|
|||
|
Penulis : Eko Jalu Santoso - Founder Motivasi Indonesia, Penulis Buku
Rating Artikel :
Jumat, 13-April-2007
Ketika menyaksikan konser pertunjukan "Euro pop-group opera Il Divo" di Jakarta Convention Center beberapa waktu lalu, banyak penonton merasa terkagum-kagum dan tersedot perhatiannya. Mulai dari para priyayi agung Jakarta, seperti menteri, para politisi, selebriti, pengusaha, sampai para ibu-ibu dan masyarakat lainnya, begitu terpesona, merasa tersedot perhatiannya menyaksikan pentas konser malam itu. Terasa sekali suasana gairah, passion, perhatian audiens yang sangat besar dan luar biasa dalam merespon penampilan konser empat personel Il Divo ini. "They are stunning ? Penampilan mereka menakjubkan", demikian kata-kata yang muncul dari para penonton sesusai menyaksikan pertunjukan malam itu. Bagaimana pertunjukkan itu bisa menjadi menakjubkan dan mempesona ? Maka jelas jiwa para seniman itulah yang menjadikannya pertunjukan itu mempesona dan menakjubkan. Mereka mampu membawakan lagu-lagunya dengan penjiwaan yang mendalam. Mereka mampu memainkan perannya sebagai seniman dengan sepenuh hati. Seandainya mereka tidak menjiwai perannya, maka akan terasa menjadi tontonan yang hambar dan tidak meninggalkan kesan mendalam. Apalagi menggugah gairah dan "passion audiens" hingga begitu terpikat.
Begitulah dengan kualitas pribadi kita dalam hidup ini. Amanat agung yang dipikul manusia dalam hidup ini, sesungguhnya hanya dapat ditunaikan andaikata masing-masing diri kita, adalah pribadi yang mampu menjiwai setiap bidang kehidupan yang dijalankannya. Dan kualitas pribadi atau pun kualitas hidup kita, dapat terukur dari sejauh mana pendalaman atau penjiwaan kita terhadap pekerjaan maupun bidang lainnya yang kita geluti. Penjiwaan yang mendalam akan melahirkan kinerja dan karya yang berkualitas tinggi.
Unsur-unsur inilah yang menjadi modal bagi kesuksesan dan keberhasilannya. Dalam membina hubungan dengan pasangan misalnya, kalau masing-masing mampu menjiwai perannya dengan kesungguhan hati, maka akan dapat menjadi penyenang mata dan penyejuk hati pasangannya. Mampu saling menjaga kepercayaan dan saling menyemangati dalam berjuang menghadapi kerasnya hidup, peliknya bertahan dalam keimanan. Inilah yang menciptakan kualitas hubungan yang harmonis.
Berbeda dengan mereka yang tidak mampu menjiwai peran masing-masing. Maka tidak akan memiliki semangat, gairah dan motivasi tinggi. Tidak memiliki kedisiplinan dan bahkan menganggap peran dan tugasnya sebagai beban. Unsur-unsur inilah yang akan mengakibatkan kekagagalannya.
Apakah sebagai karyawan, sebagai pengusaha, sebagai pemimpin, sebagai pasangan dalam keluarga, sebagai bagian dari masyarakat, berusahalah dapat menjalankan peran kita dengan penjiwaan yang sepenuh hati. Kemampuan seseorang dalam menjiwai perannya dengan sepenuh hati, akan melahirkan kesungguhan hati, semangat, gairah dan motivasi tinggi dalam setiap peran kehidupannya. Hasilnya adalah karya, kinerja dan prestasi kehidupan yang mengagumkan sesuai dengan suara hati nuraninya.
Eko Jalu Santoso, Weblog: www.ekojalusantoso.com |
|||
|
|||
| ( View : 4008 | Refer : 2 | Print : 199 | Rate : 8.00 / 1 Votes ) | |||
| Artikel Selanjutnya : | |||
| • | Komunikasi Berdasarkan Golongan Darah (Artikel Tetap) - Senin, 18-Desember-2006 | ||
| • | Hujan (Artikel Tetap) - Minggu, 21-Januari-2007 | ||
| • | Hukum Newton Ketiga (Artikel Tetap) - Kamis, 08-Pebruari-2007 | ||
| • | Bobby Mcferrin (Artikel Tetap) - Senin, 16-April-2007 | ||
| • | Komunikasi Berdasarkan Sistem Representasional - Auditory (Artikel Tetap) - Senin, 16-April-2007 | ||
| Artikel Sebelumnya : | |||
| • | Manusia Pribadi Yang Unik (Artikel Tetap) - Jumat, 18-Mei-2007 | ||
| • | Self-reflection (Artikel Tetap) - Selasa, 08-Mei-2007 | ||
| • | 36 Ji (stratetgy) For Happy Life - Strategy Ke-10 (Artikel Tetap) - Kamis, 12-April-2007 | ||
| • | Maling Yang Teledor (Artikel Tetap) - Rabu, 11-April-2007 | ||
| • | Tindakan (Artikel Tetap) - Selasa, 10-April-2007 | ||
| Menu Artikel | |
| Mau Berbagi ? | |
|
|



