| Misi : Membangun Kekayaan Mental Manusia Indonesia Demi Kehidupan Yang Lebih Bernilai | ||
| Slogan : Bosan kita menderita ! Saatnya Bersama ! Bangun Indonesia ! | ||
| Kalender November 2008 | ||||||
| S | M | T | W | T | F | S |
| 1 | ||||||
| 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 |
| 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 |
| 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 |
| 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 |
| 30 | ||||||
| • Pitoyo Amrih |
| Minggu, 08-Juni-2008 |
| 10:14:39 WIB |
| Kemajuan Yang Mengasingkan Kita |
| Keramik Bingkai |
| Ukuran Small |
| Success Is My Right |
View Shopping Product |
|
Kekerasan Di Sekitar Kita... ( 0 Komentar ) - Klik Profil Penulis Oleh : Pitoyo Amrih Saya merasa sedih ketika melihat tayangan berita di televisi beberapa hari lalu. Yang memperlihatkan bagaimana ‘garang’-nya para generasi mahasiswa kita melakukan demonstrasi menentang kenaikan harga BBM. Entah apa yang ada dibenak mereka, para mahasiswa ini begitu gegap gempita melempar, membakar foto, berteriak-teriak di tengah jalan. Saya yakin apa yang mereka lakukan pastilah bermula dari sesuatu yang baik. Saya yakin sebagian besar dari mereka masih begitu kental memiliki idealisme demi membangun sebuah komunitas yang mereka harapkan tentunya atas dasar pemahaman mereka atas apa yang disebut baik. Pertanyaannya adalah, mengapa harus melempar? Sekian ribu tahun generasi, sejak Nabi Adam sampai detik ini, ternyata kita manusia masih susah untuk berusaha meminimalkan sebuah budaya kekerasan. Banyak orang yang dengan sadar berkata bahwa bahasa kekerasan adalah sebuah bahasa yang seharusnya tidak dilakukan tapi justru mereka sendiri yang mempraktekan hal-hal tersebut. Banyak orang yang mengenyam pendidikan yang begitu tinggi dan sudah dipredikati sebagai sosok pemimpin yang bijaksana, ternyata masih juga dalam beberapa situasi mensahihkan keputusan untuk melakukan hal-hal yang menjurus kepada kekerasan dan anarki. Bahkan kita lihat misal negara Amerika yang konon katanya sebagai barometer paham demokrasi di dunia –yang seharusnya memberi ruang perbedaan dan dialog- justru yang selalu tak pernah sabar untuk segera melakukan misi militer kepada negara-negara yang tidak sepaham dengan mereka. Siapa yang salah? Siapa yang harus berubah? Menuding orang lain, menyalahkan keadaan, adalah hal yang mungkin biasa kita lakukan, dan sekian lama hal ini ternyata tidak pernah merubah keadaan. Satu-satunya harapan untuk merubah itu semua adalah sebuah upaya agar kita mau berkaca. Perubahan harus dimulai dari diri sendiri! Perubahan harus difokuskan pada semua hal –kalau mengambil istilahnya Stephen Covey- pada lingkaran pengaruh kita. Kembali kepada situasi adik-adik kita mahasiswa tadi. Bisa jadi kita akan melihat begitu liarnya mereka. Tapi coba kita lihat sisi pandang lain, dimana kita coba rasakan bagaimana generasi seusia mereka tumbuh dalam masa di mana waktu itu hukum tidak sepenuhnya ditegakkan. Dahulu mereka besar oleh penglihatan bagaimana kalau nggak lulus boleh kasih suap, mereka tumbuh oleh didikan yang diisi oleh ketakutan-ketakutan, “..kamu tidak boleh keluar rumah, banyak penculik!!”, atau semisal kata-kata, “..pakai helm, nanti ketangkap polisi lho..”. Adalah tipikal kata-kata yang biasa mereka dengar. Sehingga mereka tumbuh oleh ketakutan, mereka merasa dihargai bila mereka juga bisa menciptakan ketakutan kepada yang lain, dan bahasa untuk hal ini adalah kekerasan! Sudah saatnya kita membuang jauh bahasa kekerasan. Manusia adalah makluk beradab yang dilengkapi oleh otak kiri dan otak kanan yang bisa berkombinasi untuk berpikir dan menggagas sebuah pertimbangan. Tidak usah muluk-muluk. Kita bisa mulai dari diri kita, keluarga kita, terhadap orang disekitar kita. Kita biasakan untuk tidak lagi menggunakan kosa kata ‘awas’ atau kata ancaman lainnya kepada anak kita. Kita biasakan untuk bersabar berdialog berdiskusi dengan pasangan kita, dan membuang jauh bentuk intimidasi sekecil apa pun. Ketika hal itu kita biasakan di kehidupan keluarga kita, saya yakin, ketika generasi anak-anak kita menjadi mahasiswa kelak, dan bisa jadi kejadian semacam kenaikan harga BBM mungkin akan terjadi lagi. Yang terjadi mereka tak perlu lempar-melempar. Mungkin mereka akan membentuk panitia membantu pemda menjadi sukarelawan memperlancar penyaluran BLT, Mungkin mereka ikut berkampanye melakukan penghematan BBM, ikut mensosialisasikan naik sepeda, berkontribusi terhadap inovasi-inovasi energi alternatif. Mungkinkah? Semoga..!
28 Mei 2008
|
|||||
![]() | |||||
| Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA Komentar Artikel : | |||||
| Belum Ada Komentar Untuk Artikel Diatas. Posting komentar Anda | |||||
|
|||||
|
( View : 456 | Refer : 1 | Print : 47 | Rate :
0.00 / 0 Votes )
| |||||
| Artikel Selanjutnya | |||||
| Sekolah Kehidupan - Sabtu, 31-Mei-2008; 12:14:41 | |||||
| Pengusaha Pintar Vs Pengusaha Tidak Pintar - Senin, 02-Juni-2008; 08:21:43 | |||||
| Ilmu Besi - Selasa, 03-Juni-2008; 08:07:39 | |||||
| Kerja Keras Sampai... - Rabu, 04-Juni-2008; 08:41:18 | |||||
| Wealth Series - Kamis, 05-Juni-2008; 09:00:45 | |||||
| Artikel Sebelumnya | |||||
| Rahasia Itu Akan Membunuhmu - Kamis, 29-Mei-2008; 08:34:39 | |||||
| Ulat Dan Dedaunan - Rabu, 28-Mei-2008; 08:44:26 | |||||
| The Cheapest (and The Best!) Investment We Can Make - Selasa, 27-Mei-2008; 08:55:37 | |||||
| Membangun Hidup Yang Lebih Baik Di Awali Dari Sikap - Senin, 26-Mei-2008; 08:27:13 | |||||
| Putaran Roda Pedati - Senin, 26-Mei-2008; 07:32:19 | |||||
| Pengunjung Kemarin | 3706 |
| Pengunjung Hari Ini | 411 |
| Online | 17 |