Tingkah polah dibalut kepolosan seorang anak kecil tidak dapat dipungkiri akan selalu “mengusik kenyaman”. Sosok kanak – kanak ditingkahi kelucuan selalu mengundang rasa gemas kita, walau terkadang mereka juga sempat bertingkah manja dan kolokan yang berlebihan, tetap saja tidak mampu menyaput kepolosan mereka. Dalam sekejab mereka mampu menyihir kita untuk melupakan kejengkelan atas kenakalan mereka.
Dunia kanak – kanak memang penuh keluguan dan keceriaan. Siapapun anak tersebut, siapa pun orang tuanya, bagaimana pun latar belakangnya tidak pernah sedikitpun mempengaruhi keceriaan mereka jika sudah berada dalam ruang interaksi kanak – kanak. Jika pun menangis, atau pun melakukan kebandelan … memang itulah kodrat kekanakan mereka.
Begitupun setiap kali saya berjumpa dengan sekumpulan anak – anak jalanan di sekitar kita, selalu saja kehadiran mereka mampu mengusik saya untuk memperhatikannya. Harus saya akui, kehadiran mereka yang semakin hari semakin bertumbuh jumlahnya, membuat saya menjadi trenyuh. Pertanyaan – pertanyaan : “Apakah mereka tidak rindu Bapak / Ibu mereka ?”, atau sebaliknya “Apakah Bapak / Ibu mereka tidak mengkhawatirkan anak – anak mereka ?” Di usia belia yang semestinya mereka lalui dalam indahnya kasih sayang orang tua dan guru – guru mereka di sekolah, justeru mereka habiskan di jalan.
Namun, di balik kegalauan saya terbersit pula rasa kagum saya kepada anak – anak tersebut. Dengan tubuh mungilnya, mereka dengan sigap menghampiri pengendara yang melintas di dekat mereka, bahkan mereka juga begitu lincahnya mengejar dan melompat naik ke dalam bus yang sedang berjalan (bahkan kadang mereka juga sambil menggendong “adik” mereka). Kebanyakan dari mereka mengamen, menyanyikan sebuah lagu.
Memang banyak pelaku “jalanan” yang usianya jauh di atas anak – anak tersebut, namun “dedikasi” pribadi – pribadi bocah tersebut telah melahirkan kekaguman tersendiri bagi saya. Bagaimana mereka dengan antusias menaiki setiap bus tanpa berpikir apakah bus tersebut Patas AC, apakah bus tersebut penuh dengan penumpang. Begitu berada di dalam bus mereka biasanya langsung membagikan amplop kecil sekedar wadah untuk penumpang yang berempati menaruh “zakat” mereka. Selanjutnya mereka akan menyanyi dengan semangat, dan setelah selesai kembali menyisir penumpang demi penumpang guna mengambil kembali amplop yang sudah mereka bagikan sebelumnya. Semua mereka lakukan dengan cepatnya, dan … tanpa orasi ! Selalu trepancar keceriaan di wajah mereka atas apa yang baru saja mereka lakukan, meski bila sedang nahas, bisa saja seluruh penumpang bus tidak berempati kepada mereka. Mereka tetap saja ceria.
Pelayanan, ya mereka telah melakukan tugas pelayanan yang sejati. Mereka hanya bermaksud menghibur kita. Bila kaenanya hati kita menjadi tersentuh untuk membagi rejeki kepada mereka, mereka senang. Tidak pun, tidak menjadi masalah ataupun mengurangi keceriaan mereka. Mereka pribadi – pribadi super sesungguhnya. Mereka melakukan aktivitas mereka tidak dengan beban, mereka ikhlas melakukan yang mereka kerjakan.
Mereka telah menerapkan prinsip – prinsip (hukum) kerja sukses dengan 4 AS, yaitu :
1)Kerja dengan cerdAS, (tidak memilih – milih klien)
2)Kerja dengan ringkas, (mereka tidak banyak basa – basi, langsung ke pokok persoalan)
3)Kerja dengan tuntAS (mereka menyanyi sampai … (diganti lalalalala) selesai meski kadang tidak hafal syair lagunya)
4)Kerja ikhlAS (tidak terlalu mempermasalahkan besaran kompensasi / empati orang lain)
Mereka hanya berpikir untuk merebut hari ini lebih cepat dari orang lain.
Renungan:
Kita sebagai pribadi yang dewasa, yang lebih beruntung dari mereka. Seringkali dalam keseharian memilih mengakrabkan diri dengan kegelisahan dan ketidakpuasan yang kita ciptakan sendiri. Kita selalu disibukkan dengan pikiran – pikiran akan masa depan kita.
-Apakah saya akan sukses di pekerjaan saya sekarang, dan apakah boss akan selalu menyayangi saya ?
-Apakah gaji saya akan dinaikkan besar tahun depan ?
-Apakah perusahaan tempat saya bekerja akan terus eksis, sehingga saya selamat dari PHK ?
-Apakah pasangan hidup saya akan tetap setia sekiranya saya mengalami ketidakberuntungan ?
-Dan lain – lain pertanyaan yang mengkerdilkan kita.
Bila kita termasuk orang – orang yang gelisah, sebaiknya kita bercermin dan menjadikan anak – anak “jalanan” kecil itu, menjadi motivator bagi kita. Kita harusnya terinspirasi oleh mereka yang senantiasa bersyukur atas apa yang Tuhan berikan kepada mereka. Mereka tidak menjadi kendur semangatnya hanya karena penyakit flu, atau batuk menyerang mereka, mereka juga tidak pernah terlihat sedang pusing, memang mereka tidak ingin pusing karena memikirkan masa depan.
Alam telah mendidik mereka menjadi pribadi – pribadi tangguh, yang bila mereka mampu bertahan dan mengijinkan semangat pelayanan mereka turut bertumbuh bersama mereka, bukan mustahil mereka akan menjadi pribadi – pribadi sukses.
Mereka hanya berpikir untuk merebut dan menguasai hari ini lebih cepat dari orang lain. Memang benar kita punya hak mutlak untuk menjadi seperti apa kita di masa depan, tetapi pemilik masa depan tetap Tuhan. Jadi, jika tidak mulai semangat hari ini, kita akan kehilangan esok hari yang sudah menjadi milik orang yang bersemangat hari ini.
Ah, ternyata semua orang bisa menjadi motivator bagi pertumbuhan sesamanya.
Terimakasih Tuhan karena Engkau telah menciptakan begitu beragam pribadi – pribadi yang bisa menguatkan satu sama lain …
Salam Gemilang,
Benedict Agung Widyatmoko
agung_widyatmoko@windowslive.com
http://benedikawidyatmoko.wordpress.com/
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Benedict Agung Widyatmoko
|
 |
Bila Kemarahan Menyapa Undanglah Keramahan
|
 |
Jadilah Seperti Ikan Di Air Bening Yang Tenang
|
 |
Inspirator Itu Seorang Anak Kecil
|
 |
Burung Dan Kipas
|
 |
Rahasia Itu Akan Membunuhmu
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Self - Positioning
(Artikel Anda) -
Senin, 28 April 2008
|
 |
Dana Sos, Uang Penyelamat (bagian 1)
(Artikel Anda) -
Senin, 28 April 2008
|
 |
Rantai Motivasi
(Artikel Anda) -
Selasa, 29 April 2008
|
 |
The Secret Of Self-concept
(Artikel Anda) -
Rabu, 30 April 2008
|
 |
Aku Tidak Memilih Menjadi Insan Biasa
(Artikel Anda) -
Kamis, 01 Mei 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
BalancingOur Life By Adjie
(Artikel Anda) -
Sabtu, 26 April 2008
|
 |
Comfort Zone ?Why Not !
(Artikel Anda) -
Jumat, 25 April 2008
|
 |
Get Success With Marriage
(Artikel Anda) -
Kamis, 24 April 2008
|
 |
Lepaskanlah
(Artikel Anda) -
Rabu, 23 April 2008
|
 |
Ketakutan Vs Keyakinan
(Artikel Anda) -
Selasa, 22 April 2008
|
|
|