Seorang orang
yang pernah membaca tulisan-tulisan saya di
www.pembelajar.com menganggap
bahwa saya sering memandang sesuatu dengan cara yang berbeda. Buat dia,
tulisan-tulisan saya beberapa kali membuat dia mencoba hal-hal baru. Saya
menganggap, dia telah membuka "kacamata kuda"nya.
Dia kemudian
bertanya apa pendapat dia tentang tahyul dan ini jawaban saya.
Sekedar pendapat,
saya tidak terlalu percaya Bill Gates, Oprah Winfrey, Richard Branson, Warren
Buffet tidak percaya tahyul sedikitpun. Jujur saja, dalam beberapa sisi hidup
saya, saya cukup percaya tahyul. Bagi sebagian orang, zodiak itu sama sekali
tahyul, tetapi saya cukup percaya dengan zodiak. Sebagai seorang aquarius, saya
percaya dan sudah sering terbukti saya bisa bicara dengan asyik dengan
orang-orang gemini.
Saya bahkan
sedang menulis sebuah buku tentang bagaimana zodiak bisa berperan dalam
kelancaran bisnis. Buku ini justru saya persiapkan untuk membuka "kacamata
kuda", karena mungkin ada hal di luar "jendela pandang" yang
menarik lalu bermanfaat untuk dipergunakan.
Tapi di sisi lain
saya menentang tahyul, dengan sesering mungkin berjalan di bawah tangga,
misalnya. Pernah baca buku-buku yang membahas tentang brand, logo dll? Beberapa
dari mereka juga percaya tahyul, selain soal kepraktisan.
Sebelum bicara
lebih jauh saya mencoba mengecek Wikipedia tentang
superstition atau
superstitious.
Superstition adalah sebuah kepercayaan yang
irrational
bahwa kejadian di masa depan akan dipengaruhi oleh kejadian atau perilaku
kita di masa kini, tanpa ada hubungan sebab akibat. Kucing hitam seringkali
menjadi bagian dari banyak
superstition. Nomor 13 seringkali dihindari
oleh gedung-gedung umum, termasuk lantai dan nomor pintu, termasuk nomor
kandang kuda di Santa Anita Park. Banyak sekali contoh tahyul ada di dunia ini.
Dalam disiplin
akademis tentang
folklore istilah
superstition biasa digunakan
untuk menunjukkan kepercayaan masyarakat yang diekspresikan dalam berbagai
syarat.
Jika Anda memecahkan kaca,
maka kemudian Anda akan
mengalami nasib sial selama tujuh (?) tahun penuh, kecuali bila Anda membuang
semua pecahan tersebut ke air yang mengalir.
Setiap suku,
setiap bangsa, setiap kelompok punya tahyul sendiri-sendiri. Kalau Anda sedang
mempertentangkan tentang tahyul berdasarkan agama, mari saya ajak Anda melihat
dari sisi lain. Sebuah tahyul adalah sesuatu yang dipercaya oleh seseorang atau
sekelompok orang tetapi tidak dianggap logis oleh orang atau kelompok lain.
Jadi ketika Anda bicara dari sisi agama, ketika Anda mempercayai sesuatu yang
diajarkan oleh agama Anda, maka akan ada kelompok lain yang tidak menganut
agama yang Anda anut akan menganggap Anda sedang bertahyul.
Saya tidak sedang
mengkritik agama, agama manapun. Agama sesuatu yang sangat sakral bagi semua
penganutnya. Sehingga akan lebih baik dibiarkan tetap suci tanpa perlu berdebat
tentang tahyul dari sisi agama.
Yang jauh lebih
penting adalah biarkan saja orang memiliki tahyul masing-masing. Lebih jauh
lagi, beberapa pasar saham di negara-negara Asia banyak yang dipengaruhi oleh
tahyul. Sebagaimana guru saya di pasar saham menyatakan bahwa apa yang terjadi
di pasar saham adalah apa yang dipercaya oleh sebagian besar pemain saham di
pasar tersebut.
Beliau menyatakan
bahwa memang ada beberapa hitungan untuk saham seperti nilai beta dan
lain-lain. Memperhitungkan
bearish dan
bullish beberapa saham
unggulan, dan banyak lagi hal lain. Masalah sekarang adalah bahwa semua orang
mempercayai hitungan tersebut. Maka setiap orang akan melakukan transaksi saham
atas dasar perhitungan-perhitungan tersebut.
Sudah tahu kan
bagaimana harga saham bisa naik atau turun? Seperti yang pernah saya tulis di
artikel Benarkah itu Investasi di buku Kacamata Kuda, saya tidak percaya bahwa
saham adalah investemen. Mengapa demikian? Pergerakan harga saham lebih mirip
dengan karakteristik semua komoditas. Ketika
supply lebih banyak
daripada
demand maka harga menjadi turun.
Sama persis
dengan harga ketika terjadi panen cabe. Setiap kali panen semua petani akan
segera menjual karena harga sangat tinggi tetapi dengan segera pasar akan
oversupply
dan harga turun.
Seorang teman
pernah bercanda, kalau mau tahu harga cabe lagi mahal atau murah coba aja makan
di warteg. Kalau sambal di warteg pedas maka berarti harga cabe sedang rendah.
Semua petani hanya menjual cabe yang sudah matang dan pedas, sementara cabe
yang belum matang akan tetap dibiarkan di pohonnya. Kalau rasa sambal tidak
pedas bahkan ada rasa tomat atau wortel maka harga cabe sedang tinggi. Karena
sangat tinggi, maka petani cabe akan menambahkan cabe yang belum matang untuk
ikut dijual sehingga bila dicampur menjadi tidak pedas. Kemudian karena harga
tinggi sementara sambal harus banyak, pengusaha warteg akan mencampurkan tomat
atau wortel agar terlihat banyak dan tetap merah.
Saham di pasar
saham tidak jauh berbeda dengan cabe. Segala macam cara berhitung hanya akan
membuktikan apakah akan terjadi
oversupply atau
overdemand. Lihatlah
ketika banyak orang yang mendaftarkan untuk menjual saham dari perusahaan
tertentu maka harga saham tersebut akan turun. Tapi ketika banyak orang
menyatakan ingin membeli saham perusahaan tertentu maka terjadi
overdemand dan
harga saham dari perusahaan itu akan naik.
Bahkan seringkali
sekelompok orang tertentu menciptakan kondisi yang bisa terlihat bahwa banyak
orang yang mencari saham dari perusahaan tertentu, padahal mereka juga yang
memiliki banyak saham dari perusahaan itu. Atau banyak orang menyatakan akan
menjual saham dari perusahaan tertentu agar harga turun padahal justru mereka yang
ingin memborong saham itu. Pernah dengar
shortselling kan?
Hal yang seperti
inilah yang dimaknai oleh banyak pemain saham di pasar bursa di negara-negara
Asia. Mereka telah memaknai saham tidak lebih dari komoditas yang sangat
terkait dengan apakah akan terjadi
oversupply atau
overdemand.
Pernah tahu bahwa
ketika bulan mendekati, saat atau segera setelah purnama akan terjadi tarikan
yang sangat kuat terhadap cairan baik di bumi maupun di dalam tubuh ke arah
bulan. Konsep tersebut kemudian dikaitkan dengan perubahan perilaku
orang-orang. Memang tidak dapat dibuktikan dengan penelitian yang sangat valid
sehingga cenderung
irrational. Tetapi bagaimanapun, yang menyebabkan
terjadi
oversupply atau
overdemand saham juga manusia,
orang-orang, yang bisa terpengaruh dengan kondisi bulan. Sehingga dapat saja
Anda memperhatikan kondisi bulan yang berkaitan dengan kondisi apakah akan
terjadi
oversupply atau
overdemand.
Apakah Anda akan
berkata bahwa yang seperti itu juga tahyul? Pernah Anda dengar bahwa di salah
satu negara di Asia, orang-orang dalam bisnis saham di pasar bursa menggunakan
perhitungan tentang konstelasi bintang di langit sebagai dasar untuk membeli
atau menjual saham. Jadi
bullish dan
bearish atau dalam istilah
saya
oversupply atau
overdemand ditentukan oleh astrologi.
Lalu apakah itu
tahyul?
Superstition adalah sebuah kepercayaan yang
irrational bahwa
kejadian di masa depan akan dipengaruhi oleh kejadian atau perilaku kita di
masa kini, tanpa ada hubungan sebab akibat. Apakah benar tidak ada hubungan
sebab akibat? Pernah dengar konsep Hipocrates tentang sanguin, kolerik,
phlegmatik dan melankolik? Bahwa empat tipe tersebut dipengaruhi oleh gaya
hidup masing-masing orang terutama karena pola konsumsi makanan dan minuman
mereka. Sementara empat tipe itu adalah pengelompokan pola perilaku dalam
menyikapi banyak hal terutama hubungan manusia.
Pernah ada masa
yang menyatakan tidak irasional bila pola makan kita bisa menyebabkan pola
perilaku kita dalam bersikap atau berhubungan dengan manusia lain. Tetapi di
tangan Florence Littauer, konsep itu dikembangkan lagi dan mulai dipercaya oleh
banyak orang. Mulai menjadi rasional. Hal tersebut menyepadani hubungan antara
posisi bulan dengan
bullish atau
bearish.
Sesuatu menjadi
tahyul saat ini hanya karena kita tidak melihat ada faktor lain yang
menghubungkan satu kejadian dengan kejadian lain, termasuk tidak dilihat oleh
orang-orang yang mempercayai ‘tahyul' itu. Namun ketika
missing link nya
terlihat maka kita akan menjadi sadar bahwa kejadian pertama menyebabkan
missing
link tersebut dan kejadian yang tadinya tidak terlihat itulah yang
menyebabkan kejadian ke dua. Maka sebenarnya memang ada hubungan antara
kejadian pertama dengan kejadian ke dua.
Lalu mengapa kita
masih meributkan tahyul-rasional, salah-benar, baik-buruk. Semua itu toh
mungkin masih berada di luar jangkau pandang kita. Biarkan saja bila Anda tidak
percaya, tetapi biarkan juga bila orang lain percaya.
Jadi apakah
tahyul itu?
a
rdian.syam@gmail.com
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Ardian Syam ( Daftar Artikel Selengkapnya )
|
 |
Karakter Baku
|
 |
Software-nya Orangtua
|
 |
Dicari: Pemalas
|
 |
Makan Enak Tapi Murah
|
 |
Pengalaman Orang
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Aturlah Energi Anda, Jangan Diboroskan!
(Artikel Tetap) -
Senin, 05 Mei 2008
|
 |
Barang-barang Di Rumahku
(Artikel Tetap) -
Senin, 05 Mei 2008
|
 |
Bicaralah Sesuai Golongan Darahnya
(Artikel Tetap) -
Selasa, 06 Mei 2008
|
 |
Pemenang Sejati
(Artikel Tetap) -
Rabu, 07 Mei 2008
|
 |
Becoming The Winning Team
(Artikel Tetap) -
Jumat, 09 Mei 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Persainganku Dengan Bae Young Jun
(Artikel Tetap) -
Senin, 28 April 2008
|
 |
Kemuliaan Sifat Berbagi Dari Para Philanthropist
(Artikel Tetap) -
Jumat, 25 April 2008
|
 |
Melaju Di Arah Yang Salah
(Artikel Tetap) -
Rabu, 23 April 2008
|
 |
Change Your Mantra
(Artikel Tetap) -
Selasa, 22 April 2008
|
 |
Makhluk Tuhan Paling Laris
(Artikel Tetap) -
Senin, 21 April 2008
|
|
|