Seringkali, jika
ditanya oleh seseorang, apa sebenarnya hobi kita? Kita kesulitan
menjawabnya. Lalu ditanya, apa sebenarnya bakat kita? Kita malah
bingung, sebenarnya punya bakat apa ya? Ketika ditanya tentang
cita-cita, malah kebanyakan orang semakin bingung, punya cita-cita apa?
Hal yang sama juga terjadi, jika ditanya soal apa sesungguhnya yang
menjadi keinginan kita di masa depan nanti? Banyak orang yang bingung
dalam menjawabnya. Apapun itu namanya, hobi, bakat, keinginan, dan
cita-cita; seringkali memang membuat kita menjadi bingung dan bimbang,
bagaimana harus menjawabnya dengan benar. Kebingungan
kita tersebut sebenarnya tidak bisa lepas dari kuatnya pengaruh
lingkungan tempat kita berada, sejak masa kanak-kanak sampai dengan
masa dewasa ini.
Pada
masa kecil kita, sebenarnya kita sudah punya keinginan-keinginan
pribadi sendiri. Akan tetapi, pada saat kita ingin menyalurkan
keinginan kita, seringkali ada hambatan dari lingkungan tempat kita
berada. Hambatan lingkungan itu bisa berasal dari orang tua kita, dari
teman-teman sepermainan, teman-teman sekolah ataupun dari kakek-nenek
kita sendiri. Mereka semualah sesungguhnya yang menjadikan kita bingung
dan bimbang dalam memahami bakat, keinginan atau cita-cita kita pada
saat dewasa nanti. Pengaruh lingkungan ini begitu kuatnya, sehingga
kita menjadi lebih cenderung untuk mengikuti apa yang diinginkan oleh
lingkungan kita pada diri kita; diri kita akan menjadi sesuai dengan
keinginan lingkungan tersebut, dan tidak menjadi diri kita sendiri.
Anda
sendiri mungkin pernah mengalami kejadian-kejadian, yang memaksa diri
Anda, mau atau tidak mau harus mengikuti atau menuruti apa yang
diinginkan oleh lingkungan tempat Anda berada saat itu. Seringkali,
karena kita belum mempunyai pendirian dan kepribadian kuat; maka
biasanya kita mau tidak mau harus menuruti apa yang diinginkan
lingkungan, dan kita juga harus melakukannya. Pada saat kita
masih kecil, seringkali orang tua kita punya keinginan, agar kita bisa
dan mau mengikuti keinginan mereka; misalnya, banyak orang tua
menginginkan anaknya menjadi seorang dokter, atau insinyur; padahal si
anak sebenarnya lebih senang di bidang seni atau yang selalu
berhubungan dengan bentuk-bentuk seni.
Pada
gilirannya nanti, saat si anak benar-benar menjadi seorang dokter atau
insinyur, biasanya dia akan merasakan ada sesuatu yang kurang pada
dirinya; dan itu disebabkan oleh keinginan dirinya yang "dipendam
dalam" oleh keinginan orang tuanya. Dan banyak sekali kasus demikian,
sehingga pada akhirnya, si dokter atau si insinyur tersebut
meninggalkan gelar dan profesinya, kemudian mulai mengikuti
keinginannya yang sudah sekian lamanya dipendam oleh ambisi orang
tuanya tersebut. Sehingga akhirnya dia bisa menjadi lebih sukses lagi,
bahkan tidak hanya sukses dari segi materi, melainkan juga dia bisa
berbahagia menikmati hidupnya sesuai dengan keinginan atau bakat dan
cita-citanya sejak dia masih kecil.
Pada
kenyataan hidup sekarang ini, Anda bisa melihat adanya
fenomena-fenomena seperti itu. Anda bisa melihat ada pelukis yang
bergelar insinyur, sarjana ekonomi atau sarjana lainnya, banyak aktris
atau aktor dengan gelar dokter atau sarjana hukum ataupun gelar-gelar
yang lain. Banyak penyanyi menyandang gelar yang tidak sesuai dengan
dunia yang digelutinya saat ini. Bahkan banyak orang menekuni sebuah profesi yang jauh sekali dari jurusan pendidikan akademisnya.
Inilah suatu fenomena, yang sesungguhnya hasil dari pemaksaan keinginan
lingkungan tempat hidup kita, kepada diri kita sejak masa kanak-kanak
sampai dewasa ini.
Untuk
membentuk sebuah konsep diri secara benar, sesuai dengan siapa diri
Anda sesungguhnya, dan apa yang Anda benar-benar inginkan dalam hidup
ini; sebenarnya bisa Anda lakukan lagi pada saat ini. Anda sesungguhnya bisa membentuk kembali konsep diri Anda. Anda bisa mulai membuat visi baru mengenai siapa diri Anda sebenarnya, diri Anda yang benar-benar baru dan lebih baik tentunya.
Anda harus memandang diri Anda sendiri dengan sudut pandang yang benar,
sudut pandang yang bisa menghargai siapa diri Anda sendiri. Sehingga,
dengan melihat secara benar mengenai siapa diri Anda, maka Anda sudah
melakukan langkah awal untuk menuju kepada suatu pembentukan sebuah
konsep diri yang baru. Tidak ada kata terlambat, jika itu untuk suatu kebaikan bagi diri Anda sendiri.
Memang
bukan suatu hal yang mudah untuk membentuk konsep diri Anda dengan
benar sebagaimana keinginan anda; hal ini disebabkan besarnya dan
kuatnya pengaruh dari lingkungan sekitar Anda. Pokok
terpenting di sini adalah: Anda harus membuat sebuah konsep baru
mengenai citra diri Anda sebenarnya, citra diri yang Anda impikan, yang
benar-benar Anda inginkan sebagai diri Anda sesungguhnya. Selanjutnya
Anda harus berpikir dan bertindak dengan kepercayaan penuh sesuai
dengan apa yang menurut Anda benar mengenai siapa diri Anda
sesungguhnya;sebagaimana yang sudah Anda programkan sekarang ini.
Sehingga
pada akhirnya pikiran bawah sadar Anda akan mengambil alih, karena
hukum pikiran kita adalah hukum kepercayaan; dan pikiran bawah sadar
kita itu peka dan tanggap terhadap apa saja yang kita pikirkan dengan
penuh kepercayaan. Oleh karena itu pada gilirannya Anda akan
berpikir dan bertindak sebagaimana konsep diri yang Anda benarkan dan
Anda terima dengan rasa percaya yang membetuk keikhlasan, bahwa itu
adalah diri Anda yang sejati; sehingga Anda akan benar-benar menjadi
diri Anda sendiri sesuai dengan konsep diri yang baru itu. Hal
penting yang harus Anda ingat adalah, bahwa begitu pikiran bawah sadar
sudah menerima suatu gagasan, maka dengan serta merta pelaksanaannya
langsung dimulai.
Salam Luar Biasa Prima!
Wuryanano
http://wuryanano.com/
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Wuryanano ( Daftar Artikel Selengkapnya )
|
 |
Rahasia Kekuatan Entrepreneur Sukses!
|
 |
Kembangkan Jiwa Sukses Anda!
|
 |
Rahasia Doa Yang Terkabul...
|
 |
Rahasia Kekuatan Entrepreneur Sukses
|
 |
Adakah Waktu Untuk Bersenang-senang?
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Menjadi Pemimpin Rendah Hati
(Artikel Tetap) -
Kamis, 10 Juli 2008
|
 |
Melihat Kepentingan Apa Yang Kita Makan
(Artikel Tetap) -
Selasa, 15 Juli 2008
|
 |
Kesan Pertama Begitu Menentukan
(Artikel Tetap) -
Selasa, 15 Juli 2008
|
 |
Success Steps
(Artikel Tetap) -
Rabu, 16 Juli 2008
|
 |
Perpisahan Dangan Handphone
(Artikel Tetap) -
Rabu, 16 Juli 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Dalam Keheningan Peta Solusi Akan Tampak Lebih Jelas
(Artikel Tetap) -
Rabu, 09 Juli 2008
|
 |
Bulu Ayam
(Artikel Tetap) -
Selasa, 08 Juli 2008
|
 |
Peragu
(Artikel Tetap) -
Senin, 07 Juli 2008
|
 |
Tindakan Nyata Bukan Hanya Sekedar Kata-kata
(Artikel Tetap) -
Sabtu, 05 Juli 2008
|
 |
What Is Success
(Artikel Tetap) -
Jumat, 04 Juli 2008
|
|
|