Ayo Berbagi motivasi dan semangat
Pusat Artikel Motivasi, Cerita Motivasi dan Kata Bijak
 
Home
Profile AW
Interaksi AW
Artikel AW
AW 4U
FREE Corner
AW Shop
Majalah LuarBiasa
 
Artikel Anda
Penulis : Pitoyo Amrih ( Profil Penulis )
Rating Artikel :
Minggu, 08-Juni-2008
Empat orang perempuan belasan tahun itu duduk dalam satu meja. Mereka pastilah berteman akrab, terbukti mereka saat itu berkumpul bersama di sudut lantai food-court sebuah mall. Untuk remaja pada usia mereka, pastilah mereka hanya akan menghabiskan waktu berjalan-jalan di pusat perbelanjaan hanya dengan teman-teman dekat mereka. Tapi aneh pemandangan siang itu. Karena saya perhatikan mereka berempat tidak saling ngobrol atau bersenda gurau layaknya para remaja yang ngeriung bersama teman-teman mereka. Mereka masing-masing memegang handphone di kedua tangannya di atas meja, sambil pencat-pencet sana-sini. Masing-masing asyik seolah ngobrol sendiri dengan telepon genggam mereka, tertawa sendiri, senyum sendiri. Seperti berada di dunia mereka sendiri masing-masing, tak perduli apa yang terjadi di sekitar mereka.

Anda bisa bayangkan, tidak perlu jauh-jauh menengok ke belakang. Andai saja mereka melakukan itu sekitar duapuluh tahun lalu. Bisa jadi setiap orang yang melihat akan heran. Ketika diberitahu tentang mereka, orang tua mereka mungkin buru-buru memeriksakan mereka ke psikiater memeriksakan kesehatan jiwa mereka. Tapi saat ini hal itu menjadi sesuatu yang biasa.

Ada lagi yang menarik. Ada seorang pemuda yang tinggal kira-kira beberapa blok dari rumah saya, setiap kali saya melihatnya, selalu memakai ear-phone di kedua telinganya. Suatu kali ketika saya berjalan berpapasan dengannya, coba saya sapa, dia sama sekali tidak mendengar. Saya coba tepuk pundaknya, dia pun terkejut sambil berusaha tersenyum dan seperti terheran bahwa ada seseorang yang menyapanya.

Mungkinkah teknologi telah membuat kita seolah hidup dalam dunia kita sendiri masing-masing, dan semakin meminggirkan rasa kepedulian kita terhadap orang lain? Sulit untuk tidak berprasangka bahwa memang hal itulah yang terjadi.

Saya pun bukanlah orang yang bersih dari sifat kemandirian atas pengaruh teknologi ini. Saya terkadang asyik berada di dunia saya sendiri sambil menuangkan isi kepala saya ke dalam layar notebook tanpa pernah tahu bisa jadi istri saya pada saat yang sama sungkan ingin mengkomunikasikan sesuatu kepada saya. Atau mungkin ketika di lain kesempatan, giliran anak saya yang berharap cemas kapan bisa melewatkan waktu bersama saya.

Sanggupkah kita suatu ketika misalnya sehari penuh meluangkan waktu bersama keluarga, bersama orang-orang dekat disekitar kita, matikan dan simpan handphone kita jauh-jauh, laptop dan organizer masukan dalam laci. Matikan radio dan televisi?

Kita memang kebetulan hidup di jaman dimana teknologi seperti berlari. Di jaman seperti ini mungkin susah membayangkan jika kita tidak memiliki telepon genggam, tidak pernah terhubung on-line. Tapi sungguh naif apabila itu semua justru malah merenggut sifat ke-’manusia’-an kita. Membuat kita buta dan tuli terhadap hal-hal yang terjadi pada orang-orang di sekitar kita, terutama keluarga kita.

Dengan segala macam teknologi yang mampu kita beli ada di genggaman kita, seolah kita berlari jauh di depan menghadapi segala rintangan kehidupan. Tapi percayalah, ada saatnya kita harus ‘berjalan pelan’ atau mungkin malah ‘berhenti’, menengok kebelakang, dan ‘mengulurkan tangan’ pada orang yang ‘jauh tertinggal’ di belakang kita. Karena logikanya, menurut saya, apalah arti semua prestasi yang kita capai, bila kita justru menjadi terasing dari sifat kepedulian kita terhadap sesama, terutama orang-orang disekitar kita…


6 Juni 2008
Pitoyo Amrih
www.pitoyo.com
Bersama Memberdayakan Diri dan Keluarga

( View : 1075 | Refer : 1 | Print : 150 | Rate : 8.00 / 1 Votes )
Artikel Selanjutnya :
Awal Dari Kebahagiaan (Artikel Anda) - Selasa, 10-Juni-2008
Mengajar Dengan Cinta (Artikel Anda) - Rabu, 11-Juni-2008
Semua Mengalir Semua Berubah (kreatif Atau Mati) (Artikel Anda) - Kamis, 12-Juni-2008
Belajar Dari Euro 2008 (Artikel Anda) - Jumat, 13-Juni-2008
Pathway To Succes (part 1) (Artikel Anda) - Sabtu, 14-Juni-2008
Artikel Sebelumnya :
Jatuh Dalam Kesalahan Dan Bangkit Dengan Kebenaran (Artikel Anda) - Sabtu, 07-Juni-2008
Change Your Question, Change Your Life (Artikel Anda) - Jumat, 06-Juni-2008
Wealth Series (Artikel Anda) - Kamis, 05-Juni-2008
Kerja Keras Sampai... (Artikel Anda) - Rabu, 04-Juni-2008
Ilmu Besi (Artikel Anda) - Selasa, 03-Juni-2008
Menu Artikel
»   Kumpulan Catatan Andrie Wongso
»   Kumpulan AW Artikel
»   Kumpulan Artikel Tetap
»   Kumpulan Artikel Anda
»   Kumpulan Ada Ada Saja
»   Kumpulan AW Corner
»   Kumpulan AW Inspirational Video
»   Kumpulan AW Jokes
»   Kumpulan Campus Corner
»   Kumpulan English Corner
»   Kumpulan Entrepreneur Corner
»   Kumpulan Family Corner
»   Kumpulan Health Corner
»   Kumpulan Info Terkini
»   Kumpulan Peristiwa Luar Biasa
»   Kumpulan Resensi Buku
»   Kumpulan Serba Serbi
»   Kumpulan Serba Serbi Olimpiade
»   Kumpulan Smartorial
»   Kumpulan SMS
»   Kumpulan Sports Corner
»   Kumpulan Success Story
»   Kumpulan Tahukah Anda
Mau Berbagi ?
Sahabat-sahabat yang LUAR BIASA... Cerita, Motivasi, Semangat ada tidak hanya untuk diri sendiri, tapi alangkah baiknya kita berbagi bersama.
Untuk itu mari kita bersama-sama saling berbagi cerita-cerita motivasi dengan menekan MAU BERBAGI? dipojok kanan atas atau klik Kirim Artikel
Powered by:
Profil Motivator nomor 1 Indonesia, Artikel, T.Motivasi, Testimoni, dan Share & Be Happy. Serta kunjungi AW Shop dan Galeri Foto
Copyright © 2006-2010 Andriewongso.com Action & Wisdom Motivation Training. All Rights Reserved
Motivation Motivator Motivational Bijaksana Kata Motivasi Motivasi Motivate Kata-kata Motivasi Kata Mutiara Kata Bijak Persahabatan Semangat