|
|||
|
Penulis : Andrew Ho
Rating Artikel :
Selasa, 24-Juni-2008
Dalam sebuah seminar, seorang motivator terkenal memulainya dengan
mengeluarkan sehelai uang Rp.100.000,-. Ia mengangkat uang tersebut
tinggi-tinggi, sambil mengajukan sebuah pertanyaan kepada lebih dari 2.000
peserta seminar. "Siapa yang menginginkan uang ini?"
Tak ayal sebagian besar peserta mengacungkan tangan. Motivator tersebut melanjutkan kalimatnya, "Baik! Saya akan memberikan uang ini kepada salah satu diantara Anda. Tetapi sebelum itu saya akan melakukan sesuatu." Motivator tersebut menggulung uang kertas itu. Sekali lagi ia bertanya kepada hadirin, "Siapa yang masih menginginkan uang ini?" Tak berbeda dengan sebelumnya, hampir semua peserta seminar tersebut mengacungkan tangan, pertanda mereka masih menginginkan uang itu. Melihat respon peserta yang tidak berubah, motivator tersebut kemudian menginjak-injak uang tersebut dengan kaki kanan lalu dengan kaki kiri. Setelah uang itu menjadi kotor dan lecek, ia kembali bertanya, "Apakah masih ada yang mengingkan uang ini?" Masih sama dengan sebelumnya, hampir semua peserta mengacungkan tangan. Kemudian dia berkata, "Saudaraku sekalian, dari peragaan tadi saya hanya ingin menunjukkan bahwa siapun ingin memiliki uang itu. Bagaimanapun kondisi uang tersebut tidak akan menurunkan nilainya dari Rp. 100.000,-" Pesan: Kisah tersebut menerangkan sebuah kebenaran bahwa kehidupan ini memang sulit. Setiap hari kita menghadapi tantangan kecil, sedang, berat, hingga sangat berat. Tetapi pada dasarnya tantangan kehidupan tidak mengurangi nilai kita sebagai manusia. Sebaliknya tantangan kehidupan sangat diperlukan untuk meningkatkan nilai diri kita. "The ultimate measure of a man is not where he stands in moments of comfort and convenience, but where he stands at times of challenge and controversy. - Nilai seorang manusia tidak dapat diukur disaat ia berada di zona nyaman, melainkan bagaimana ia menghadapi tantangan dan kontrovesi," kata Martin Luther King Jr. Tetapi sangat banyak diantara kita yang hanya mengeluhkan kehidupan yang penuh dengan tantangan. Mereka lupa harus belajar sesuatu dari tantangan, rasa sakit dan perjuangan hidup. Karena jika segalanya di dunia ini sempurna, maka kita tidak akan dapat belajar hal baru atau mendapatkan semangat lebih besar untuk berbuat lebih baik dan meningkatkan nilai diri kita sebagai manusia. |
|||
|
|||
| ( View : 5742 | Refer : 3 | Print : 166 | Rate : 9.00 / 2 Votes ) | |||
| Artikel Selanjutnya : | |||
| • | Berbagi Alam Dengan Anak Cucu Bagian II (Artikel Tetap) - Kamis, 26-Juni-2008 | ||
| • | Menjadi Seorang Pahlawan (Artikel Tetap) - Jumat, 27-Juni-2008 | ||
| • | Guruku Cantik Sekali (Artikel Tetap) - Senin, 30-Juni-2008 | ||
| • | Harga Bunuh Diri (Artikel Tetap) - Senin, 30-Juni-2008 | ||
| • | Klik, Hidup Anda Telah On (Artikel Tetap) - Selasa, 01-Juli-2008 | ||
| Artikel Sebelumnya : | |||
| • | Developing A Good Business Relationship (Artikel Tetap) - Senin, 23-Juni-2008 | ||
| • | Kursi Bambu (Artikel Tetap) - Senin, 23-Juni-2008 | ||
| • | Orang Kreatif Itu Spesies Langka (Artikel Tetap) - Kamis, 19-Juni-2008 | ||
| • | Magnificent Hearts (Artikel Tetap) - Rabu, 18-Juni-2008 | ||
| • | Adakah Waktu Untuk Bersenang-senang? (Artikel Tetap) - Selasa, 17-Juni-2008 | ||
| Menu Artikel | |
| Mau Berbagi ? | |
|
|



