|
|||
|
Penulis : Eko Jalu Santoso - Founder Motivasi Indonesia, Penulis Buku
Rating Artikel :
Kamis, 15-Pebruari-2007
Ketika ditanyakan kepada setiap orang, apa yang menjadi tujuan hidupnya ? Sebagian besar akan menjawab ingin menjadi manusia yang sukses. Karena manusia adalah makhluk pencipta kesuksesan, apa pun paradigma kesuksesan tersebut baginya. Kita cenderung terobsesi dengan berbagai prestasi tertinggi dalam kehidupan duniawi. Perhatikan sejarah kehidupan telah mengukir prestasi tujuh keajaiban dunia, seperti piramida di Mesir, tembok besar di Cina, kompleks Taj Mahal di India, dll. Itu semua adalah monumen simbul hebatnya karya akal pikiran manusia yang selalu terobsesi mencapai prestasi kesuksesan tertinggi. Pertanyaannya, benarkan prestasi ini adalah kesuksesan tertinggi yang sejati ? Bagaimanakah mendefinisikan paradigma makna kesuksesan hidup di tingkatan lebih tinggi ? Bagaimana untuk mencapai kesuksesan hidup yang lebih bermakna ? Saya pribadi masih dalam taraf belajar dan terus menggali bagaimana sesungguhnya makna kesuksesan hidup dalam tingkatan yang lebih tinggi. Meski demikian, kita dapat mencermati penelitian yang dilakukan oleh Danah Zohar dan Ian Marshal, yang mengatakan, "Bahwa makna yang paling tinggi dan paling bernilai, dimana manusia akan merasa bahagia, justru terletak pada aspek spiritualitasnya". Demikian juga kita dapat menelaah pandangan pengusaha dan pendakwah, A'a Gymnastiar, yang mengatakan, "Orang sukses sejati adalah orang yang terus menerus berusaha membersihkan hatinya, terus meningkatkan kemampuan untuk mempersembahkan pengabdian terbaik dan memiliki keikhlasan dan kemuliaan akhlak." Disini berarti makna sukses sejati adalah bagaimana dapat mempersembahkan karya terbaik dalam hidup untuk kemaslahatan umat manusia. Mempersembahkan karya terbaik untuk kesejahteraan umat manusia dan alam semesta. Itulah "rahmatan lil 'alamin, rahmat bagi seluruh alam". Kehidupan manusia sesunguhnya adalah pergulatan antara kepentingan fisik dan spiritual. Kepentingan "fisik" berupa hal-hal yang kita butuhkan untuk memenuhi kehidupan kita di dunia sekarang ini. Sedangkan kepentingan "spiritual" berupa hal-hal yang kita butuhkan untuk memenuhi kehidupan di dunia dan kehidupan selanjutnya di masa mendatang. Dengan demikian kepentingan spiritual merupakan sebuah kebutuhan sekarang dan sekaligus kebutuhan jangka panjang.
Setelah kematian, manusia masih harus melanjutkan kehidupan di akhirat nanti. Dan akhir kehidupan kita sesungguhnya adalah pada saat kita dihadapkan pada persidangan Allah SWT di akherat nanti.
Dalam mengejar berbagai aksesories kesuksesan duniawi, semata-mata hanya digunakan untuk kebaikan dan kemaslahatan umat manusia yang bernilai ibadah. Inilah prinsip "ihsan" dalam berkarya, berbisnis, bekerja, belajar maupun dalam kehidupan, yakni dilandasi hanya untuk kepentingan mengabdikan diri kita kedapa Allah Tuhan Yang Memiliki Kehidupan. Lebih lengkap mengenai bagaimana mensinergikan antara "inner success" dengan "outer success" dalam kehidupan, dapat dibaca di buku "The Art of Life Revolution" oleh Eko Jalu Santoso. Eko Jalu Santoso, Penulis Buku "The Art of Life Revolution" terbit 1 Pebruari 2007 di toko-tok0 Gramedia, Founder Motivasi Nurani Indonesia. |
|||
|
|||
| ( View : 6727 | Refer : 5 | Print : 258 | Rate : 7.43 / 7 Votes ) | |||
| Artikel Selanjutnya : | |||
| • | Komunikasi Berdasarkan Golongan Darah (Artikel Tetap) - Senin, 18-Desember-2006 | ||
| • | Hujan (Artikel Tetap) - Minggu, 21-Januari-2007 | ||
| • | Hukum Newton Ketiga (Artikel Tetap) - Kamis, 08-Pebruari-2007 | ||
| • | 36 Ji (36 Stratetgy) For Happy Life - Strategy #3 (Artikel Tetap) - Kamis, 22-Pebruari-2007 | ||
| • | Awali Dengan Kebiasaan Memberi (Artikel Tetap) - Senin, 26-Pebruari-2007 | ||
| Artikel Sebelumnya : | |||
| • | Manusia Pribadi Yang Unik (Artikel Tetap) - Jumat, 18-Mei-2007 | ||
| • | Self-reflection (Artikel Tetap) - Selasa, 08-Mei-2007 | ||
| • | The Power Within You (Artikel Tetap) - Kamis, 22-Maret-2007 | ||
| • | 36 Ji (36 Stratetgy) For Happy Life - Strategy #2 (Artikel Tetap) - Kamis, 15-Pebruari-2007 | ||
| • | Komunikasi Berdasarkan Sifat Dasar Manusia - Asertif (Artikel Tetap) - Rabu, 14-Pebruari-2007 | ||
| Menu Artikel | |
| Mau Berbagi ? | |
|
|



