Kamis, 03-Mei-2007; 10:59:31 WIB
Lha Formulanya Cuma Itu ( 0 Komentar )
- Klik Profil Penulis
Oleh : Ardian Syam
Pernah dengar formula Y=C+S+I kan? Itu formula kuno banget, jadi daripada ngeributin siapa yang bikin mending kita ngobrolin apa yang dimaksud dan apa manfaatnya aja, kan?
Itu ceritanya tentang perumusan ke mana income saya dan Anda pergi. Income yang dilabel dengan tanda Y dianggap akan dipergunakan untuk consumption dan bila masih tersisa akan digunakan untuk saving, sampai terakhir kalau masih ada sisa ya jadi investment.
Itu formula paling sederhana? Anda benar! Karena memang sesederhana itu dulu mestinya setiap orang berfikir. Jangan ributin soal Tx yang merepresentasi tax atau hal lain lagi.
Kita sudah baca di mana-mana, cara untuk berhemat dalam hal belanja atau hal apapun, kan? Memang itu sangat bermanfaat, dan semua orang yang menasihati untuk menghemat belanja, juga orang-orang yang hebat karena telah melakukan apa yang mereka sarankan.
Tapi mengapa jadi berhemat bila Y masih bisa menutup semua C dan tetap saja ada sisa untuk S dan I? Jadi apakah benar masalahnya adalah bahwa kita memang perlu berhemat?
Berhemat jadi perlu ketika Y < C. Berhemat jadi perlu bila ada gap yang cukup besar antara Y dengan C. Sehingga perlu diatur dengan cermat agar prioritas disusun dengan baik sehingga Y dapat memenuhi C, tetapi tetap saja tidak terpenuhi, mungkin.
Benar bila melihat tulisan tentang penghematan, maka kita tertarik untuk melakukan penghematan sebanyak mungkin. Tetapi yang seringkali kita lupa adalah bahwa seringkali rumus itu berubah menjadi Y = (C+I)+S
Lho kok?
Ya, (C+I) menjadi representasi ke mana uang kita keluarkan. Sementara sisa uang akan kita anggap menjadi saving. Itupun di periode berikut, bulan depan, akan bisa keluar menjadi (C+I) lagi.
Aduh bingung nih.
Tenang aja. Saya bermaksud mengingatkan Anda bahwa menghambat uang keluar bukan berarti penghematan dalam arti mengurangi consumption. Apakah Anda setuju bahwa ketika Anda tidak menyekolahkan anak Anda di tempat yang baik sebagai penghematan dalam upaya menyeimbangkan C dengan Y? Tidak juga. Pada saat itu Anda sebenarnya sedang mengurangi penggunaan uang ke faktor investment atau sedang mengurangi investment Anda untuk menambah cadangan uang yang dapat digunakan menjadi consumption.
Hal ini terjadi bahkan pada seorang teman saya. Dia menyekolahkan anaknya di sekolah yang murah walaupun sebagai gantinya dia dapat membeli mobil ketika orang-orang dengan gaji yang sama besar dengan dia, belum mampu membeli mobil. Ketika itu saya katakan bahwa dia lebih mementingkan C daripada I, dia hanya tertawa. Tetapi ketika anak-anak teman lain berhasil masuk di universitas yang baik dengan biaya murah, maka dia harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk sang anak karena prestasi sang anak biasa-biasa saja.
Sehingga ketika Anda hanya berfikir untuk mengurangi pengeluaran, maka belum tentu Anda sedang menekan consumption karena walaupun sekolah Anda anggap consumption dan berhasil di tekan sekarang, seperti menekan balon, dia akan menggelembung di waktu kemudian. Dan bila itu yang terjadi, sebenarnya Anda tidak sedang menekan consumption tetapi sedang mengecilkan investment yang akan berbuah consumption lebih besar di masa mendatang.
Waduh, makin bingung.
Ketika Anda berfikir untuk tidak menggunakan sisa uang yang memang tidak banyak untuk keperluan rekreasi, maka ada kemungkinan Anda akan terus menjadi suntuk dan performansi Anda akan semakin menurun. Ketika penghasilan Anda terkait sangat erat dengan performansi Anda, maka pada gilirannya penghasilan Anda lah yang semakin menurun.
Tidak perlu bingung.
Rumusnya memang begitu. Y = C+I+S yang dapat kita sebut dengan Y = (C+I)+S. Ketika Anda tidak jadi membeli sebuah buku yang bagus untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan atau bahkan kemampuan Anda, maka Anda tidak sedang mengurangi C tetapi dapat saja Anda sedang mengurangi I.
Ketika semua orang sudah cukup mahir dalam pengetahuan yang diberikan oleh buku tersebut, maka Anda mungkin akan merasa tertinggal dan jadi merasa perlu untuk mengikuti kursus, menghabiskan waktu yang hampir sama dengan waktu yang diperlukan untuk membaca buku, tetapi dengan pengeluaran uang yang sangat mungkin lebih besar daripada untuk membeli buku.
Lihatlah kenyataannya, ketika Anda menghemat pengeluaran yang Anda kira consumption dan di kemudian hari Anda mengeluarkan uang lebih banyak maka sebenarnya Anda tidak sedang menekan consumption, tetapi sedang menekan investment. Karena rumusnya memang hanya segitu dan kita sebut Y=(C+I)+S.
Jangan pula Anda berkata, biarlah, toh yang penting saya sudah menekan pengeluaran. Benar bila pengeluaran itu memang consumption, tetapi ketika Anda menekan investment, maka sebenarnya Anda sedang menekan pengembangan income (Y) Anda. tentu saja, itu sangat riskan, karena bagaimana Anda dapat menikmati peningkatan dalam consumption dan hidup lebih nyaman bila income Anda tumbuh kurang baik atau bahkan tidak berkembang sama sekali.
Karena itu kelolalah dengan baik pengeluaran Anda. Benarkah Anda memang sudah menghemat C atau jangan-jangan Anda sedang menekan I yang berdampak signifikan pada Y Anda di masa mendatang.
|