Kamis, 22-Mei-2008; 11:40:05 WIB
Positive Thinking Attitude ( 1 Komentar )
- Klik Profil Penulis
Oleh : Peter Lim
"Our
attitudes control our lives. Attitudes are a secret power working
twenty-four hours a day, for good or bad. It is of paramount importance
that we know how to harness and control this great force" Tom Bland
Realitanya, optimal tidaknya suatu hasil yang ingin dicapai, kitalah penentunya. Tetapi tidak semua orang "mampu"
menerima kerealitaan ini atau mau menyadarinya. Umumnya, alih alih
menyadari atau menerima kerealitaan ini, seseorang lebih cenderung
menyalahkan atau menuding pihak - pihak lain atas kekurangberuntungan
yang dialami. Akhirnya, bukannya kondisi konstruktif yang diraih tetapi
adalah sebaliknya yaitu destruktif.
Orang yang bertipe demikian, sampai kapanpun tidak akan bisa memperbaiki "performance"
atau potensinya. Seyogianya, haruslah disadari bahwa apapun kondisi
yang terjadi atau keadaan apapun yang berlaku, penyebabnya dan bukanlah
orang lain. Tetapi adalah diri sendiri. Menyadari akan kerealitaan ini,
sudah seyogianya kapan dan dimanapun berada, sikap hidup positif
senantiasa dipertahankan. Caranya, tiada lain adalah dengan memiliki :
- STANDARD DIRI, mis. :
- Pekerjaan di hari ini, tidak akan dikerjakan untuk keesokan harinya. Atau pekerjaan hari ini, haruslah tuntas di hari ini juga.
- Apapun program kerja yang direncanakan, siapnya haruslah "on time".
- Tidak akan lari dari kenyataan dan senantiasa bertanggung jawab terhadap apapun yang telah dikerjakan atau didelegasikan.
- Senang menerima tantangan, pantang menyerah dan berkeyakinan diri yang mantap serta kokoh.
- Tidak akan tergoyahkan, baik dikala dicela maupun dipuji.
- Tidak diskriminasi dan berwawasan universal.
- KERJA
KERAS. Yang dimaksud dengan kerja keras adalah kerja keras dalam batas
- batas yang tegas dan jelas sehingga menghasilkan hasil yang optimal
dan berkwalitas. "Do a little more each day than you think you possibly can" Lowell Thomas
3. CEKATAN. Apapun yang dikerjakan, baik kwantitas maupun kwalitasnya, haruslah senantiasa baik dan progresif. "Ability is what you're capable of doing. Motivation determines what you do. Attitude determines how well you do it" Lou Holtz
- EMOSI
TERKONTROL. Baik dalam kondisi senang maupun susah, emosi terkontrol
dengan baik sehingga apapun kebijaksanaan yang diterapkan, arahnya
adalah konstruktif. Logikanya, emosi yang tidak terkontrol,
dampaknya adalah destruktif. Karena disaat tersebut, yang paling
dominan berperanan adalah hal - hal yang arahnya irrasional. "Emotion turning back on itself, and not leading on to thought or action, is the element of madness" John Sterling
- PANDANGAN OPTIMIS, misalnya :
- Where there is a will, there is a way
- While there is a life, there is a hope.
- Realitanya,
pandangan yang optimis sangatlah signifikan kontribusi dalam pencapaian
kesuksesan. Contoh kasus, jika si A optimis bahwa produknya akan mudah
diserap oleh pasar maka kesuksesanlah buahnya. Tetapi jika sebaliknya
maka sampai kapanpun juga, produknya akan tetap menumpuk di gudang. "An optimist sees an opportunity in every calamity; a pessimist sees a calamity in every opportunity" Winston Churchill
- MORAL BAIK, yang mencakupi :
- Tidak melakukan tindakan yang illegal, baik yang dibuat oleh pemerintah maupun yang berlaku pada adat istiadat setempat.
- Tindakan apapun yang diperbuat, tidak merugikan atau menyengsarakan orang lain.
- Apapun yang dilakukan, semuanya adalah legal, yang selain menguntungkan diri sendiri tetapi juga orang lain.
- Suka dan senang melakukan perbuatan perbuatan terpuji, misalnya : beramal.
- Ramah tamah, sopan dan jujur kepada siapapun juga.
"The personal life deeply lived always expands into truths beyond itself" Anais Nin
- BIJAKSANA, misalnya :
- Apapun yang dilakukan, dasarnya adalah netral dan adil serta tidak merugikan pihak yang manapun juga.
- Setiap
tutur kata dan tindakan badan jasmani, arahnya adalah positif, yang
tanpa adanya batasan batasan etnis, agama, suku dan lain sebagainya.
- Apapun yang dilakukan, dampaknya adalah positif, yang selalu memberikan ketenangan, keteduhan, kedamaian dan ketentraman.
- Mampu dan mau menerima apapun kerealitaan yang terjadi serta mengevaluasinya.
- TEPAT
JANJI. Setiap ungkapan yang diutarakan, selalu ditepati. Baginya, yang
namanya janji adalah hutang dan sudah seharusnya dilunasi.
|