Suatu hari kira kira setahun yang lalu, saya mengendarai mobil dengan sahabat di samping saya, karena ada pertemuan dengan teman yang lain, menuju sebuah Mall di bilangan Jakarta Selatan . Saya tinggal di Jakarta Barat dan teman saya tinggal di Jakarta Utara, dan kami berdua tak satupun yang bekerja di daerah Jakarta Selatan, jadi meskipun sudah sangat lama tinggal di Jakarta, kami begitu asing dengan banyak jalan di daerah Jakarta Selatan ini. Meskipun pada akhirnya kami dengan agak mudah menemukan Mal tadi, tetapi ternyata waktu pulang, kami keluar dari gerbang yang tak sama dengan saat kami masuk, kami keluar dari arah belakang Mal.Mulailah kesulitan itu terjadi, kami hanya mengikuti jalan satu arah dan terus melaju, namun karena saya sadar bahwa tak semungkin sekian lamanya, untuk menuju jalan utama menuju tol, maka saya meminta sahabat yang duduk disamping melihat ke kompas di dash board yang memang terletak didepan bangkunya .
" Arahnya kemana kita nih", tanya saya . " Ke Selatan", katanya. Maka saya segera sadar, bahwa kami telah tersesat jauh dari jalan yang seharusnya, malah berseberangan arah dari sesungguhnya , maka kami berdua dalam kondisi jalan yang agak gelap ( saat itu menelang senja dan awan mendung menyelimuti ) , segera memasang mata mencari jalan balik yang lazim disebut " U turn ". Meskipun masih lumayan jauh, bersyukurlahkami dapat menemukan " U turn ", yang membuat kami dapat kembali menemukan jalan yang kami ingintuju.
Pengalaman tersesat di jalan, meningatkan saya akan " U turn in life ".Sama seperti jalan raya tadi, Tuhan senantiasa memberikan " U turn " buat hidup kita. Saya sama seperti banyak orang lain, sangat mungkin dan bahkan pernah mengalami " salah jalan " dalam kehidupan, meskipun "salah jalan " ini relatif kadarnya bagi tiap tiap orang, tetapi umumnya setiap manusia mengalami , entah satu atau dua kali dalam hidup , dalam kondisi yang " salah jalan ".Hanya satu kata yang bisa membuat kita kembali ke jalan yang benar adalah " kesadaran ". Ketahuilah bahwa Tuhan tak pernah menutup " U turn " dalam hidup kita , sejauh manapun kita tersesat, maka selama kita sadar dan tidak meneruskan " salah jalan " itu, maka setiap saat "U turn " atau dalam bahasa agama disebut " Pintu tobat ". itu masih terbuka .
Tiba tiba selepas saya menulis , di telinga ini terdengar makna lainkata " U turn " , yang bermakna " Your turn ", yang punya
arti giliran mu, giliran engkau, makna lain ini pada hakekatnya tak kalah dari makna " U turn " yang tadi , dalam makna ini, maka sebagai manusia, mungkin engkau dalam proses menuju suatu tujuan yang akan menjadi bagian hidupmu, sama seperti ketika engkau antri membeli tiket di bioskop, atau antri ketika sedang ke dokter gigi, kesabaranmu sedang di uji , kalau saja engkau tak mau sabar mengantri , maka ketika engkau ingin kembali ke tujuanmu, mungkin sekali engkau tak punya kesempatan lagi, karena tempat itu telah diambil orang lain, atau tempat tujuanmu sudah tertutup. Jadi makna " U turn " yang kedua adalah " kesabaran ", Tuhan tahu kapan waktu terbaik yang Ia mau berikan buat kita .
Akhirnya masih ada makna lain " U turn " yang dimodifikasi dalambentuk lain, yaitu "Turn to you ". Bentuk " U turn " ke tiga ini adalah "Berusahalah menjadi diri sendiri", atau " Be Yourself !" .Banyak orang yang tak mencapai tujuan, bukan karena ia bodoh, atau malas, tetapi ia belum mengetahui kekuatan dan kemampuan dirinya , ia hanya meniru saja apa yang dikerjakan orang lain tanpa memodifikasi dan menambahkan sesuatu yang me-rupakankemampuannya sendiri .Jadi makna " U turn in life ", menjadi sangat penting dalam hidup kita semua.
Sudahkah kita memaknai " U turn" dalam hidup ini ?.
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Timotius Hendra Haes
|
 |
Berani Berkata Tidak
|
 |
Penuhi Hari Hari dengan Bersyukur !
|
 |
Secarik Kertas Putih
|
 |
Real Service
|
 |
Tusuk Gigi
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Belajarlah Lentur Laksana Air
(Artikel Anda) -
Kamis, 04 September 2008
|
 |
Siap Cepat Dia Dapat
(Artikel Anda) -
Jumat, 05 September 2008
|
 |
Arti Sebuah Kegagalan
(Artikel Anda) -
Minggu, 07 September 2008
|
 |
Antara Puasa, Kepompong Dan Tujuan Hidup
(Artikel Anda) -
Senin, 08 September 2008
|
 |
Tujuh Hari Dalam Kebijaksanaan (hari Ketiga)
(Artikel Anda) -
Selasa, 09 September 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Menuntut Gaji Lebih, Pantaskah ?
(Artikel Anda) -
Selasa, 02 September 2008
|
 |
Hadapilah
(Artikel Anda) -
Senin, 01 September 2008
|
 |
Breaking Your Habit
(Artikel Anda) -
Minggu, 31 Agustus 2008
|
 |
Is The Price Too High ?
(Artikel Anda) -
Sabtu, 30 Agustus 2008
|
 |
Buanglah Penghalang Sukses Anda
(Artikel Anda) -
Jumat, 29 Agustus 2008
|
|
|