Anda
bingung memilih bisnis yang cocok? Sahabat saya yang bernama Utoro
mengalami hal yang sama. Saya pun mengalaminya. Utoro adalah seorang
karyawan sebuah perusahaan. Ingin sekali memiliki bisnis yang dikelola
istrinya. Counter HP, minimarket, atau usaha pendidikan atau yang
lainnya? Setelah bergabung menjadi anggota Indonesian Entrepreneur
Society (IES) semakin banyak alternatif peluang bisnis yang ia
pikirkan. Bagaimana memilihnya? Semuanya punya peluang baik dan
semuanya punya resiko juga. Suatu hari ia bersama istri dan anaknya
makan malam di sebuah warung makan soto semarang. Keluarga ini memang
sudah langganan makan malam seminggu sekali di sana.
"Pa, buka warung soto semarang aja Pak, enak lho, aku senang mama juga senang," begitu tiba-tiba anaknya memberi usul.
"Aha,
benar juga, kenapa tidak buka warung soto saja," katanya. Ternyata ide
yang jitu datang dari anaknya yang masih sekolah dasar. Sejak itulah ia
langsung action menyiapkan bisnis warung soto. Dan berhasil.
Untuk
memilih sesuatu syaratnya harus ada yang dipilih dulu. Jadi kalau
pilihannya hanya satu, itu bukan pilihan namanya. Kalau anda sudah
punya pilihan, dan masih bingung mana yang cocok, teruskanlah untuk
berusaha mengambil keputusan bisnis mana yang paling pas. Anda bisa
melihat dari kemampuan modal anda. Jika masih bingung juga, anda dapat
mulai melihat peluang pasarnya, manayang bisa dilakukan
segera. Masih bingung juga? Pertimbangkan masa depan bisnis pilihan
anda. Misalkan bisnis wartel, kemungkinan prospeknya kurang baik
dibanding yang lain. Wah. yang lain prospeknya bagus-bagus juga. Oke,
pilih yang paling mudah anda lakukan. "Ah, susah juga"kata anda. Jangan
menyerah. Tanya ke orang yang dekat dengan anda. Jika jawabannya
negatif, stop dulu. Misalkan anda mendengar begini," Wah si A juga
pernah punya usaha itu, bangkrut, si B punya usaha ini untungnya tipis,
capek doang. Sudahlah, sebagai karyawan yang saja baik-baik, itu aman." Anda
cari orang lain yang punya jam terbang bisnis yang baik. Jika langkah
inipun masih belum menghasilkan, boleh anda buat undian saja. Anda
ambil kertas, tulis jenis pilihan bisnis. Pejamkan mata, ambil salah
satu, dan segera jalankan. Jangan tunda lagi.Saya
punya pengalaman juga ketika punya dua pilihan terhadap rumah saya,
saya jual dan saya kontrakan. Awalnya saya menilai rumah saya untuk
klinik atau Taman Kanak-Kanak.Saya tawarkan ke seorang
dokter yang sudah menjadi langganan saya. Ia minat, tapi merasa belum
saatnya pindah. Saya cari partner untuk mendirikan TK, belum ada yang
minat juga. Saya
teringat akan cita-cita saya untuk mendidik anak saya agar tahu
entrepreneur sejak kecil. Saya cari, kira-kira bisnis apa yang akan
menyenangkan anak saya yang baru mau lulus Sekolah Dasar. Akhirnya
ketemulah gagasan membuat warnet. Saya tanya pendapat dia bagaimana
kalau lokasi tersebut untuk mendirikan warnet. Anak saya langsung
bersemangat. Ia memberikan masukan mulai dari dekorasi, harga jual,
promosi. Bahkan ia sudah menyebarluaskan informasi akan berdirinya
warnet ke teman-temannya. Anak
sayalah yang tahu jenis-jenis games online yang wajib ada di warnet,
paket harga yang menarik bagi anak-anak, dan berbagai macam informasi
perkembangan pelayanan warnet.Memilih
bisnis pun perlu tekad dan ketekunan. Kalau tidak, banyak waktu yang
akan terbuang. Yang akhirnya malah bisa berkesimpulan,"rasanya saya
memang tidak punya bakat bisnis".Padahal bukan soal bakat, ketekunan anda saja yang tidak tahan diuji dengan pilihan-pilihan. Percayalah!***
Artikel ini diadopsi dari buku saya Panduan Lengkap Memulai dan Mengelola Bisnis dari Nol.
Bambang Suharno, Pendiri dan DirekturIndonesian Entrepreneur Society (IES)
telp :021-70228877, email
bambangsuharno@telkom.net
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Bambang Suharno
|
 |
Memilih Bisnis Perlu Ketekunan
|
 |
Kepada Siapa Anda Curhat Tentang Bisnis Anda?
|
 |
Mengelola Gaji Menjadi Bisnis
|
 |
Memulihkan Bisnis Yang Hampir Bangkrut
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Solid Team Work
(Entrepreneur Corner) -
Kamis, 19 Juni 2008
|
 |
8 Steps To Satisfy Customer
(Entrepreneur Corner) -
Senin, 07 Juli 2008
|
 |
Cara Mudah Membuat Customer Terpesona
(Entrepreneur Corner) -
Selasa, 08 Juli 2008
|
 |
Tulus Pangkal Lulus
(Entrepreneur Corner) -
Kamis, 17 Juli 2008
|
 |
Capai Target Penjualan Dengan Mudah
(Entrepreneur Corner) -
Rabu, 06 Agustus 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Straight Way To Win
(Entrepreneur Corner) -
Selasa, 10 Juni 2008
|
 |
How To Run A New Business
(Entrepreneur Corner) -
Selasa, 03 Juni 2008
|
 |
Menarilah Dan Menyanyilah Sesuka Hatimu..
(Entrepreneur Corner) -
Rabu, 28 Mei 2008
|
 |
Positive Thinking Attitude
(Entrepreneur Corner) -
Kamis, 22 Mei 2008
|
 |
Dana Sos, Uang Penyelamat II
(Entrepreneur Corner) -
Selasa, 13 Mei 2008
|
|
|