Misi : Membangun Kekayaan Mental Manusia Indonesia Demi Kehidupan Yang Lebih Bernilai
Slogan : Bosan kita menderita ! Saatnya Bersama ! Bangun Indonesia !
   Tell A Friend  |  Contact Us  |  Sitemap
 
 
 
Talk Show: Andrie Wongso Smart Motivation Setiap Hari Senin. Jam 07.05 WIB - 08.00 WIB (Live Interaktif Motivation). Jam 15.05 WIB - 16.00 WIB (Siaran Ulang). Di Radio SMART FM: Jakarta 95.9 FM, Makasar 101.1 FM, Palembang 101.8 FM, Banjarmasin 101.1 FM, Balikpapan 97.8 FM, Medan 101.8 FM, Semarang 93.4 FM, Ral FM Manado 102,65 FM, Smart FM Surabaya 88,9 FM Jangan lupa dengarkan setiap hari kapsul-kapsul Wisdom & Motivation.
Kalender November 2008
S M T W T F S
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30
Baca Juga
• Steven Agustinus
  Senin, 21-April-2008
  10:00:07 WIB
Bekerja Dengan Cerdas
• Steven Agustinus
  Sabtu, 01-Maret-2008
  06:50:48 WIB
Menemukan Peluang Di Tengah Tantangan - 3
• Steven Agustinus
  Minggu, 01-Juni-2008
  12:35:39 WIB
Menjinakkan Orang-orang Sulit
• Steven Agustinus
  Minggu, 25-Mei-2008
  10:17:18 WIB
Setia Atau Loyal?
Shopping Product
Poster BW
Medium - Size 37.5 x 26.5 cm

SUKSES!

Tiada sukses diraih tanpa keterlibatan orang lain.

Pandai membawa diri di setiap pergaulan adalah ilmu hidup yang mutlak dimiliki oleh setiap orang yang mau sukses. 

 
View Shopping Product
Artikel Tetap
Senin, 16-Juni-2008; 08:42:19 WIB
To Unlock The Potential Within, To Secure A Brighter Future
( 0 Komentar )
Oleh : Steven Agustinus

Pengaruh potensi yang dimiliki seseorang terhadap masa depannya sangatlah besar. Indonesia adalah negara yang kaya akan berbagai sumber daya, baik alam maupun manusia, tapi untuk bisa memiliki sumber daya manusia yang menunjang, mau tidak mau potensi-potensi yang ada dalam diri seseorang harus dimunculkan dan diasah.

Tanpa terus mengasah potensi, seseorang tidak akan bisa bekerja secara maksimal. Secara otomatis ia akan memiliki kecenderungan untuk bekerja demi mendapatkan gaji dan bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari belaka. Sebetulnya alasan klise seperti itu bisa kita hindari (atau setidaknya diminimalkan), karena jika kita bekerja sesuai dengan potensi yang kita miliki, otomatis kita akan mendapatkan hasil yang maksimal. Dengan mendapatkan hasil yang maksimal, secara otomatis masa depan kita akan menjadi lebih baik.

 

Suka ataupun tidak, setiap orang pasti akan menghadapi persaingan dalam dunia kerja. Sebagai suatu bangsa yang sebentar lagi akan memasuki era globalisasi, secara otomatis kita pun akan mulai bersaing dengan bangsa-bangsa lain. Di sisi lain, saya mendapati banyak orang asing yang siap untuk ‘menyerbu’ masuk ke Indonesia dengan berbagai potensi yang sudah terasah. Ketika mereka datang, mereka akan masuk sebagai tenaga kerja ahli. Akibatnya, tanpa terus menggali potensi dan keahlian yang kita miliki, kita tidak akan bisa bersaing dengan orang-orang asing yang memiliki kebebasan untuk datang dan bekerja di Indonesia.

Potensi = Kesempatan = Masa Depan?

Sering kita jumpai banyak orang berpotensi yang tidak memiliki kesempatan. Saya pernah melihat sebuah tayangan di televisi tentang anak-anak yang berprestasi; ada yang meraih gelar juara olimpiade matematika se-Asia, ada juga yang meraih gelar grandmaster di dunia percaturan. Walaupun anak-anak ini cerdas dan berpotensi, tanpa ditunjang oleh hal-hal lain (‘faktor X’), potensi mereka tidak akan pernah bisa dimunculkan.

Setiap orang pasti memiliki setidaknya satu potensi, meskipun potensi itu sederhana dan kadangkala justru dipandang negatif oleh orang lain. Sebagai contoh: mungkin kita sering merasa terganggu dengan orang-orang yang ceriwis atau suka berbicara; seandainya orang-orang tersebut bisa kita arahkan, latih, dan isi hidupnya dengan hal-hal yang positif dan berkualitas, mereka akan menjadi orang-orang yang sangat potensial untuk menjadi pembicara yang handal. Namun, seringkali yang menjadi persoalan adalah benturan yang kita alami dengan sistem, apalagi jika orang-orang yang potensial ini berasal dari keluarga yang kurang mampu. Terkadang, seseorang yang kaya dengan berbagai potensi tidak menyadari kelebihan yang dimilikinya. Seringkali hal itu disebabkan karena orang yang bersangkutan belum menemukan ‘ladang’ yang tepat untuk menyalurkan dan mengaryakan potensi-potensinya.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menggali potensi, antara lain dengan mengikuti pelatihan. Selama ini saya mendapati bahwa sistem pendidikan di Indonesia secara umum cenderung untuk melatih kita menjadi siswa yang pandai, bukan siswa yang cerdas. Padahal untuk bersaing dan menjadi sukses, kita tidak bisa ‘sekadar’ menjadi orang yang pandai – kita membutuhkan kecerdasan.

Pandai VS Cerdas

Pandai lebih mengacu pada kemampuan penguasaan materi; sedangkan orang yang cerdas memiliki kemampuan berpikir sedemikian rupa, sehingga ketika menghadapi kasus-kasus yang tidak pernah ditemukan dalam textbook, ia akan tetap bisa menemukan solusi. Untuk menjadi orang yang pandai hanya dibutuhkan ketekunan. Jika kita tekun membaca buku yang sama berkali-kali, kita akan dapat menguasai isi buku tersebut. Akan tetapi, hafal belaka tidak menjamin bahwa otak kita langsung mengetahui cara penerapannya.

Meskipun kemampuan untuk menghafal itu penting, namun kemampuan untuk menganalisa-lah yang seringkali kita butuhkan jika ingin meraih kesuksesan. Itu sebabnya, orang-orang yang pandai di bangku sekolah belum tentu bisa berhasil dalam dunia kerja; sebaliknya, ada orang-orang yang (mungkin) kurang pandai di bangku sekolah, namun dengan cepat mengalami lompatan ketika diterjunkan dalam dunia kerja karena memiliki intelegensi atau kecerdasan yang bagus.

Tidak jarang pula kita menjumpai orang-orang yang rajin mengikuti berbagai seminar dan pelatihan, namun seakan-akan tidak mengalami kemajuan apapun. Masalahnya bisa bersumber dari dua sisi: yang pertama, karena orang-orang yang mengajar pada seminar atau training tersebut kurang mampu untuk mengomunikasikan apa yang ingin mereka sampaikan. Sebagai akibatnya, para peserta yang ada tidak bisa mendapatkan manfaat secara maksimal. Sisi yang kedua, karena orang yang menghadiri seminar atau training tersebut tidak berusaha untuk memahami apa yang mereka pelajari lebih lanjut. Ketika kita mengikuti suatu seminar atau pelatihan, seringkali kemampuan kita untuk menyerap apa yang disampaikan oleh pembicara tidak lebih dari 50%. Karena itu, usahakanlah untuk mencatat semaksimal mungkin setiap materi yang disajikan, sehingga kita bisa mempelajarinya kembali setelah seminar usai. Semakin sering kita mempelajari materi tersebut, pemahaman kita akan semakin berkembang. Bagaimanapun juga, konsep pikir kita sebagai pendengar harus diselaraskan dengan cara berpikir sang pembicara. Jika kita mencerna apa yang disampaikan oleh pembicara dengan konsep pikir kita sendiri, besar kemungkinan kita akan mengalami misinterpretasi. Ketika kita mulai memiliki cara berpikir yang sama dengan si pembicara, kita hanya perlu mempraktekkan pelajaran yang sudah kita terima dan perubahan pasti akan terjadi.

Salah satu cara untuk menggali dan mengasah potensi tanpa biaya yang mahal adalah dengan bekerja magang pada orang lain. Amati orang-orang yang sudah berhasil, yang memiliki kesamaan potensi seperti yang kita miliki, dan belajarlah untuk ‘mendedikasikan’ diri kepada orang tersebut tanpa memikirkan masalah gaji samasekali. Tetapkan tujuan untuk belajar dari orang yang sudah berhasil ini, karena siapa tahu, di waktu yang akan datang kita dapat meraih keberhasilan di bidang yang sama.

Indonesia adalah bangsa yang besar dan memiliki banyak potensi, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Saya yakin, Anda adalah salah satu sumber daya manusia yang diharapkan untuk bangkitnya Indonesia di masa yang akan datang. Masa depan Indonesia ada di tangan Anda; dengan memunculkan diri sebagai seseorang yang berpotensi dan memiliki mentalitas yang baik, Anda akan menjadi jawaban dan tumpuan bagi masa depan bangsa ini.

~ www.kesuksesan-sejati.blogspot.com ~


baca berita di lintas berita | Infogue.com
Stumbleupon.com  Digg.com  Mister-Wong.com  Reddit.com  Technorati.com  ma.gnolia.com  Newsvine.com  Plugim.com  Blinkbits.com  Co.mments.com  del.icio.us  Propeller.com  Scoopeo.com  Slashdot.org  Simpy.com 
Facebook.com  Fark.com  Furl.net  Google.com  Gwar.pl Spurl.net  Sphere.com  Taggly.com  Squidoo.com  Scuttle.org 
 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA

Komentar Artikel :

Belum Ada Komentar Untuk Artikel Diatas. Posting komentar Anda
           
( View : 2875 | Refer : 3 | Print : 47 | Rate : 0.00 / 0 Votes )
Artikel Selanjutnya
Bersyukur Dan Berjuang - Senin, 16-Juni-2008; 10:28:32
Berbagi Alam Dengan Anak Cucu bagian I - Selasa, 17-Juni-2008; 09:32:06
Adakah Waktu Untuk Bersenang-senang? - Selasa, 17-Juni-2008; 09:36:36
Magnificent Hearts - Rabu, 18-Juni-2008; 08:38:10
Orang Kreatif Itu Spesies Langka - Kamis, 19-Juni-2008; 08:56:10
Artikel Sebelumnya
Di Sebuah Alun-alun - Senin, 16-Juni-2008; 08:16:38
Jika Tuhan Mengingatkan Kita - Jumat, 13-Juni-2008; 08:46:33
Jangan Pernah Berkata Aku Tidak Bisa - Kamis, 12-Juni-2008; 08:37:58
Kentang Bolong - Rabu, 11-Juni-2008; 09:34:18
Komunikasi Yang Sehat Antara Pemimpin Dan Karyawan - Senin, 09-Juni-2008; 08:41:46
AW Jumlah Pengunjung
Pengunjung Kemarin 3706
Pengunjung Hari Ini 468
Online 24
Pengiriman Artikel dan AW Jokes
Jika Anda ingin mengirimkan Artikel, silahkan tekan tombol dibawah ini
Layanan Informasi
Layanan pelanggan - CSO 1

Layanan pelanggan - CSO 2
Bukan untuk konsultasi pribadi
Sitemap | Contact Us | Privacy Policy Copyright © 2007, Andriewongso.com - Action & Wisdom Motivation Training, All Rights Reserved