|
|||
|
Penulis : Agus Putranto
Kamis, 17-Juli-2008
Samuel adalah anak yang sangat aktif dan pintar. Samuel
menyukai hitungan dan tulisan. Sehingga di usia 6 tahun sudah bisa
membaca dan berhitung dengan baik. Tetapi tidak mau mendengarkan jika
tidak dikenal dan dihormatinya.
Pada saat tahun pertama sekolah Kelompok Bermain, Samuel mau mengenal gurunya. Samuel mau dipanggil oleh gurunya. Tahun ke dua, guru kelas secara bergilir akan diganti. Dan di tahun ke dua, Samuel sama sekali tidak mau mendengarkan apa yang dikatakan sang guru. Begitu pula saat masuk Taman Kanak-Kanak, Samuel semakin tidak mau dikendalikan oleh gurunya. Yenny, ibu Samuel bekerja sebagai ibu rumah tangga. Beliau mengalami kesulitan memberi perhatian kepada Samuel karena anak ke dua lahir. Sehingga Samuel dipasrahkan ke pembantu di rumah. Setelah anak ke dua berumur 1.5 tahun, Yenny mulai memberi perhatian ke Samuel. Tetapi Yenny menjadi kesulitan untuk berkomunikasi dengan Samuel. Karena Samuel tidak mau mendengarkan gurunya, akhirnya diputuskan bahwa Samuel harus disekolahkan tetapi bukan sekolah biasa. Beberapa sekolah sudah dicoba, banyak yang tidak mau menerima. Akhirnya sekolah dengan metode Homeschooling, HSKS (HomeSchooling Kak Seto). Beruntung, dengan cara ini, Samuel terpaksa diajar oleh ibunya. Sehingga komunikasi dengan Samuel menjadi lebih jelas. Akhirnya keinginan Samuel dapat diterima. Tidak ada orang lain yang mengenal Samuel selain Ibunya. Sebagai seorang ibu, maka mau tidak mau harus mengajak makan, minum, mandi, belajar dan lain-lain, sehingga Yenny lebih dapat mengerti kemauan, kesulitan dan kesenangan dari Samuel. Ini ada beberapa cuplikan : "kikunatara okasan ni naritai" - kalau besar ingin menjadi ibu-jawaban anak-anak Jepang seperti itu, rasanya tidak dimiliki oleh anak-anak perempuan di Indonesia (sumber ANNI IWASAKI - Ketua Anni Iwasaki Foundation) Kami di sini meminta, ya memohonkan, meminta dengan sangatnya supaya diusahakan pengajaran dan pendidikan anak-anak perempuan, bukanlah sekali-kali karena kami hendak menjadikan anak-anak perempuan itu saingan orang laki-laki dalam perjuangan hidup ini, melainkan karena kami, oleh sebab sangat yakin akan besar pengaruh yang mungkin datang dari kaum perempuan-hendak menjadikan perempuan itu lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan oleh Alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu-pendidik manusia yang pertama-tama.(sumber : Kepada Tn Anton dan Nyonya. Habis Gelap Terbitlah Terang terjemahan Armijn Pane. PN Balai Pustaka 1985)Dari pengalaman dan cuplikan di atas, saya dapat menyarankan bahwa Komunikasi antara orang tua dengan anak, hanya dapat dibina dengan baik jika kedua orang tua saling bekerja sama dan saling mendukung.Kita bisa melihat jika kedua orang tua sibuk bekerja, maka anak tidak akan dikenali keinginan, kemauannya oleh orang tua. Si anak adalah peniru yang handal. Dia akan meniru pembantu, meniru dari Televisi. Jika meniru yang baik, betapa senangnya. Tetapi kalau sebaliknya, betapa kasihan orang tua yang sudah bekerja keras demi anak, tetapi anak akan tetap kacau. Kebutuhan anak adalah diperhatikan, dan diperhatikan, bukan uang. Memang sangat sulit perekonomian di Indonesia, oleh sebab itu perlu kerjasama yang baik antar kedua orang tua dan saling mendukung. Harus berbagi waktu, siapa yang bekerja, bagaimana mengurus dapur, karena pemasukan dari satu sisi saja.Tidak ada orang lain yang mengenal anaknya selain Ibunya. Saya buat tulisan ini, karena Saya sangat menyayangi Samuel dan istri saya, Yenny. Oleh : Agus Putranto, S.Kom, MT, MSc. XCEL Manager Universitas Bina Nusantara Aputra@binus.edu |
|||
|
|||
| ( View : 4194 | Refer : 2 | Print : 206 | Rate : 0.00 / 0 Votes ) | |||
| Artikel Selanjutnya : | |||
| • | Berani Mengangkat, Berani Meletakkan (Campus Corner) - Selasa, 07-Oktober-2008 | ||
| • | Ibu Komunikasi Anak (Campus Corner) - Rabu, 29-Oktober-2008 | ||
| • | Kampus Buat Stress Banget? (Campus Corner) - Senin, 03-November-2008 | ||
| • | Tukang Parkir Yang Bodoh (Campus Corner) - Senin, 10-November-2008 | ||
| • | 9 Manfaat Menulis Diari Sebagai Terapi Kesuksesan (Campus Corner) - Senin, 09-Pebruari-2009 | ||
| Artikel Sebelumnya : | |||
| • | Tipe-tipe Penghambat Kemajuan (Campus Corner) - Kamis, 12-Juni-2008 | ||
| • | Kacamata Suasana (Campus Corner) - Kamis, 05-Juni-2008 | ||
| • | Berani Mengangkat, Berani Meletakkan (Campus Corner) - Selasa, 03-Juni-2008 | ||
| • | Hidup Adalah Djoeang (Campus Corner) - Jumat, 23-Mei-2008 | ||
| • | Jadilah Yang Terbaik Apa Pun Profesi Anda (Campus Corner) - Senin, 05-Mei-2008 | ||
| Menu Artikel | |
| Mau Berbagi ? | |
|
|



