Sejak memasuki dunia penjualan secara full-time sejak tengah tahun ini, saya belajar sekali banyak hal baru. Banyak sekali tantangan dan pengalaman baru, serta pengetahuan dan pandangan baru dari teman-teman, senior-senior, ataupun berdasarkan pengalaman saya sendiri. Ternyata di dunia ini banyak sekali orang hebat dengan ceritanya masing-masing. Setelah melewati berbagai macam tantangan, hambatan, ups and downs, barulah mereka berhasil meraih sukses di bidangnya masing-masing. Namun, tentu saja mereka berhasil menjadi seperti sekarang bukan tanpa usaha, namun penuh dengan perjuangan keras, mengalahkan diri sendiri dan lingkungan.
Dalam beberapa bulan ini, saya sering sekali mendengar ungkapan ‘Bayar Harga untuk Sukses’. Orang-orang yang telah suksespun akan mengiyakan ungkapan tersebut. Sukses itu tidak gratis, ada harga-harga yang harus dibayar. Tulisan ini adalah sebagai buah pemikiran saya tentang pandangan saya terhadap ungkapan ini.
Harga yang harus dibayar
Agar bisa meraih kesuksesan ataupun perubahan yang lebih dalam kehidupan kita, tentu ada ‘harga yang harus dibayar’. Sudah merupakan hukum alam bahwa untuk mendapatkan sesuatu kita harus mengorbankan sesuatu. Kita harus bangun lebih pagi agar bisa mempersiapkan diri dengan lebih matang, sekaligus membuat hari kita lebih panjang dan produktif. Beberapa mengurangi bersantai di hari Sabtu-Minggu, dan menggantinya dengan belajar lagi ataupun mencari pekerjaan tambahan. Beberapa harus membuang rasa gengsi mereka, dan mulai menjadi lebih rendah hati dan berani. Beberapa harus mau belajar dari orang yang lebih mudah dan hijau, mematahkan iklan satu perusahaan rokok "yang muda dipandang sebelah mata".
Beberapa memutuskan untuk melepaskan jabatan direksi atau general manager dari suatu perusahaan terkemuka, dan memulai usaha kembali dari nol. Beberapa harus mengorbankan waktu bersama keluarga atau teman-teman untuk bekerja lebih panjang. Beberapa harus kehilangan dahulu modal uang mereka, karena usaha yang mereka rintis jatuh bangkrut pada kali pertama atau kedua. Beberapa bahkan harus dihina dan dicaci dahulu, karena sewaktu awal mereka memulai banyak orang sekitarnya yang menganggap remeh mereka.
Apakah harga yang dibayar terlalu mahal ?
Satu pernyataan yang sungguh benar, adalah "Sukses itu tidak gratis, ada harga yang harus dibayar". Saya sangat setuju dengan pernyataan ini. Agar bisa sukses dan maju dalam kehidupan kita, kita harus membayar lebih mahal untuk mendapatkan lebih banyak. Tetapi, apakah itu berarti kita harus mengorbankan segala-galanya ? Apakah kita harus mengorbankan waktu kita bersama dengan orang tua kita ? Apakah itu harus mengorbankan tidak melihat anak kita bertumbuh besar? Apakah kesuksesan itu harus mengorbankan kesehatan kita? Apakah harus mengorbankan rasa keadilan, kejujuran, dan kebenaran? Apakah kita harus mengorbankan prinsip-prinsip dan idealisme yang kita pegang ? Apakah harus mengorbankan kedekatan hubungan kita dengan Tuhan ?
Sukses itu memang tidak pernah didapat dengan gratis, ada harga yang harus dibayar. Tetapi jangan membayar ‘harga’ terlalu mahal. Orang-orang yang mengorbankan prinsip, keluarga, kesehatan, diri sendiri, dan bahkan Tuhan membayar harga yang terlalu mahal untuk sukses. Walaupun mereka bergelimangan harta kekayaan pada akhirnya, namun sesungguhnya jauh di dalam hati mereka hampa. Mereka jauh sekali dari kesuksesan, bahkan patut kita kasihani.
Kerukunan anggota keluarga, suasana hubungan yang hangat, ketenangan batin dan pikiran, kedekatan dengan Sang Pencipta merupakan asset yang tidak ternilai harganya. Bahkan nilai kesuksesan jauh nilainya dibandingkan hal tersebut. Namun, jangan menjadikan hal ini sebagai alasan untuk tidak berusaha dan mengejar kesuksesan kita. Maka akhir kata, memang untuk sukses ada harga yang harus dibayar, tetapi berhati-hatilah, jangan sampai kita membayar terlalu mahal. [ic]
*Indra Cahya adalah seorang perencana keuangan dengan spesialisasi di asuransi untuk salah satu perusahaan asuransi multinational terkemuka. Pernah bekerja di salah satu bank swasta nasional terkemukasetelah menyelesaikan Management Development Programme. Saat ini tengah mendalami bidang perencana keuangan, asuransi, dan investasi. Indra Cahya dapat dihubungi via HP. 0815-8848-567, email indra.cahya@gmail.com, dan juga website www.indracahya.com.
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Indra Cahya
|
 |
Change We Can Believe In
|
 |
The Cheapest (and The Best!) Investment We Can Make
|
 |
Is The Price Too High ?
|
 |
Change We Can Believe In
|
 |
Is The Price Too High ?
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Kiat Guru Di Tengah Siswa Yang Sudah Remaja
(Artikel Anda) -
Senin, 04 Agustus 2008
|
 |
Hanya Empat Huruf Dan Satu Detik
(Artikel Anda) -
Selasa, 05 Agustus 2008
|
 |
Menjadi Seperti Apa Yang Anda Inginkan
(Artikel Anda) -
Kamis, 07 Agustus 2008
|
 |
Jaga Kesehatan Demi Kesuksesan Masa Tua
(Artikel Anda) -
Jumat, 08 Agustus 2008
|
 |
Tujuh Hari Dalam Kebijaksanaan (hari Pertama)
(Artikel Anda) -
Sabtu, 09 Agustus 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Siapapun Anda, Anda Sudah Sukses Detik Ini Juga
(Artikel Anda) -
Sabtu, 02 Agustus 2008
|
 |
Matematika Tuhan Berbeda Dengan Matematika Manusia
(Artikel Anda) -
Jumat, 01 Agustus 2008
|
 |
True Leader Starts On The Inside
(Artikel Anda) -
Kamis, 31 Juli 2008
|
 |
Rahasia Hidup, Sukses, Dan Bahagia
(Artikel Anda) -
Rabu, 30 Juli 2008
|
 |
Seni Berucap
(Artikel Anda) -
Selasa, 29 Juli 2008
|
|
|