| Misi : Membangun Kekayaan Mental Manusia Indonesia Demi Kehidupan Yang Lebih Bernilai | ||
| Slogan : Bosan kita menderita ! Saatnya Bersama ! Bangun Indonesia ! | ||
| Kalender Januari 2009 | ||||||
| S | M | T | W | T | F | S |
| 1 | 2 | 3 | ||||
| 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |
| 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 |
| 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 |
| 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 |
| • Ippho Santosa |
| Rabu, 14-November-2007 |
| 10:46:26 WIB |
| Mengapa Semua Orang Takut Hujan? |
| • Ippho Santosa |
| Senin, 21-Juli-2008 |
| 08:53:37 WIB |
| Kekurang-ajaran Adalah Malaikat Pembimbing |
| • Ippho Santosa |
| Jumat, 03-November-2006 |
| 16:51:16 WIB |
| Fear Factor |
| • Ippho Santosa |
| Kamis, 03-Januari-2008 |
| 08:36:29 WIB |
| Memindahkan Gunung |
| Sukses |
| Jumbo size 37.5 x 53 cm |
| Sebuah sukses lahir bukan karen kebetulan atau keberuntungan semata ... |
View Shopping Product |
|
Seperti Jenderal Di Medan Perang ( 0 Komentar ) - Klik Profil Penulis Oleh : Ippho Santosa Dewasa ini, adalah susah untuk menetapkan keputusan jika hanya mengharapkan otak kiri yang mengharuskan data serba lengkap. Persis seperti seorang jenderal yang tengah menjajaki kekuatan musuh di medan perang. Petunjuk-petunjuk sering tidak komplit. Iya ‘kan? Walhasil, tidak jarang sang jenderal mengira-ngira berdasarkan intuisinya. Serupa dengan sepasang suami-istri. Ketika si suami selingkuh, kok bisa-bisanya si istri tahu? Padahal si istri tidak melihat langsung. Saksi tidak ada. Bukti juga tidak ada. Rupa-rupanya intuisi si istri yang mendelik. Secepat kedipan mata! Blink! Secara umum dapat dikatakan, wanita memang lebih intuitif daripada pria. Kemampuan intuitif ini juga melekat pada pemimpin, pengusaha, seniman, dan Bangsa Asia. Itu 'kan kalau datanya tidak komplit? Lantas, bagaimana kalau sebaliknya? Data tumpah-ruah. Pahamilah, intuisi tetap diperlukan. Mutlak! Yah, Anda mana punya waktu untuk memilah dan memilih? Belum lagi ganasnya persaingan belakangan ini. Nah, situasi sedemikian rupa memaksa Anda untuk membuat keputusan dengan sekali sambar -tidak bisa berlama-lama. Di sini lagi-lagi intuisi diharapkan untuk unjuk kerja dan kinerja. Sebagai entrepreneur di bidang properti, musik, dan makanan, entah berapa intuisi membimbing, bahkan menyelamatkan saya. Anda tidak percaya? Bawalah orang-orang yang Anda anggap dahsyat ke hadapan saya. Di waktu sama, saya akan tunjukkan kepada Anda, orang-orang yang tajam intuisinya. Dengan intuisi yang terasah, mereka mengupas dan menguliti problema demi problema. Buntut-buntutnya, mereka dapat mempercepat kesuksesan. Pasti itu! Berbekal intuisi, Anda bagai melihat sesuatu yang tak terlihat oleh kebanyakan orang. Hei, ini bukan berarti Anda harus mengarduskan riset, analisis, dan kalkulasi. Tidak, tidak! Itu semua tetap ada gunanya, tetapi lebih sebagai penguat, pelengkap, dan pengiring. Oleh karena itulah, bagi orang manajemen dan orang pendidikan, intuisi itu dianggap terlarang. Mulailah dengan yang kanan. Kemudian? Barulah dijabarkan dengan yang kiri. Itu artinya, intuisi dulu, baru analisis. Blink dulu, baru think. Seorang entrepreneur yang ditawarkan suatu lokasi, hatinya mungkin membatin, "Sepertinya di sini cocok dibuka pujasera." Yap, intuisinya yang berbicara. Setelah itu, barulah otak kirinya yang berputar. Data-data pun dikumpulkan, dicermati, dan ditimbang-timbang. Seorang pria yang dipertemukan dengan seorang wanita, hatinya mungkin membatin, "Sepertinya dia cocok buat saya." Yap, intuisinya yang berbicara. Setelah itu, barulah otak kirinya yang berputar. Ia pun memikirkan aspek kepribadian, pendidikan, ekonomi, latar belakang keluarga, dan lain-lain. Jelas 'kan? Kanan dulu, baru kiri. Menurut saya, kalau awal-awal kanan sudah bilang 'no', tidak ada gunanya kiri memaksakan diri bilang 'yes'. Ippho Santosa adalah Creative Marketer, dengan latarbelakang entrepreneur di bidang properti, musik, makanan, dan penulis bestseller 10 Jurus Terlarang!
|
|||||
![]() | |||||
| Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA Komentar Artikel : | |||||
| Belum Ada Komentar Untuk Artikel Diatas. Posting komentar Anda | |||||
|
|||||
|
( View : 1693 | Refer : 2 | Print : 76 | Rate :
0.00 / 0 Votes )
| |||||
| Artikel Selanjutnya | |||||
| The Power Of Open Mind - Senin, 09-Juni-2008; 08:25:07 | |||||
| Komunikasi Yang Sehat Antara Pemimpin Dan Karyawan - Senin, 09-Juni-2008; 08:41:46 | |||||
| Kentang Bolong - Rabu, 11-Juni-2008; 09:34:18 | |||||
| Jangan Pernah Berkata Aku Tidak Bisa - Kamis, 12-Juni-2008; 08:37:58 | |||||
| Jika Tuhan Mengingatkan Kita - Jumat, 13-Juni-2008; 08:46:33 | |||||
| Artikel Sebelumnya | |||||
| Nilai Sebuah Kepercayaan - Senin, 02-Juni-2008; 10:06:56 | |||||
| Konsep Diri Positif - Senin, 02-Juni-2008; 08:20:46 | |||||
| Menjinakkan Orang-orang Sulit - Minggu, 01-Juni-2008; 12:35:39 | |||||
| Ketika Aku Di Rumah Sendiri - Selasa, 27-Mei-2008; 10:11:49 | |||||
| Singa Yang Berpura-pura Sakit - Senin, 26-Mei-2008; 07:28:02 | |||||
| Pengunjung Kemarin | 3143 |
| Pengunjung Hari Ini | 61 |
| Online | 11 |