Misi : Membangun Kekayaan Mental Manusia Indonesia Demi Kehidupan Yang Lebih Bernilai
Slogan : Bosan kita menderita ! Saatnya Bersama ! Bangun Indonesia !
   Tell A Friend  |  Contact Us  |  Sitemap
 
 
 
Talk Show: Andrie Wongso Smart Motivation Setiap Hari Senin. Jam 07.05 WIB - 08.00 WIB (Live Interaktif Motivation). Jam 15.05 WIB - 16.00 WIB (Siaran Ulang). Di Radio SMART FM: Jakarta 95.9 FM, Makasar 101.1 FM, Palembang 101.8 FM, Banjarmasin 101.1 FM, Balikpapan 97.8 FM, Medan 101.8 FM, Semarang 93.4 FM, Ral FM Manado 102,65 FM, Smart FM Surabaya 88,9 FM Jangan lupa dengarkan setiap hari kapsul-kapsul Wisdom & Motivation.
Kalender Oktober 2008
S M T W T F S
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31
Baca Juga
• Prie GS
  Sabtu, 25-November-2006
  09:10:53 WIB
Dengkur Seorang Istri
• Prie GS
  Senin, 29-Oktober-2007
  09:56:32 WIB
Ada Doni Tata Di Moto GP
• Prie GS
  Kamis, 07-Agustus-2008
  08:29:19 WIB
Pemantik Kegembiraan
• Prie GS
  Senin, 09-Juli-2007
  08:21:38 WIB
Keramaian Di Kampungku
Shopping Product
Poster BW
Medium - Size 37.5 x 26.5 cm

SUKSES!

Tiada sukses diraih tanpa keterlibatan orang lain.

Pandai membawa diri di setiap pergaulan adalah ilmu hidup yang mutlak dimiliki oleh setiap orang yang mau sukses. 

 
View Shopping Product
Artikel Tetap
Senin, 05-Mei-2008; 10:00:50 WIB
Barang-barang Di Rumahku
( 1 Komentar )
Rating Artikel :
Oleh : Prie GS

Di rumahku tersimpan banyak barang. Di sekujur ruangan, dari barang-barangku sendiri hingga barang anak-anak dan istriku. Dari jenisnya, bisa  jadi ia tak seberapa, cuma dua: barang pribadi dan barang bersama. Tetapi dari dua jenis ini jika disebut satu persatu jumlahnya  bisa menimbulkan daftar yang panjangnya tak pernah kuduga. Aku mulai saja dari barang pribadi, mulai ari makalah seminar, koran, majalah dan buku-buku.

          Ketika majalah yang satu belum rampung kubaca, sudah datang lagi majalah yang baru. Ketika buku satu belum kubaca, kembali telah kubeli buku yang baru. Kerika koran yang kemarin belum kulahap seluruh isinya, telah muncul lagi koran baru. Akibatnya cepat  sekali barang-barang ini menjadi gunungan, dan rumahku yang kecil itu menjadi penuh kertas berserakan. Mudah sebetulnya membersihkan, tinggal memanggil tukang kertas loak, habis perkara. Tetapi sebelum panggilan itu benar-benar diputuskan aku terbiasa kembali membaca satu persatu majalah dan kertas-kertas itu. Astaga,  semua berharga. Yang majalah ini memuat  soal ini yang kelak pasti akan berguna. Yang makalah itu bicara tentang itu yang nanti pasti aku butuhkan. Yang koran anu memuat tentang berita anu yang pasti penting untuk kesejarahan. Semuanya penting dan akhirnya ia kembali ke tumpukannya  yang semula.

          Ini baru barangku, dari jenisnya yang satu. Belum barang anak-anakku. Buku  sekolah saja misalnya. Si sulung kini sudah SMP, tetapi kulihat di rak bukunya masih bertengger buku-buku SD-nya yang dulu. Ketika buku-buku ini hendak dibuang seluruh keluaga berteriak begitu kompaknya: jangaan! Selalu  ada gunanya atau setidaknya bisa dimanfaatkan untuk adik-adik kelasnya. Pada dasarnya niat mulia ini omong kosong belaka. Yang  disebut adik kelas itu tak pernah ada. Lagi pula ini era ketika buku pelajaran sulit  sekali diwariskan. Ganti tahun seperti ganti pelajaran dan  memaksa buku-buku kemarin harus menjadi barang rongsokan.

          Padahal anak-anakku tak cuma menumpuk buku pelajaran, tetapi juga barang mainan. Dari tahun ke tahun berganti kesukaan, tetapi mainan yang lama masih  saja tersimpan sebagai kenang-kenangan. Bahkan robot yang sudah buntung tangan dan kakinya masih dikoleksi  sebagai benda bersejarah. Ini baru dua barang, belum anak-anakku juga memiliki koleksi buku-bukunya sendiri. Semua buku disebutnya sebagai buku kesayangan.

          Lalu tengoklah suasana dapur kami. Bentuknya benar-benar telah menyerupai gunugan sampah. Tetapi ketika barang-barang itu hendak  disampahkan, istriku buru-buru meneliti satu persatu. Ada botol-botol bekas yang ia sisir kembali dan diletakkannya sebagai daftar yang masih penting dan perlu. ‘'Ini masih ada gunanya. Yang itu penting dibawa kalau kita bepergian. Yang ini bisa untuk termpat bumbu...'' dan  seterusnya. Akhirnya, barang yang masih dipentingkan itu begitu  banyaknya karena setelah  dilihat kembali, seluruh barang itu penting semua. Maka dapur kami kembali ke wajahnya semula.

          Lalu aku pun menengok lemariku dan kulihat deretan celana dan baju satu-persatu. Penuh sekali. Bukan karena aku kelebihan uang  dan telah menjadi tukang koleksi, melainkan karena ada baju yang sepuluh tahun lalu pun masih terlipat di sini. Jangankan sepuluh tahun, baju tahun lalu pun sudah tak pernah aku pakai lagi. Tetapi tidak mudah membuang baju-baju ini meskipun itu kita bagikan kepada orang-orang dekat kita sendiri. Itu baru lemariku, belum lemari anak-anakku. Jadi ke manapun  mataku memandang, di rumahkau punuh barang yang aku tak tahu apa gunanya, karena ia memang tidak benar-benar pernah digunakan. Tetapi meksipun tidak berguna, ia selalu kutumpuk dan  kutumpuk saja karena aku menyangka semua masih berharga. Melakukan penumpukan adalah penyakit terbesarku karena inilah penyakit yang membuatku lupa, betapa sejatinya yang aku butuhkan itu cukup seperlunya saja!



baca berita di lintas berita | Infogue.com
Stumbleupon.com  Digg.com  Mister-Wong.com  Reddit.com  Technorati.com  ma.gnolia.com  Newsvine.com  Plugim.com  Blinkbits.com  Co.mments.com  del.icio.us  Propeller.com  Scoopeo.com  Slashdot.org  Simpy.com 
Facebook.com  Fark.com  Furl.net  Google.com  Gwar.pl Spurl.net  Sphere.com  Taggly.com  Squidoo.com  Scuttle.org 
 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA

Komentar Artikel :

Tanggal Komentar: Kamis, 08-Mei-2008; 08:48:15
  Nama Pengirim Komentar : Agus ( makhsin@yahoo.com )
  "Artikel yang anda tulis memang sunggguh-sungguh terjadi, termasuk saya. Kalau menurut saya rumah kita hnaya untuk "istirahat" tumpukan buku , mainan, dll tidak perlu terjadi, karena kita ingin suasana yang nyaman, santai sehingga kita bisa rileks menikmati rumah. Lain masalah kalau rumah kita untuk tempat tinggal, bekerja atau beraktifitas, tentu saja barang-barang tadi masih dan selalu kita buka dan buka kembali. Dan yang lebih heboh lagi rumah kita dibuat seperti waktu desainer menawarkan hasil karyanya, pasti rumah kita kelihatan indah, asri, nyaman. hal itu karena rumah kita dalam keadaan kosong yang artinya seperti tidak ada aktifitas di dalamnya atau aktifitas sesaat (rumah kita bagaikan kamar hotel, yang hanya tempat singgah sesaat kita pergi sudah ada yang membereskan segalanya). Kalau rumah sekaligus tempat tinggal untuk bekerja, belajar, memang itulah keadaanya. Karena Bekerja, Belajar adalah keharusan bagi umat manusia yang beriman"
 Komentar Lainnya
           
( View : 12274 | Refer : 2 | Print : 53 | Rate : 8.50 / 2 Votes )
Artikel Selanjutnya
Bicaralah Sesuai Golongan Darahnya - Selasa, 06-Mei-2008; 13:29:08
Pemenang Sejati - Rabu, 07-Mei-2008; 13:19:46
Becoming The Winning Team - Jumat, 09-Mei-2008; 09:49:11
Never Ever Give-up - Minggu, 11-Mei-2008; 13:45:16
Sikap Mental Juara - Senin, 12-Mei-2008; 08:39:22
Artikel Sebelumnya
Aturlah Energi Anda, Jangan Diboroskan! - Senin, 05-Mei-2008; 09:11:15
Tahyul - Rabu, 30-April-2008; 08:59:04
Cita-cita Yang Tertunda - Senin, 28-April-2008; 10:16:23
Persainganku Dengan Bae Young Jun - Senin, 28-April-2008; 08:36:05
Kemuliaan Sifat Berbagi Dari Para Philanthropist - Jumat, 25-April-2008; 08:47:32
AW Jumlah Pengunjung
Pengunjung Kemarin 1532
Pengunjung Hari Ini 209
Online 6
Pengiriman Artikel dan AW Jokes
Jika Anda ingin mengirimkan Artikel, silahkan tekan tombol dibawah ini
Layanan Informasi

Layanan pelanggan - CSO 1

Layanan pelanggan - CSO 2
Bukan untuk konsultasi pribadi

Sitemap | Contact Us | Privacy Policy Copyright © 2007, Andriewongso.com - Action & Wisdom Motivation Training, All Rights Reserved

Profil | Artikel | AW Shop | AW Friends | AW Chat | Q & A | T.Motivasi | Testimoni | Galeri Foto | Download

Keywords: motivation | motivasi | andrie | wongso | andrie wongso | andre wongso | andri wongso | artikel | belajar | sukses | usaha | orang | bijaksana | komunitas | disiplin kerja | modal usaha | orang orang sukses | pembelajar | otodidak | luar biasa