Akses internet bagi para penyandang tunanetra memang
menjadi kesulitan tersendiri. Sering kali, keterbatasan mereka menjadi
penghalang untuk mendapatkan berbagai informasi dari dunia maya. Walaupun ada
bantuan software pembaca layar, namun
belum tentu mereka mendapatkannya. Sebab, perangkat lunak untuk membantu kaum
tunanetra berinternet ria serta bermain komputer konon harganya mencapai US$ 1000.
Persoalan harga ini menimbulkan rasa iba bagi Jeffrey Bigham. Karena itu, Jeffrey yang
seorang mahasiswa ilmu komputer dari Universitas Brown berusaha mengembangkan
sebuah aplikasi untuk para penyandang tunanetra secara gratis. Usahanya ini
bisa dilihat dan diiunduh di alamat http://webanywhere.cs.washington.edu.
Karya Jeffrey ini diberi nama WebAnywhere. Dari sisi
kecanggihan, software ini cukup mumpuni. WebAnywhere dapat dibaca oleh browser
kata per kata dan dapat didengarkan melalui pengeras suara. Hebatnya lagi,
program ini dapat membaca tulisan baris per baris serta data dalam tabel.
Sayangnya, masih ada kesulitan dalam mengakses
web bagi para tunanetra. Sebab, paling tidak untuk mengunduhnya mereka harus
meminta bantuan orang lain dahulu untuk membantunya. Meski begitu, sang pembuat
berasumsi akan mudah meminta bantuan orang lain untuk membantunya.
Sungguh sebuah kepedulian yang luar biasa dari
seorang Jeffrey
Bigham. Diharapkan dengan aplikasi buatannya para penyandang
tunanetra dapat mengakses internet di mana saja.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Namun, Redaksi JUGA berhak memilih komentar yang akan ditayangkan (yaitu komentar yang sesuai dan positif). Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim.
Belum Ada Komentar Untuk Artikel Diatas. Posting komentar Anda