"Semakin banyak pencapaian saya, semakin banyak kesempatan yang muncul dan semakin besar pilihan yang tersedia". [Tony Christiansen – Buku Attitude Plus, 2007]
Dunia ini panggung sandiwara, demikian petikan syair lagu yang pernah dipopulerkan oleh kelompok musik God Bless. Kehidupan dan perjalanan nasib tidak bisa diprediksikan. Namun demikian, memiliki cita – cita menuju kebaikan adalah suatu keharusan. Jika pun ada yang “terlanjur” pasrah pada keadaan, setidaknya dia akan tetap menitipkan cita – citanya kepada anak – anaknya untuk dapat diwujudkan kelak. Harapan orang tua kepada anak adalah sebuah doa kekal. Dengan demikian dalam perjalanannya tidak ada seorang pun yang tidak memiliki tuntunan atau pun arahan untuk pencapaian masa depan yang baik.
Permasalahannya kemudian adalah ternyata, kehidupan ini semakin lama semakin berkembang dan kompetitif. Sehingga pemeo siapa cepat dia dapat sebagaimana slogan pesan layanan masyarakat obat anti nyamuk, begitu pas mewakili kondisi persaingan untuk meraih asa. Tak terelakkan lagi, bagi pribadi – pribadi yang “kalah cepat”, hal ini menjadi tekanan yang menyiksa bagi mereka. Mereka menjadi sedemikian takutnya menatap masa depan.
Namun bagaimana pun keberhasilan tidak semata ditentukan oleh kecepatan saja. Kesiapan dan kompetensi adalah anasir penting untuk naik. Perlu diingat bahwa Tuhan telah menitipkan kompetensi kepada setiap individu yaitu talenta. Tuhan Maha Adil; ada sebagian yang telah disertakan bakat pada bidang tertentu sejak lahir, dan kepada sebagian yang lain diberikanNya kekuatan berupa hasrat dan kepandaian. Jadi kita semua yang hidup ini, memiliki kesempatan yang sama untuk berhasil.
Di awal telah disinggung mengenai siapa cepat dia dapat. Bila ungkapan ini dikunyah mentah tanpa dikupas, tidak dipungkiri akan menjadi mimpi buruk bagi banyak pribadi; terlambat berarti selesai – TAMAT. Cepat di sini lebih dimaksudkan kepada kecepatan mengenali bidang minat dan kemampuan kita, dan cepat untuk membakar hasrat secara terus – menerus dan taktis untuk membina kompetensi diri. Sehingga ungkapan di atas menjadi lebih pas bila “SIAP LEBIH CEPAT, DIA DAPAT” – Dan ini berlaku untuk semua orang. Siapa yang siap terlebih dulu mengenali potensi dan kompetensinya, dialah yang akan lebih dulu mendapatkan tiket masa depan.
Apakah itu berarti sudah selesai ? Belum ! Dengan memilki tiket masa depan bukan berarti kita telah memenangkan masa depan. Mendapatkan tiket berarti kita baru memulai dan harus menyelesaikan movie of life kita masing – masing. Dan dalam batas ini pun kita masih tidak bisa menduga kelokan skenario hidup oleh Sang Sutradara Semesta. Kita akan diperhadapkan pada banyaknya scene dan epiosode – episode yang tidak kita duga sebelumnya.
Jadi jika kecemerlangan masa depan adalah tujuan Anda, maka rumusnya adalah jangan takut. Bila Anda belum berhasil di satu bidang, anggaplah itu sebagai pencapaian Anda. Dan mulailah pencapaian Anda di bidang lain, hingga Anda akan menyadari begitu banyaknya kesempatan dan pilihan keberhasilan bagi Anda.
Setelah itu,FOCUSpada JIMAT (SiJI Ning MATon) !
Salam gemilang,
Benedict Agung Widyatmoko
-----
Benedict Agung Widyatmoko - Penulis berlatar belakang pendidikan manajemen perusahaan, yang sangat concerns dengan pembelajaran kepribadian menyangkut pengembangan diri dan motivasi. Tulisan - tulisan inspirasional dan motivasional lainnya dari Penulis, dapat diperoleh dengan berkunjung ke blog : http://benedikawidyatmoko.wordpress.com atau http://benagewe.blogdetik.com. Saran dan masukan dapat dikirimkan melalui email : agung_widyatmoko@windowslive.com atau benedict.aw@gmail.com.
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Benedict Agung Widyatmoko
|
 |
Jadilah Seperti Ikan Di Air Bening Yang Tenang
|
 |
Inspirator Itu Seorang Anak Kecil
|
 |
Aku Ditawan Oleh Pikiranku
|
 |
Airmu Mengalir Sampai Jauh
|
 |
Bila Kemarahan Menyapa Undanglah Keramahan
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Arti Sebuah Kegagalan
(Artikel Anda) -
Minggu, 07 September 2008
|
 |
Antara Puasa, Kepompong Dan Tujuan Hidup
(Artikel Anda) -
Senin, 08 September 2008
|
 |
Tujuh Hari Dalam Kebijaksanaan (hari Ketiga)
(Artikel Anda) -
Selasa, 09 September 2008
|
 |
C U K U P
(Artikel Anda) -
Rabu, 10 September 2008
|
 |
Banyak Mendengar Dan Rendah Hati
(Artikel Anda) -
Kamis, 11 September 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Belajarlah Lentur Laksana Air
(Artikel Anda) -
Kamis, 04 September 2008
|
 |
U Turn In Life
(Artikel Anda) -
Rabu, 03 September 2008
|
 |
Menuntut Gaji Lebih, Pantaskah ?
(Artikel Anda) -
Selasa, 02 September 2008
|
 |
Hadapilah
(Artikel Anda) -
Senin, 01 September 2008
|
 |
Breaking Your Habit
(Artikel Anda) -
Minggu, 31 Agustus 2008
|
|
|