| Misi : Membangun Kekayaan Mental Manusia Indonesia Demi Kehidupan Yang Lebih Bernilai | ||
| Slogan : Bosan kita menderita ! Saatnya Bersama ! Bangun Indonesia ! | ||
| Kalender Januari 2009 | ||||||
| S | M | T | W | T | F | S |
| 1 | 2 | 3 | ||||
| 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |
| 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 |
| 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 |
| 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 |
| • Seng Guan CPLHI |
| Selasa, 29-Juli-2008 |
| 08:46:06 WIB |
| Seni Berucap |
| • Seng Guan CPLHI |
| Selasa, 05-Agustus-2008 |
| 08:35:39 WIB |
| Hanya Empat Huruf Dan Satu Detik |
| • Seng Guan CPLHI |
| Senin, 14-Juli-2008 |
| 12:06:24 WIB |
| Belajar Kungfu dari Panda bagian I |
| • Seng Guan CPLHI |
| Jumat, 25-April-2008 |
| 08:41:12 WIB |
| Comfort Zone ? Why Not ! |
| Keramik Bingkai |
| Ukuran Medium |
| If Better Is Possible GOOD is NOT enough |
View Shopping Product |
|
Berapa Harga Secangkir Teh? ( 0 Komentar ) - Klik Profil Penulis Oleh : Seng Guan CPLHI (inspirasi cerita ini diambil dari sebuah blog yang memuat tulisan mengenai value sebuah kaleng coke, dikisahkan dan dibumbui kembali menurut versi sang penulis dalam judul "Berapa Harga secangkir Teh?") Pada sebuah tempat pelatihan, sang guru memberikan tugas bagi murid-murid barunya untuk menjawab sebuah pertanyaan sebelum mereka dinyatakan lulus pada kelas tersebut. Dan pertanyaanya selalu berubah dari satu angkatan dengan angkatan lainnya. Kali ini guru itu bertanya "Berapa Harga Secangkir Teh ini?" katanya sambil mencicipinya. Murid pertama, langsung berkata "Paling-paling harganya dua ribu lima ratus rupiah saja" Sang guru lalu berkata "Ternyata nilaimu sampai hari ini hanya seharga dua ribu lima ratus rupiah saja, sungguh disayangkan." Sekarang giliran Murid ke-dua, kali ini ia berkata lebih diplomatis, tapi dengan keyakinan penuh "Harganya pasti tergantung pada label dan packaging-nya""Misalnya, kalau teh dengan merek A yang terkenal, nilainya akan berbeda, nilainya akan lebih tinggi dari pada merek B yang dikenal biasa-biasa saja (walau dibuat dari bahan dasar yang sama) dan kadang harganya akan naik jika di-packaging dengan baik, dibuat lebih menarik" lanjutnya. Sang guru lalu berkata "Setidaknya kamu lebih bernilai dibandingkan temanmu yang pertama, tapi pengetahuanmu itu masih sebatas kulit saja, belum cukup memuaskan." Murid ke-tiga segera memutar otaknya, ia tak ingin mendapat penilaian yang sama dengan teman-temannya tadi, sejenak ia terdiam memikirkan jawaban terbaiknya, lalu berkata. "Tempat, Harga secangkir teh ini tergantung tempatnya."Sang guru lalu segera meresponnya "Maksudmu? Wadah tempat teh itu ditempatkan atau tempat di mana teh tersebut dihidangkan?" Mendapat tanggapan sang guru, murid ke-tiga seperti mendapat angin surge, ia lalu dengan semangat memberikan argumentnya. "Dua-duanya guru, kalau teh yang sama saya letakan di wadah yang lebih baik, nilainya akan mengikuti wadah tersebut. Lalu, tempat penyajian memegang peranan berarti, secangkir teh yang disajikan di warung, akan berbeda dengan secangkir teh yang disajikan di restorant, berbeda lagi dengan secangkir teh yang disajikan di cafe-cafe ternama, apalagi di lobby hotel berbintang lima" "Bagus, Pengetahuanmu sudah sampai ke bagian dalam, kamu sudah mulai mengerti pokok permasalahan" puji sang guru. Sang Guru segera mengarahkan pandangannya ke murid ke-empat, lalu dengan lembut murid ke-empat berkata " Harga secangkir teh ini tergantung cita rasanya""Teh yang diproduksi dengan baik, diproses dengan cermat akan menghasilkan teh dengan cita rasa yang berkwalitas, yang nilainya pasti akan lebih tinggi, bahkan nilai teh akan bertambah hanya karena kita menambahkan beberapa tetes sari lemon" "Bagus sekali, cita rasamu memang sudah menyentuh hati" kata sang guru. Sekarang giliran murid terakhir, murid ke-lima, ia sempat kesulitan mencari kata-kata yang indah, kamusnya seakan kehabisan ide, terpakai oleh keempat temannya. Akhirnya ia berkata "Terserah Kita" Lalu Sang Guru mengacungkan jempol, "KAMU LULUS" Jika, Secangkir teh itu adalah diri kita, Berapakah Harga yang pantas untuk diri kita?1. Apakah kita hanya menghargainya dengan dua ribu lima ratus rupiah saja? 2. Apakah kita akan lebih berharga dengan sederetan label (title)? 3. Apakah kita jauh lebih berharga dengan meningkatkan Kwalitas diri kita? Apapun pilihan Anda, harganya tetap "TERGANTUNG PADA PILIHAN KITA, HARGANYA AKAN TERGANTUNG PADA SEBERAPA JAUH KITA MENGHARGAI DIRI KITA SENDIRI, KE LEVEL MANA KITA AKAN MEMBAWA DIRI KITA"Selamat Mencoba Meningkatkan Harga Anda !Salam Sukses Selalu Seng Guan CPLHI Regional Manager PT. Arthamas Konsulindo Medan Sengguanjr@yahoo.com
|
|||||
![]() | |||||
| Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA Komentar Artikel : | |||||
| Belum Ada Komentar Untuk Artikel Diatas. Posting komentar Anda | |||||
|
|||||
|
( View : 1400 | Refer : 4 | Print : 66 | Rate :
0.00 / 0 Votes )
| |||||
| Artikel Selanjutnya | |||||
| Putaran Roda Pedati - Senin, 26-Mei-2008; 07:32:19 | |||||
| Membangun Hidup Yang Lebih Baik Di Awali Dari Sikap - Senin, 26-Mei-2008; 08:27:13 | |||||
| The Cheapest (and The Best!) Investment We Can Make - Selasa, 27-Mei-2008; 08:55:37 | |||||
| Ulat Dan Dedaunan - Rabu, 28-Mei-2008; 08:44:26 | |||||
| Rahasia Itu Akan Membunuhmu - Kamis, 29-Mei-2008; 08:34:39 | |||||
| Artikel Sebelumnya | |||||
| Refleksi Dalam Satu Halaman - Jumat, 23-Mei-2008; 08:37:33 | |||||
| Antusiasme, Rahasia Keberhasilan Yang Jarang Dikenal - Selasa, 20-Mei-2008; 08:09:48 | |||||
| Selamat Anda Telah Gagal ! - Senin, 19-Mei-2008; 09:47:58 | |||||
| 3 Jurus Jitu Mengelola Keseimbangan Keuangan Anda - Minggu, 18-Mei-2008; 10:17:52 | |||||
| Mengapa &mengapa (renungan Untuk Sahabat) - Sabtu, 17-Mei-2008; 10:06:17 | |||||
| Pengunjung Kemarin | 3271 |
| Pengunjung Hari Ini | 2895 |
| Online | 40 |