Pernah menaikiperahu?Kapal laut atau sejenisnya?
Perahu, dapat digerakkan olehalam, dapat pula digerakkan oleh kekuatan sang pendayung.
Tak peduli apakah perahu tersebut bergerak oleh salah satu kekuatan itu atau kolaborasi di antaranya,yang jelas perahu itu harus diarahkan oleh seorang nahkoda, atau ia akan kehilangan arah dantersesattanpa mencapai tujuannya.
Dalam menyeberangilautan
luas, gelombang laut menjadi bagian yang tak terpisahkan darinya,
kadang ada gelombang besar yang datang, kadang hanya berupa riak-riak
kecil yang mengelitik.
Perahu tanpa nahkoda akan terhempas, rusak bahkan karam ketika badai menerpa.
Perahu Tempatnya adalah di Air
Kekuatan
Alam seperti badai dan gelombang besar adalah tak terelakan, perahu
harus menghadapinya bahkan ketika ia tidak berkeinginan bergerak sama
sekali, atau bahkan pada saatberdiam diri di pelabuhan sekalipun.Itulah hukum alam, Perahu tempatnya adalah di Air, dan air selalu mengandung gelombang dan riak-riak kecil.
Alam kadang bertindak sebagai pengerak.Angin dan arus laut akan membuat perahu melaju dengan kencang.Pada saat itu, nahkodaakan membuatperahu
tetap terarah dan tidak terbawa arus, kecepatan perahu itu harus
dikendalikan, laju yang terlalu kencang tanpa terkendali kadang akan
mencampakkannya bahkan meremukannya.
Alam kadang juga bertindak sebagai "Obstacle"Pada saat inilah, kemahiran nahkoda dalam mengendalikan perahu diuji,Kemampuan menggabungkan keahliannya dan pengetahuan alam menjadi sangat penting.Kesalahan yang kecil sekalipun pada saat badai menerpa akan segera menghancurkan perahu itu berkeping-keping.
Metamorphosis
Dengan semakin bertambahnya "Jam terbang", perahu akan semakin kokoh dan mengalami metamorphosis,
perahu kayu yang lemah akan segera menjadi kapal laut yang besar, yang
lebih stabil, yang lebih tahan menghadapi gelombang besar, yang lebih
mampu menampung impian-impian luar biasa, lengkap dengan alat-alat
navigasi yang canggih, dengan baling-baling penggerak, dengan system operasional yang jauh lebih baik. Dan yang tentunya dengan nahkoda yang jauh lebih berpengalaman.Perahu itu akan di-Up grade dari masa ke masa.
Disiplin
Dalam
menyeberangi lautan lepas, perahu itu akan membawa penumpangnya.
Nahkoda selain mengarahkan perahu tersebut, ia juga harus mampu
mengendalikan penumpangnya.Ia harus berhasil menjinakkan
penumpang liar, bahkan menurunkan mereka yang tak mau bekerjasama
dengan sang nahkoda. Disiplin harus ditegakkan, jika ia tak ingin
perahunya oleng dan terbalik oleh keliaran penumpangnya.
Kembali
ke dunia nyata, jika perahu itu adalah diri kita maka kita sendiri pula
yang menahkodainya, kita diberi kuasa penuh untuk mengendalikan diri
kita sendiri, mendisiplinkan diri kita sendiri, dengan memberanikan
diri membuang penumpang-penumpang liar yang ada di pikiran kita,
membuang energi-energi negatif yang mencoba berkembang.
Agar kita menjadi perahu besar yang kokoh dan kuat dalam mengarungi lautan kehidupan.
Salam Sukses Selalu
Seng Guan, CPLHI
RegionalManager Arthamas Konsulindo Medan
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Seng Guan
|
 |
Renungan Akhir Tahun
|
 |
DontAsk, Just Do It?
|
 |
Empat Penjara Hati
|
 |
Belajar Kungfu dari Panda bagian I
|
 |
Berani Saja Tidak Cukup
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Air Mata Dan Tawa Riang Untuk Indonesia
(Artikel Anda) -
Rabu, 25 Juni 2008
|
 |
Cara Kreatif Mendulang Profit
(Artikel Anda) -
Kamis, 26 Juni 2008
|
 |
Tidak Perlu Analisa
(Artikel Anda) -
Jumat, 27 Juni 2008
|
 |
Kisah Seorang Guru Dan Dua Muridnya
(Artikel Anda) -
Minggu, 29 Juni 2008
|
 |
Mengapa Dan Mengapa - Renungan Untuk Sabahat Bagian 2
(Artikel Anda) -
Senin, 30 Juni 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Arti Sebuah Keluarga
(Artikel Anda) -
Minggu, 22 Juni 2008
|
 |
Change We Can Believe In
(Artikel Anda) -
Sabtu, 21 Juni 2008
|
 |
Pathway To Success (part 2)
(Artikel Anda) -
Jumat, 20 Juni 2008
|
 |
Lompatan Paus
(Artikel Anda) -
Kamis, 19 Juni 2008
|
 |
Menulis - Masih Perlukah Mengeluh?
(Artikel Anda) -
Rabu, 18 Juni 2008
|
|
|