Dan pada saat kita telah mampu menghormati Six Direction of Honourtersebut, kita sendiri akan menjadi orang yang terhormat, orang yang Honourable. Karena pada dunia ini ada HUKUM AKSI-REAKSI yang berjalan.

Salam Sukses Selalu

Seng Guan CPLHI

Regional Manager PT.Arthamas Konsulindo Medan

PSDM Siddhi Medan

sengguanjr@yahoo.com

http://www.sengguan-wisdom.blogspot.com/

Komentar Anda
Pengirim : Zul Eddy Wardhana
cerita ini sangat bermakna dan bermanfaat bagi Saya, kadang-kadang kita melupakan jerih payah orang tua yg sdh membesarkan kita. kadang kita malah menghormati orang lain yang hanya punya sedikit budi kpd Kita dibanding ortu yang sdh melahirkan dan membesarkan kita. Jadi setelah membaca artikel ini banyak hal/manfaat yang Saya dapatkan dalam menghormati Ortu dan orang2 sekeliling kita. Bravo..Bravo...
     1     
( View : 1619 | Refer : 2 | Print : 122 | Rate : 8.00 / 1 Votes )
Artikel Selanjutnya :
Menjadi Berguna Dan Berkompeten (Artikel Tetap) - Sabtu, 13-September-2008
Kesuksesan Sama Dengan Ukuran Seberapa Besar Anda Menguntungkan (Artikel Tetap) - Senin, 15-September-2008
Passion Adalah Bahan Bakar Bagi Pencapaian Puncak Prestasi (Artikel Tetap) - Selasa, 16-September-2008
The Pianist In The Shopping Mall (Artikel Tetap) - Rabu, 17-September-2008
Maka, Bergaullah (Artikel Tetap) - Kamis, 18-September-2008
Artikel Sebelumnya :
Tingkatkan Kualitas Pelayanan Pribadi Anda (Artikel Tetap) - Kamis, 11-September-2008
Sikap Dan Pola Pikir Yang Positif (Artikel Tetap) - Rabu, 10-September-2008
Jangan Percaya Modal Dengkul (Artikel Tetap) - Selasa, 09-September-2008
Narsis Itu Perlu (Artikel Tetap) - Selasa, 09-September-2008
Embun Pagi (Artikel Tetap) - Senin, 08-September-2008
Menu Artikel
»   Kumpulan Catatan Andrie Wongso
»   Kumpulan AW Artikel
»   Kumpulan Artikel Tetap
»   Kumpulan Artikel Anda
»   Kumpulan Ada Ada Saja
»   Kumpulan AW Corner
»   Kumpulan AW Inspirational Video
»   Kumpulan AW Jokes
»   Kumpulan Campus Corner
»   Kumpulan English Corner
»   Kumpulan Entrepreneur Corner
»   Kumpulan Family Corner
»   Kumpulan Health Corner
»   Kumpulan Info Terkini
»   Kumpulan Peristiwa Luar Biasa
»   Kumpulan Resensi Buku
»   Kumpulan Serba Serbi
»   Kumpulan Serba Serbi Olimpiade
»   Kumpulan Smartorial
»   Kumpulan SMS
»   Kumpulan Sports Corner
»   Kumpulan Success Story
»   Kumpulan Tahukah Anda
Mau Berbagi ?
Sahabat-sahabat yang LUAR BIASA... Cerita, Motivasi, Semangat ada tidak hanya untuk diri sendiri, tapi alangkah baiknya kita berbagi bersama.
Untuk itu mari kita bersama-sama saling berbagi cerita-cerita motivasi dengan menekan MAU BERBAGI? dipojok kanan atas atau klik Kirim Artikel
Powered by:
Profil Motivator nomor 1 Indonesia, Artikel, T.Motivasi, Testimoni, dan Share & Be Happy. Serta kunjungi AW Shop dan Galeri Foto
Copyright © 2006-2010 Andriewongso.com Action & Wisdom Motivation Training. All Rights Reserved
Motivation Motivator Motivational Bijaksana Kata Motivasi Motivasi Motivate Kata-kata Motivasi Kata Mutiara Kata Bijak Persahabatan Semangat