Berlawanan bukan berarti bermusuhan
Berdampingan bukan berarti berdamai
Bukan selalu yang terdampak yang dinilai
Sungguh rumit namun menyenangkan
Ratusan orang berbondong-bondong untuk berdemo. Mereka berdemo dengan berbagai macam cara ada yang dengan mengancam puasa makan, ada yang dengan berdialog, ada yang dengan orasi, dan ada pula yang dengan pertunjukkan teater. Tujuannya bisa beragam dari untuk mereka sampai untuk golongan tertentu. Bagaimanapun itu adalah sah-sah saja tidak ada yang salah asalkan tidak sampai menjurus ke anarki.
Namun yang patut dipikirkan lebih jauh adalah benarkah tujuannya ? apakah dengan mengatasnamakan kelompok yang lemah, mereka yang berdemo selalu benar ? mengapa para pemerintah tidak menjelaskan kepada mereka-mereka secara gamblang ? inilah gaya berdampingan namun tidak berdamai satu sama lain namun inilah yang disebut berlawanan namun tidak bermusuhan.
Kita adalah satu, sudah selayaknya untuk saling mendukung satu sama lain. Pengertian diperlukan dalam hal ini baik dari segi pemerintah maupun rakyat. Bagaimana bisa maju jika selama ini kita selalu memikirkan masa lalu. Masa depan akan selalu lebih baik, ITU PASTI ! hal-hal semacam inilah yang akan membuat kita semakin maju. Justru dari negara yang amat kecil dan terbatas sumber dayanya, Jepang mampu berdiri sebagai negara maju. Lantas bagaimana dengan kita ?
Bukan dengan tangan, kaki, namun dengan hati dan pikiran tenang untuk memikirkan segalanya. Bangsa ini adalah bangsa yang besar dan hebat. Lihatlah kepintaran putra-putri Indonesia, Juara olimpiade, menemukan Bahan Bakar Air, penemuan-penemuan aneh lainnya, belum lagi Hacker-Hacker Indonesia yang hebat sekali, saya pribadi mengancungi jempol untuk kita semua. Mungkin dengan naiknya BBM, Tuhan ingin kita lebih maju, lebih kreatif dan lebih mau membantu sesama.
Jadikanlah selalu masalah yang ada sebagai alat untuk memacu kita lebih keras. Tidak selamanya pertentangan menjadi suatu hal yang amat menyakitkan, kadang diperlukan suatu hal yang menyakitkan untuk mendapatkan suatu kegembiraan. Lihatlah langit malam yang kelam, disitulah bintang yang terang dapat terlihat, lihatlah seorang ibu yang akan melahirkan, betapa susahnya dan penuh perjuangan bahkan mengorbankan nyawanya namun setelah melahirkan betapa bahagianya ibu tersebut.
Mari saudara-saudara ku, kita terus berjuang untuk bangsa kita, Indonesia, jangan fokus pada masalah yang ada tapi mari kita cari solusi bersama-sama.
HIDUP INDONESIA
Salam hangat
www.lifemaximum8.blogspot.com
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Henry Yuarta
|
 |
Sekolah Kehidupan
|
 |
Awal Dari Kebahagiaan
|
 |
Air Mata Dan Tawa Riang Untuk Indonesia
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Cara Kreatif Mendulang Profit
(Artikel Anda) -
Kamis, 26 Juni 2008
|
 |
Tidak Perlu Analisa
(Artikel Anda) -
Jumat, 27 Juni 2008
|
 |
Kisah Seorang Guru Dan Dua Muridnya
(Artikel Anda) -
Minggu, 29 Juni 2008
|
 |
Mengapa Dan Mengapa - Renungan Untuk Sabahat Bagian 2
(Artikel Anda) -
Senin, 30 Juni 2008
|
 |
Fear Of Risks
(Artikel Anda) -
Selasa, 01 Juli 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Perahuku
(Artikel Anda) -
Selasa, 24 Juni 2008
|
 |
Arti Sebuah Keluarga
(Artikel Anda) -
Minggu, 22 Juni 2008
|
 |
Change We Can Believe In
(Artikel Anda) -
Sabtu, 21 Juni 2008
|
 |
Pathway To Success (part 2)
(Artikel Anda) -
Jumat, 20 Juni 2008
|
 |
Lompatan Paus
(Artikel Anda) -
Kamis, 19 Juni 2008
|
|
|