Sudah
cukup lama saya tidak melihat film-film silat, pada kebanyakan film
silat tempo dulu, cerita itu biasanya diawali dengan kisah seorang
tokoh anak muda yang tak punya keahlian kungfu sama sekali, teraniaya,
lalu akhirnya tampil sebagai super hero.Dalam prosesnya,
kadang-kadang sang tokoh harus babak belur dihajar penjahat karena
kemampuannya belum cukup mampu menandingi lawannya, setelah berguru dan
berlatih keras iaakhirnya menemukan ritmenya dan menang sebagai jagoan.
Pada
kesempatan yang lain, di sebuah tempat pelatihan kungfu ditemukan satu
hal menakjubkan. Konon, para murid lulusan tempat tersebut punya
kemampuan berjalan di atas air, menyeberangi sungai yang ada di sana.
Seorang pemuda, karena keingintahuannya segera mendaftarkan diri menjadi salah satu murid di sana.Awalnya,
para murid baru ini dibawa ke tepi sungai melihat demonstrasi yang
menakjubkan itu, lalu dilanjutkan dengan pelatihan yang memakan waktu 3
tahun lamanya dan akan dipilih satu orang yang akan mewarisi ilmu
tersebut.
Setelah
melalui berbagai rintangan, sang pemuda itu berhasil menjadi MURID
PILIHAN, ia akhirnya bergabung dengan komunitas barunya dan mulai
mempelajari ilmu berjalan di atas air.
Di
hari pertama, sang pemuda itu terkagum-kagum melihat senior-seniornya
melakukan atraksi tersebut, rasa ingin tahunya yang kuat membuatnya
segera ingin mempraktekkan ilmu tersebut.
Maka
dengan antusias ia pun melangkah memasuki sungai tersebut, dan
Byuuuuur! Tubuhnya basah kuyub, dan ia terhanyut cukup jauh di tengah
derasnya air sungai.
Melihat hal itu, salah satu senior yang kasihan padanya berkata pada yang lain,
"Apakah tak lebih baik kita katakan saja di mana letak batu-batu pijakan tersebut padanya?"
Karena
emosi, kadang-kadang kita tidak memperhitungkan kemampuan kita dalam
melakukan sesuatu, keberanian yang membuta ini sering membuat kita
celaka.Seperti seorang murid kungfu yang belum mahir,
apabila berhadapan dengan seorang AHLI kungfu, maka murid itu hanya
akan menjadi bulan-bulanan sang ahli kungfu tersebut.
Karena
Ego, kita kadang-kadang terlalu memberanikan diri melakukan sesuatu
tanpa pijakan yang jelas, sering kali kita harus terjatuh dan terhanyut
cukup jauh karena keberanian yang tidak dibarengi dengan pengetahuan
dan kebijaksanaan.
Dalam
kehidupan nyata, Seorang sales kadang-kadang ingin segera melakukan
aktivitasnya dalam menjual, ia ingin cepat-cepat melakukan "closing".Tanpa
persiapan yang matang, tanpa pengetahuan yang cukup memadai, sering
kali keberanian semacam itu hanya akan mendatangkan kekecewaan.
Demikian juga dalam membuat "Goal Setting", adalah baik jika goal setting dibuat sebesar-besarnya.
Tetapi
"Goal" yang terlalu besar, yang tidak diukur dengan kemampuan, malah
akan mendemotivasi kita, Goal yang tidak realistis cenderung akan
membuat kita sakit dan kecewa.
Saya
setuju bahwa keberanian dalam usaha adalah penting, keberanian dalam
mengambil RISK adalah salah satu faktor keberhasilan seorang pengusaha,
tapi alangkah baiknya jika pengambilan keputusan yang berani itu
dibarengi dengan data-data dan riset, sehingga menurunkan persentase
resiko yang akan terjadi.
Saya yakin seorang pengusaha sukses yang terkenal dengan Risk taker-nya, tidak bermain hanya dengan keberaniannya saja.Semua
ada perhitungannya, ketika mereka menemukan formulanya dan yakin akan
berhasil, mereka akan menjalaninya walaupun yang lain menganggap hal
itu adalah hal yang GILA dan tidak masuk akal.
Berani adalah keharusan dalam mencapai kesuksesan.
Tapi keberanian yang membuta sering membuat kita jatuh dengan sia-sia.
Seng Guan CPLHI
Regional Manager PT. Arthamas Konsulindo Medan
PSDM Siddhi Medan
sengguanjr@yahoo.com
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Seng Guan CPLHI ( Daftar Artikel Selengkapnya )
|
 |
Tranformasi Ke Alam Bawah Sadar
|
 |
Pikiran Yang Sehat
|
 |
Belajar Dari Sebuah Bakpau
|
 |
Berapa Harga Secangkir Teh?
|
 |
Comfort Zone ?Why Not !
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Para Pejuang Ekstrim
(Artikel Tetap) -
Senin, 01 September 2008
|
 |
Memilih Jadi Kaya
(Artikel Tetap) -
Selasa, 02 September 2008
|
 |
The Law Of Attraction
(Artikel Tetap) -
Rabu, 03 September 2008
|
 |
Pembaharuan Diri
(Artikel Tetap) -
Kamis, 04 September 2008
|
 |
Percaya Diri Cikal Bakal Kesuksesan
(Artikel Tetap) -
Jumat, 05 September 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Ketika Kualitas Layanan Diabaikan
(Artikel Tetap) -
Jumat, 29 Agustus 2008
|
 |
Sukses Spritual Saya
(Artikel Tetap) -
Kamis, 28 Agustus 2008
|
 |
Antusiasme Berbicara Itu Menular
(Artikel Tetap) -
Rabu, 27 Agustus 2008
|
 |
Tidak Dapat Memilah Ukuran Ubi Kayu
(Artikel Tetap) -
Selasa, 26 Agustus 2008
|
 |
Bulu Angsa
(Artikel Tetap) -
Senin, 25 Agustus 2008
|
|
|