Seorang pemuda miskin berusaha mencari pekerjaan. Setelah berusaha, ia
diterima bekerja di sebuah ladang ubi kayu. Gaji yang bakal ia terima cukup
besar ditambah dengan fasilitas makanan dan tempat tinggal. Pekerjaan pemuda
itupun tergolong mudah karena hanya membagi ubi kayu itu menjadi 3 kelompok,
yaitu sedang, kecil dan besar kedalam 3 kotak besar
yang telah
disediakan.
Setelah memberikan perintah kerja, sang pemilik kebun meninggalkan
tempat itu. Tengah hari sang pemilik kembali ke kebun untuk memberi kesempatan
pada sang pemuda makan siang. Tetapi ia sangat heran melihat 3 kotak itu masih
kosong. Sementara pemuda itu hanya berdiam diri sambil memandangi tumpukan ubi
kayu.
Pemilik kebun langsung bertanya mengapa dia belum bekerja? Dengan gugup
pemuda itu bangkit dari duduknya dan berkata,
"Tuan, saya tidak bisa
membedakan ubi kayu mana yang kecil, sedang dan besar." Pemilik kebun
terlihat sangat kecewa mendengar jawaban pemuda itu.
Pesan:
Dalam kehidupan ini kita diberi banyak pilihan dan peluang yang
menguntungkan entah itu kecil atau besar. Kita harus pandai menghargai setiap
peluang yang kita dapatkan dengan semangat juang tinggi.
"Jika kita tidak
bisa menghargai kesempatan yang diberikan, seseorang pasti akan terus hidup
dalam kebingungan dan tidak mungkin berhasil," kata William Shakespeare.
Dalam kisah diatas disebutkan bahwa pemuda tersebut mendapatkan peluang
yang sangat potensial. Tetapi ia menyia-nyiakan kesempatan tersebut karena
tidak mencoba membuka hati dan mata dengan berusaha bekerja sebaik mungkin. Ia
tidak bersedia melihat dan menerima kesempatan tersebut sebagai anugrah
teristimewa dari Tuhan YME.
Maka bijaksanalah pada hidup, dengan
menghargai setiap detil kesempatan dalam kehidupan kita. Disaat sulit, selalu
ada kesempatan untuk memperbaiki keadaan. Jika kita tidak mau berusaha, maka
kesempatan itu akan hilang begitu saja. Hal ini hanya akan menciptakan
penyesalan yang tidak berguna. Tetapi bila kita menghargai kesempatan yang
kecil maka ia akan menjadi peluang yang besar.
*Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku
best
seller.Kunjungi
websitenya di : www.andrewho-uol.com
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Andrew Ho
|
 |
Menghargai Hidup dan Manajemen Waktu
|
 |
Menjadi Orang Sukses dan Berarti
|
 |
Tetap Optimis dan Eksis di Masa Krisis
|
 |
10 Tips Meningkatkan Daya Kreativitas
|
 |
Menjaga Harapan
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Antusiasme Berbicara Itu Menular
(Artikel Tetap) -
Rabu, 27 Agustus 2008
|
 |
Sukses Spritual Saya
(Artikel Tetap) -
Kamis, 28 Agustus 2008
|
 |
Ketika Kualitas Layanan Diabaikan
(Artikel Tetap) -
Jumat, 29 Agustus 2008
|
 |
Berani Saja Tidak Cukup
(Artikel Tetap) -
Sabtu, 30 Agustus 2008
|
 |
Para Pejuang Ekstrim
(Artikel Tetap) -
Senin, 01 September 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Bulu Angsa
(Artikel Tetap) -
Senin, 25 Agustus 2008
|
 |
Mindset Sukses: Melaju Di Tengah Badai
(Artikel Tetap) -
Minggu, 24 Agustus 2008
|
 |
Bukannya Besok, Bukan Pula Kemarin, Tapi Sekarang
(Artikel Tetap) -
Jumat, 22 Agustus 2008
|
 |
Visualisasi Atau Melamun
(Artikel Tetap) -
Selasa, 19 Agustus 2008
|
 |
Menembus Batas
(Artikel Tetap) -
Senin, 18 Agustus 2008
|
|
|