|
|||
|
Penulis : Andrew Ho
Selasa, 26-Agustus-2008
Seorang pemuda miskin berusaha mencari pekerjaan. Setelah berusaha, ia
diterima bekerja di sebuah ladang ubi kayu. Gaji yang bakal ia terima cukup
besar ditambah dengan fasilitas makanan dan tempat tinggal. Pekerjaan pemuda
itupun tergolong mudah karena hanya membagi ubi kayu itu menjadi 3 kelompok,
yaitu sedang, kecil dan besar kedalam 3 kotak besar yang telah
disediakan.
Setelah memberikan perintah kerja, sang pemilik kebun meninggalkan tempat itu. Tengah hari sang pemilik kembali ke kebun untuk memberi kesempatan pada sang pemuda makan siang. Tetapi ia sangat heran melihat 3 kotak itu masih kosong. Sementara pemuda itu hanya berdiam diri sambil memandangi tumpukan ubi kayu. Pemilik kebun langsung bertanya mengapa dia belum bekerja? Dengan gugup pemuda itu bangkit dari duduknya dan berkata, "Tuan, saya tidak bisa membedakan ubi kayu mana yang kecil, sedang dan besar." Pemilik kebun terlihat sangat kecewa mendengar jawaban pemuda itu. Pesan: Dalam kehidupan ini kita diberi banyak pilihan dan peluang yang menguntungkan entah itu kecil atau besar. Kita harus pandai menghargai setiap peluang yang kita dapatkan dengan semangat juang tinggi. "Jika kita tidak bisa menghargai kesempatan yang diberikan, seseorang pasti akan terus hidup dalam kebingungan dan tidak mungkin berhasil," kata William Shakespeare. Dalam kisah diatas disebutkan bahwa pemuda tersebut mendapatkan peluang yang sangat potensial. Tetapi ia menyia-nyiakan kesempatan tersebut karena tidak mencoba membuka hati dan mata dengan berusaha bekerja sebaik mungkin. Ia tidak bersedia melihat dan menerima kesempatan tersebut sebagai anugrah teristimewa dari Tuhan YME. Maka bijaksanalah pada hidup, dengan menghargai setiap detil kesempatan dalam kehidupan kita. Disaat sulit, selalu ada kesempatan untuk memperbaiki keadaan. Jika kita tidak mau berusaha, maka kesempatan itu akan hilang begitu saja. Hal ini hanya akan menciptakan penyesalan yang tidak berguna. Tetapi bila kita menghargai kesempatan yang kecil maka ia akan menjadi peluang yang besar. *Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best seller.Kunjungi websitenya di : www.andrewho-uol.com |
|||
|
|||
| ( View : 1662 | Refer : 1 | Print : 101 | Rate : 0.00 / 0 Votes ) | |||
| Artikel Selanjutnya : | |||
| • | Antusiasme Berbicara Itu Menular (Artikel Tetap) - Rabu, 27-Agustus-2008 | ||
| • | Sukses Spritual Saya (Artikel Tetap) - Kamis, 28-Agustus-2008 | ||
| • | Ketika Kualitas Layanan Diabaikan (Artikel Tetap) - Jumat, 29-Agustus-2008 | ||
| • | Berani Saja Tidak Cukup (Artikel Tetap) - Sabtu, 30-Agustus-2008 | ||
| • | Para Pejuang Ekstrim (Artikel Tetap) - Senin, 01-September-2008 | ||
| Artikel Sebelumnya : | |||
| • | Bulu Angsa (Artikel Tetap) - Senin, 25-Agustus-2008 | ||
| • | Mindset Sukses: Melaju Di Tengah Badai (Artikel Tetap) - Minggu, 24-Agustus-2008 | ||
| • | Bukannya Besok, Bukan Pula Kemarin, Tapi Sekarang (Artikel Tetap) - Jumat, 22-Agustus-2008 | ||
| • | Visualisasi Atau Melamun (Artikel Tetap) - Selasa, 19-Agustus-2008 | ||
| • | Menembus Batas (Artikel Tetap) - Senin, 18-Agustus-2008 | ||
| Menu Artikel | |
| Mau Berbagi ? | |
|
|



