Suatu sore, kami
mendapat telepon dari saudara di Surabaya,
yang mengabarkan berita duka bahwa putri tunggalnya meninggal dunia karena
bunuh diri. Kami sekeluarga lebih kepada
shock
daripada perasaan duka yang mendalam karena di usia yang masih muda, bagaimana
bisa menghabisi nyawanya dengan cara menegak cairan pembunuh serangga. Menurut
si papa, anaknya mengalami stres karena tidak bisa menerima kenyataan yang
tidak sesuai dengan harapan. Setelah pertama kali percobaan bunuh diri yang pernah
dilakukannya gagal, kali kedua dia sukses melaksanakan niatnya.
Kira-kira dua minggu setelah berita di atas, kembali kami
dikejutkan dengan meninggalnya teman pria se-SD anak kami yang masih berusia 18
tahun. Ketika ditelusuri penyebabnya, karena kanker! Aduh
mak. Kembali
shock itu
datang menghimpit dada.
Saat penggalan cerita dikisahkan oleh seorang sahabat ke
saya, dari sejak sakit hingga meninggalnya si anak, riak air mata pun segera berlomba
berjatuhan. Tak terbayang bagaimana perasaan orangtuanya ditinggalkan untuk
selamanya oleh putra tunggalnya. Sebenarnya ada peristiwa apa di balik semua
kejadian tadi?
Menurut cerita, hal tersebut berawal dari sebuah kecelakaan
kecil, sewaktu si anak terjatuh saat mengendarai sepeda motor. Motornya tidak
mengalami cidera yang berarti. Demikian pula tampak fisik luar, si anak juga
tidak menampakkan cidera yang berarti. Ternyata, yang terluka justru di tempat
yang tidak tampak dari luar, tetapi akibat benturan di tempat yang vital, yakni
di testis.
Mungkin karena malu untuk membicarakan kepada siapapun,
segala nyeri dan sakit berusaha sekuat tenaga ditahan sendiri oleh anak itu. Akibatnya,
bibit kanker yang bersumber dari testis mulai menggerogoti, tidak dapat
terdeteksi dari awal. Dan saat kondisi si anak semakin memburuk, mendadak vonis
diagnosa team dokter sangat mengejutkan, kanker stadium 4 atau terakhir! Jelas,
semua orang, terutama orangtuanya
shock
berat. Dan, semua penderitaan itu berakhir dengan kepergian si anak kembali ke
sisi Tuhan di usia yang sangat belia.
Netter yang berbahagia,
Anak adalah tanggung jawab orangtua selama dia berada di
bawah naungan kita dan semasa masih di bawah umur. Belajar dari kasus di atas,
perlu kiranya kita jujur bertanya kepada diri sendiri, seberapakah kedekatan
kita kepada anak-anak kita? Seberapakah kejujuran mereka untuk berterus terang
bila ada hal-hal yang ‘seharusnya' dibicarakan kepada kita? Ataukah kita
sebagai orangtua yang tidak berusaha mendengar saat mereka hendak berbicara,
karena alasan klasik, tidak ada waktu? Atau bahkan mungkin kita tidak pernah tahu
apakah minat anak kita, warna kesukaannya, teman sepermainannya, ukuran
bajunya?
Keterbukaan di antara anak dengan orangtua sebenarnya
jembatan mengatasi berbagai masalah remaja pada umumnya, masalah apa saja. Untuk
itu, marilah kita membiasakan diri berkomunikasi dua arah. Kita berikan
perhatian dan tingkatkan komunikasi yang terjalin, tidak hanya pada orang lain,
tetapi terlebih-lebih pada anak kita sendiri yang sedang bertumbuh. Semoga,
kita tidak akan terlambat dan jangan sampai pula penyesalan hadir berhimpit di
belakang.
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Lenny Wongso
|
 |
Kalkulasi Cinta
|
 |
Skul Ke Luar Negeri? Gengsi Boo!
|
 |
Anak Dan Warisan
|
 |
Selingkuh? Amit-amit, No Way Lah
|
 |
DosenJugaManusia
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
BiarTuaTetapBelajar
(Family Corner) -
Jumat, 27 Juni 2008
|
 |
Saat Sedang Lelah, Kecewa, Sedih, Dan Terpuruk, Apa Yang Bisa Membuat Anda Merasa Lebih Baik?
(Family Corner) -
Jumat, 22 Mei 2009
|
 |
Rumput Tetangga Tidak Selalu Lebih Hijau
(Family Corner) -
Selasa, 01 September 2009
|
 |
Wajarkah Merasa Cemburu?
(Family Corner) -
Jumat, 16 Oktober 2009
|
 |
Pertengkaran Itu Selalu Ada
(Family Corner) -
Selasa, 08 Desember 2009
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Nilai Usia
(Family Corner) -
Sabtu, 22 Maret 2008
|
 |
DosenJugaManusia
(Family Corner) -
Senin, 29 Oktober 2007
|
 |
MaafDanLupakan!!!
(Family Corner) -
Rabu, 10 Oktober 2007
|
 |
Selingkuh? Amit-amit, No Way Lah
(Family Corner) -
Selasa, 14 Agustus 2007
|
 |
Toloooong
(Family Corner) -
Rabu, 13 Juni 2007
|
|
|