Dalam buku kedua ini,
Wuryanano menguraikan secara lebih
mendalam bagaimana memanfaatkan kekuatan pikiran super dan menggunakan intuisi
untuk mengambil keputusan dalam rangka meraih kesuksesan dan kebahagiaan dalam
hidup kita. Pembahasan mengenai pikiran super dan intuisi serta berbagai latihan
untuk mempertajamnya lebih banyak dijelaskan dalam buku pertamanya,
yaitu:
The Touch of Super
Mind.
Pada bab pertama, Wuryanano kembali mengingatkan pembaca mengenai
pentingnya selalu melatih dan memanfaatkan kekuatan pikiran super yang
dianugerahkan kepada manusia. Penulis menegaskan bahwa jika ingin mengubah
‘nasib', maka terlebih dulu kita harus bisa mengubah ‘pola pikir', yang akhirnya
akan mengubah sikap, tindakan, kebiasaan dan karakter kita.
Karakter baru yang berhasil kita bentuk tersebut pada giliranya nanti akan
menjadikan nasib kita juga berubah. Hal ini diperkuat lagi oleh Firman Allah
dalam Al Quran bahwa Dia tidak akan mengubah nasib suatu kaum, jika kaum
tersebut tidak mau mengubah nasibnya sendiri (hal. 25).
Dalam pembahasan selanjutnya, Penulis menegaskan bahwa jika seseorang ingin
sukses, maka dia harus mau membentuk dan mengembangkan jiwa sukses itu di dalam
dirinya. Jiwa sukses tersebut bisa dikembangkan jika sebuah kesadaran sukses
telah diciptakannya sendiri.
Hal ini sangat penting karena kesuksesan selalu hanya tertarik kepada
orang-orang yang pikirannya dengan sengaja sudah dipersiapkan untuk menarik
sukses itu sendiri. Pikiran sukses akan bersifat seperti sebuah magnet sukses
yang hanya akan menarik segala bentuk kesuksesan.
Dalam perjalanan untuk meraih sebuah sasaran sukses, Penulis kembali
menegaskan bahwa yang penting bukan berapa kali seseorang jatuh gagal, melainkan
berapa kali seseorang sanggup bangkit dan meneruskan perjalanan sukses itu.
Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, dan kesuksesan adalah hal yang tidak
akan pernah berakhir.
Penulis juga mengibaratkan motivasi sebagai sebuah jembatan di antara
hasrat keinginan dan tindakan. Motivasi merupakan sebuah mesin yang bisa
menggerakkan impian dan ambisi. Kesuksesan seseorang bergantung pada seberapa
kuat tingkat motivasi dalam dirinya.
Orang yang termotivasi akan bersikap antusias atau bersemangat dalam
hidupnya. Semangat tersebut merupakan syarat umum bagi seseorang yang
menginginkan kesuksesan dalam hidupnya. Uniknya, antusiasme tersebut juga bisa
menular seperti halnya sebuah virus.
Dalam bab 6, Penulis memberikan penjelasan yang meyakinkan betapa sikap
dapat membawa suatu perubahan dalam kehidupan setiap orang. Sikap merupakan
salah satu aset sukses bagi manusia. Sikap positif pasti akan mengubah kehidupan
seseorang dengan hal-hal yang positif dan lebih baik. Sebaliknya, sikap negatif
bisa mengacaukan, merusak dan bahkan bisa menghancurkan kehidupan
seseorang.
Sikap merupakan sebuah kebiasaan berpikir dan sebuah kebiasaan itu dapat
diperoleh siapapun. Sehingga sikap itu dapat dibentuk dan dipelajari. Sikap
adalah cermin pikiran. Memelihara sikap yang tepat lebih mudah daripada
memperoleh sikap yang tepat.
Efektivitas diri disebut sebut sebagai salah satu kunci sukses dalam buku
ini. Seseorang akan efektif jika dia bisa menguasai dan mengendalikan
kehidupannya, apapun dan bagaimanapun bentuk tantangan ataupun hambatan yang
akan muncul, maupun yang sudah terjadi. Kemampuan mengendalikan hidup diri
sendiri inilah yang disebut efektivitas diri.
Seseorang akan semakin baik dalam hal pengendalian diri, jika dia selalu
berusaha berpikir dengan
sudut pandang yang luas, positif, optimis dan selalu
berpikir unggul. Efektivitas diri bisa dipupuk dengan jalan meningkatkan
kemampuan dan kekuatan pengendalian diri. Semakin baik pengendalian diri
seseorang, maka semakin baik pula cara dia merespon berbagai kesulitan hidup
yang datang kepadanya.
Dalam bab 9, Penulis mengungkapkan sesuatu yang menarik mengenai intuisi.
Pernyataan penulis ini tentu saja tidak lepas dari pengalamannya dalam membuat
keputusan secara intuitif. Bahwa jika seseorang sudah berpikir dengan dalil
logika dan masih saja tidak yakin dengan keputusan yang dia pilih, maka itulah
saatnya dia membiarkan intuisi bekerja membantu pengambilan keputusan tersebut.
"Izinkanlah intuisi kita mengambil alih persoalan kita. Cobalah untuk bersikap
terbuka terhadap kekuatan pikiran super kita," tegas Penulis dalam buku
ini.
Penulis juga menyarankan pembaca untuk selalu mengerahkan imajinasi kreatif
dengan membayangkan berbagai cara pemecahan atas berbagai persoalan yang ada.
Salah satu cara mendorong kemampuan imajinasi kreatif adalah kritis terhadap
kebiasaan yang telah ada, dan melakukan perbandingan terhadap berbagai hal,
sehingga akan memperoleh pencerahan baru. Berpikir kreatif berarti menemukan
cara-cara baru yang lebih baik untuk mengerjakan apa saja.
Tidak lupa Penulis mengingatkan bahwa sebenarnya masalah, cobaan atau
problema apapun yang terjadi pada diri kita, hanya mempunyai satu tujuan , yaitu
demi kebaikan diri kita sendiri.
Pada halaman 193, Penulis berusaha meyakinkan bahwa intuisi pasti berpihak
kepada kita, dia tidak mungkin mencelakakan kita. Intuisi bisa benar-benar
menolong kita di saat yang tepat, jika kita mendengarnya.
Akhirnya Penulis mengajak bahwa apapun yang telah kita terima dalam
kehidupan ini, selalu jadikanlaah hal itu untuk semakin "memperkuat" diri kita.
Itulah sebenarnya wujud rasa syukur kita atas karunia Tuhan kepada diri
kita.
Salam Luar Biasa Prima,
Wuryanano