| Misi : Membangun Kekayaan Mental Manusia Indonesia Demi Kehidupan Yang Lebih Bernilai | ||
| Slogan : Bosan kita menderita ! Saatnya Bersama ! Bangun Indonesia ! | ||
| Kalender Januari 2009 | ||||||
| S | M | T | W | T | F | S |
| 1 | 2 | 3 | ||||
| 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |
| 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 |
| 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 |
| 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 |
| • Riduan Goh |
| Kamis, 19-April-2007 |
| 17:08:13 WIB |
| 36 Ji (stratetgy) For Happy Life - Strategy Ke-11 |
| • Riduan Goh |
| Kamis, 05-Juli-2007 |
| 16:58:23 WIB |
| 36 Ji (stratetgy) For Happy Life - Strategy Ke - 20 |
| • Riduan Goh |
| Kamis, 01-Maret-2007 |
| 13:46:02 WIB |
| 36 Ji (36 Stratetgy) For Happy Life - Strategy #4 |
| • Riduan Goh |
| Kamis, 24-Mei-2007 |
| 11:45:49 WIB |
| 36 Ji (stratetgy) For Happy Life - Strategy Ke-15 |
| Kaos - To Be Number 1 |
| Tersedia warna biru, hitam dan merah |
Kaos motivasi To Be Number 1 ini akan memotivasi Anda dan orang lain Pada pemesanan tuliskan pilihan warna Anda. |
View Shopping Product |
|
36 Ji (36 Stratetgy) For Happy Life - Strategy #2 ( 0 Komentar ) Rating Artikel : Oleh : Riduan Goh I. Sheng ~ Posisi Unggul #2. Wei Wei jiu Zhao (Sun Bin 354 BC) Kepung Wei , Selamatkan Zhao Di sebuah kampung di kaki gunung, terdapat satu-satunya toko beras yang sangat ramai. Pembeli seolah tak putus bagai air yang mengalir. Datanglah beberapa pedagang sayur & pedagang buah yang menumpang dagang di depan toko tersebut. Mereka juga mendapat limpahan berkah, karena sayuran dan buah mereka juga laku keras di depan toko beras tersebut. Juragan beras merasa terganggu dan berniat menyaingi mereka, dengan harapan menyingkirkan pedagang kecil didepan tokonya yang terasa menggangu tersebut, dia mulai menempatkan sayuran dan buah di tokonya dan memagari tokonya agar pedagang sayur & buah tidak dapat berdagang di depan tokonya. Benar dugaan sang juragan, buah & sayurannya laku dan tokonya semakin ramai. Pedagang sayur & pedagang buah hanya terlihat terpojok berdagang jauh dibalik pagar toko beras, mereka hanya pasrah pada nasib karena dagangannya sepi, sementara sayur dan buahnya tampak semakin layu dimakan waktu. Seorang pemuda terpelajar melewati desa dan mampir membeli buah. Pedagang buah dengan cerah melayaninya dan sekalian mereka mengemukakan uneg-unegnya kepada pemuda itu. Mereka meminta tolong untuk membantunya keluar dari masalah. Mengamati hal ini, tindakan juragan beras untuk menjadi lebih kaya tidak dapat disalahkan. Sang pemuda kemudian bertanya, "dari manakah sang juragan membeli berasnya ?" "Dari para petani di sawah sana". Sambil menunjuk ke arah utara. Mata sayang pemuda menerawang pada sebidang lapangan tidak jauh dari toko beras, dengan tersenyum pemuda itu berkata," bisakah kalian membawa saya kepada petani tersebut? Aku punya rencana baik buat kalian". "Oh tentu, kami kenal mereka dengan baik". Sahut pedagang sayur dan buah serempak. Sang pemuda mengumpulkan para petani, pedagang sayur & buah. Meminta mereka sepakat, saling mendukung dan bekerjasama berdagang beras, sayur dan buah di lapangan. Dua hari kemudian, pagi-pagi buta, para petani, pedagang sayur, buah dan nelayan berduyun-duyun bergotong royong untuk berdagang bersama-sama di lapangan. Melihat keramaian di lapangan, para penduduk pun ingin tahu apa yang terjadi di sana. Pendudukpun kaget ternyata dilapangan itu mereka dapat belanja bermacam-macam kebutuhan mereka mulai beras hingga lauk dan lainnya dengan harga yang lebih murah dan segar. Hari-berlalu hari, kumpulan pendagang di lapangan telah membentuk pasar. Lain halnya dengan juragan beras mulai kebingungan, karena pembelinya menyusut dan habis pindah ke lapangan untuk belanja. Menyikapi ini juragan beras akhirnya turut bergabung dilapangan dan berdagang dengan cara yang lebih benar. Si juragan merasa menerima pelajaran yang berharga dalam hidupnya untuk hidup seiring, harmonis dan saling menghargai dengan masyarakat desa yang lain. Pemuda ini telah membantu penduduk desa untuk memperoleh kebenaran kolektif, hanya dengan menunjukkan cara yang benar tanpa harus konflik dengan juragan beras.
Pembaca yang budiman,
PAMRich Wealth Management
Nantikan Strategy #3.
Hanya untuk :
|
|||||
![]() | |||||
| Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA Komentar Artikel : | |||||
| Belum Ada Komentar Untuk Artikel Diatas. Posting komentar Anda | |||||
|
|||||
|
( View : 1620 | Refer : 2 | Print : 190 | Rate :
7.20 / 5 Votes )
| |||||
| Artikel Selanjutnya | |||||
| Inner & Outer Success - Kamis, 15-Pebruari-2007; 11:32:18 | |||||
| 36 Ji (36 Stratetgy) For Happy Life - Strategy #3 - Kamis, 22-Pebruari-2007; 11:32:29 | |||||
| Awali Dengan Kebiasaan Memberi - Senin, 26-Pebruari-2007; 11:32:40 | |||||
| Tengkorak Di Spion Mobil - Senin, 26-Pebruari-2007; 11:32:48 | |||||
| Batu Ruby Yang Retak - Senin, 26-Pebruari-2007; 13:45:40 | |||||
| Artikel Sebelumnya | |||||
| Komunikasi Berdasarkan Sifat Dasar Manusia - Asertif - Rabu, 14-Pebruari-2007; 11:31:56 | |||||
| Pedagang Dan Nelayan - Selasa, 13-Pebruari-2007; 11:31:48 | |||||
| Memberi Dan Berbuat Untuk Orang Lain - Selasa, 13-Pebruari-2007; 11:31:41 | |||||
| Hukum Newton Ketiga - Kamis, 08-Pebruari-2007; 09:54:25 | |||||
| Melipatgandakan Network - Rabu, 07-Pebruari-2007; 11:31:24 | |||||
| Pengunjung Kemarin | 3143 |
| Pengunjung Hari Ini | 120 |
| Online | 12 |