Ayo Berbagi motivasi dan semangat
Pusat Artikel Motivasi, Cerita Motivasi dan Kata Bijak
 
Home
Profile AW
Interaksi AW
Artikel AW
AW 4U
FREE Corner
AW Shop
Majalah LuarBiasa
 
Artikel Anda
Penulis : Pitoyo Amrih ( Profil Penulis )
Jumat, 30-Mei-2008
Saya merasa sedih ketika melihat tayangan berita di televisi beberapa hari lalu. Yang memperlihatkan bagaimana ‘garang’-nya para generasi mahasiswa kita melakukan demonstrasi menentang kenaikan harga BBM. Entah apa yang ada dibenak mereka, para mahasiswa ini begitu gegap gempita melempar, membakar foto, berteriak-teriak di tengah jalan. Saya yakin apa yang mereka lakukan pastilah bermula dari sesuatu yang baik. Saya yakin sebagian besar dari mereka masih begitu kental memiliki idealisme demi membangun sebuah komunitas yang mereka harapkan tentunya atas dasar pemahaman mereka atas apa yang disebut baik. Pertanyaannya adalah, mengapa harus melempar?

Sekian ribu tahun generasi, sejak Nabi Adam sampai detik ini, ternyata kita manusia masih susah untuk berusaha meminimalkan sebuah budaya kekerasan. Banyak orang yang dengan sadar berkata bahwa bahasa kekerasan adalah sebuah bahasa yang seharusnya tidak dilakukan tapi justru mereka sendiri yang mempraktekan hal-hal tersebut. Banyak orang yang mengenyam pendidikan yang begitu tinggi dan sudah dipredikati sebagai sosok pemimpin yang bijaksana, ternyata masih juga dalam beberapa situasi mensahihkan keputusan untuk melakukan hal-hal yang menjurus kepada kekerasan dan anarki. Bahkan kita lihat misal negara Amerika yang konon katanya sebagai barometer paham demokrasi di dunia –yang seharusnya memberi ruang perbedaan dan dialog- justru yang selalu tak pernah sabar untuk segera melakukan misi militer kepada negara-negara yang tidak sepaham dengan mereka.

Siapa yang salah? Siapa yang harus berubah? Menuding orang lain, menyalahkan keadaan, adalah hal yang mungkin biasa kita lakukan, dan sekian lama hal ini ternyata tidak pernah merubah keadaan. Satu-satunya harapan untuk merubah itu semua adalah sebuah upaya agar kita mau berkaca. Perubahan harus dimulai dari diri sendiri! Perubahan harus difokuskan pada semua hal –kalau mengambil istilahnya Stephen Covey- pada lingkaran pengaruh kita.

Kembali kepada situasi adik-adik kita mahasiswa tadi. Bisa jadi kita akan melihat begitu liarnya mereka. Tapi coba kita lihat sisi pandang lain, dimana kita coba rasakan bagaimana generasi seusia mereka tumbuh dalam masa di mana waktu itu hukum tidak sepenuhnya ditegakkan. Dahulu mereka besar oleh penglihatan bagaimana kalau nggak lulus boleh kasih suap, mereka tumbuh oleh didikan yang diisi oleh ketakutan-ketakutan, “..kamu tidak boleh keluar rumah, banyak penculik!!”, atau semisal kata-kata, “..pakai helm, nanti ketangkap polisi lho..”. Adalah tipikal kata-kata yang biasa mereka dengar. Sehingga mereka tumbuh oleh ketakutan, mereka merasa dihargai bila mereka juga bisa menciptakan ketakutan kepada yang lain, dan bahasa untuk hal ini adalah kekerasan!

Sudah saatnya kita membuang jauh bahasa kekerasan. Manusia adalah makluk beradab yang dilengkapi oleh otak kiri dan otak kanan yang bisa berkombinasi untuk berpikir dan menggagas sebuah pertimbangan. Tidak usah muluk-muluk. Kita bisa mulai dari diri kita, keluarga kita, terhadap orang disekitar kita. Kita biasakan untuk tidak lagi menggunakan kosa kata ‘awas’ atau kata ancaman lainnya kepada anak kita. Kita biasakan untuk bersabar berdialog berdiskusi dengan pasangan kita, dan membuang jauh bentuk intimidasi sekecil apa pun.

Ketika hal itu kita biasakan di kehidupan keluarga kita, saya yakin, ketika generasi anak-anak kita menjadi mahasiswa kelak, dan bisa jadi kejadian semacam kenaikan harga BBM mungkin akan terjadi lagi. Yang terjadi mereka tak perlu lempar-melempar. Mungkin mereka akan membentuk panitia membantu pemda menjadi sukarelawan memperlancar penyaluran BLT, Mungkin mereka ikut berkampanye melakukan penghematan BBM, ikut mensosialisasikan naik sepeda, berkontribusi terhadap inovasi-inovasi energi alternatif. Mungkinkah? Semoga..!


28 Mei 2008
Pitoyo Amrih
www.pitoyo.com
Bersama Memberdayakan Diri dan Keluarga

( View : 1296 | Refer : 1 | Print : 145 | Rate : 0.00 / 0 Votes )
Artikel Selanjutnya :
Sekolah Kehidupan (Artikel Anda) - Sabtu, 31-Mei-2008
Pengusaha Pintar Vs Pengusaha Tidak Pintar (Artikel Anda) - Senin, 02-Juni-2008
Ilmu Besi (Artikel Anda) - Selasa, 03-Juni-2008
Kerja Keras Sampai... (Artikel Anda) - Rabu, 04-Juni-2008
Wealth Series (Artikel Anda) - Kamis, 05-Juni-2008
Artikel Sebelumnya :
Rahasia Itu Akan Membunuhmu (Artikel Anda) - Kamis, 29-Mei-2008
Ulat Dan Dedaunan (Artikel Anda) - Rabu, 28-Mei-2008
The Cheapest (and The Best!) Investment We Can Make (Artikel Anda) - Selasa, 27-Mei-2008
Membangun Hidup Yang Lebih Baik Di Awali Dari Sikap (Artikel Anda) - Senin, 26-Mei-2008
Putaran Roda Pedati (Artikel Anda) - Senin, 26-Mei-2008
Menu Artikel
»   Kumpulan Catatan Andrie Wongso
»   Kumpulan AW Artikel
»   Kumpulan Artikel Tetap
»   Kumpulan Artikel Anda
»   Kumpulan Ada Ada Saja
»   Kumpulan AW Corner
»   Kumpulan AW Inspirational Video
»   Kumpulan AW Jokes
»   Kumpulan Campus Corner
»   Kumpulan English Corner
»   Kumpulan Entrepreneur Corner
»   Kumpulan Family Corner
»   Kumpulan Health Corner
»   Kumpulan Info Terkini
»   Kumpulan Peristiwa Luar Biasa
»   Kumpulan Resensi Buku
»   Kumpulan Serba Serbi
»   Kumpulan Serba Serbi Olimpiade
»   Kumpulan Smartorial
»   Kumpulan SMS
»   Kumpulan Sports Corner
»   Kumpulan Success Story
»   Kumpulan Tahukah Anda
Mau Berbagi ?
Sahabat-sahabat yang LUAR BIASA... Cerita, Motivasi, Semangat ada tidak hanya untuk diri sendiri, tapi alangkah baiknya kita berbagi bersama.
Untuk itu mari kita bersama-sama saling berbagi cerita-cerita motivasi dengan menekan MAU BERBAGI? dipojok kanan atas atau klik Kirim Artikel
Produk Motivasi
10 cerita motivasi yang akan mengubah hidup Anda....
Powered by:
Copyright © 2006-2010 Andriewongso.com Action & Wisdom Motivation Training. All Rights Reserved
Motivation Motivator Motivational Bijaksana Kata Motivasi Motivasi Motivate Kata-kata Motivasi Kata Mutiara Kata Bijak Persahabatan Semangat