|
|||
|
Penulis : Haryo Ardito
Rating Artikel :
Senin, 28-Juli-2008
Ada sekelompok
kura-kura memutuskan untuk pergi bertamasya. Dasarnya kura-kura, dari sononya
memang sudah serba lambat, untuk mempersiapkan piknik ini saja mereka butuhkan
waktu tujuh tahun. Akhirnya kelompok kura-kura ini meninggalkan sarang mereka, untuk
pergi mencari tempat yang cocok untuk kegiatan piknik mereka. Baru di tahun
kedua mereka temukan lokasi yang sesuai dan cocok.
Selama enam bulan mereka membersihkan tempat itu, membongkar semua keranjang perbekalan piknik dan membenahi tempat itu. Lalu mereka baru sadar dan lihat bahwa ternyata mereka lupa membawa garam. Astaga.. sebuah piknik tanpa garam?! Mereka serentak berteriak dan sepakat bahwa ini bisa menjadi sebuah bencana luar biasa. Setelah panjang lebar berdiskusi, seekor kura-kura hijau diputuskan terpilih untuk mengambil garam di rumah mereka. Meskipun ia termasuk kura-kura tercepat dari semua kura-kura yang lambat, si kura-kura hijau ini mengeluh, merengek, menangis dan meronta-ronta dalam batoknya tanda tak suka dengan tugas yang diberikan kepadanya. Namun atas desakan semua pihak akhirnya dengan terpaksa dia bersedia pergi tapi dengan sebuah syarat, bahwa tidak satupun dari mereka boleh makan sebelum da kembali membawa garamnya. Mereka semua setuju dan si kura-kura hijau ini berangkatlah. Tiga tahun lewat dan kura-kura hijau itu masih juga belum kembali. Lima tahun.. enam tahun.. lalu memasuki tahun ketujuh kepergiannya, seekor kura-kura tua sudah tak kuat menahan laparnya. Lalu dia mengumumkan bahwa ia begitu lapar dan mengajak lainnya untuk makan dan mulailah dia membuka kotak perbekalan. Pada saat itu juga tiba-tiba muncul si kura-kura hijau dari balik akar pohon dan berteriak keras: "Lihat!! Benar kan!? Aku tahu kalian pasti tak sabar menungguku, kalau begini caranya aku tidak mau pergi mengambil garam." Sementara orang sering memboroskan waktu sekedar untuk menunggu hingga orang lain memenuhi harapannya. Dan sebaliknya, dia juga sering begitu kuatir, prihatin, sering-sering malah terlalu memperdulikan apa yang dikerjakan orang lain sampai-sampai dan bahkan tak ada apapun yang dia perbuat. |
|||
|
Komentar Anda
Pengirim : sudarsono lingga
Itu adalah kenyataan hidup di kebanyakan orang, dengan membaca artikel ini kita tidak meniru kura-kura hijau lagi.
mulai saat ini dan seterusnya.
|
|||
|
|||
| ( View : 2403 | Refer : 1 | Print : 110 | Rate : 7.40 / 5 Votes ) | |||
| Artikel Selanjutnya : | |||
| • | Kepergian Pertama (Artikel Tetap) - Selasa, 29-Juli-2008 | ||
| • | Kerja Keras Sama Dengan Sukses Bagian 2 (Artikel Tetap) - Kamis, 31-Juli-2008 | ||
| • | Majulah Terus, Pantang Mundur ! (Artikel Tetap) - Jumat, 01-Agustus-2008 | ||
| • | Kecanduan Akan Minyak (Artikel Tetap) - Sabtu, 02-Agustus-2008 | ||
| • | Sesuatu Tidak Selalu Nampak Sebagaimana Kelihatanya (Artikel Tetap) - Senin, 04-Agustus-2008 | ||
| Artikel Sebelumnya : | |||
| • | Menyiasati Dampak Dari Kenaikan Bbm Terhadap Keuangan Kita (Artikel Tetap) - Jumat, 25-Juli-2008 | ||
| • | Krisis Listrik Bukan Kiamat (Artikel Tetap) - Kamis, 24-Juli-2008 | ||
| • | Tentang Dua Orang Pertapa (Artikel Tetap) - Rabu, 23-Juli-2008 | ||
| • | Sahabat, Hadiah Paling Berharga (Artikel Tetap) - Selasa, 22-Juli-2008 | ||
| • | Kekurang-ajaran Adalah Malaikat Pembimbing (Artikel Tetap) - Senin, 21-Juli-2008 | ||
| Menu Artikel | |
| Mau Berbagi ? | |
|
|



