Diciptakan alam pria dan wanita/dua makhluk
dalam asuhan dewata/ditakdirkan bahwa pria berkuasa/adapun wanita lemah lembut
manja/wanita dijajah pria sejak dulu/dijadikan perhiasan sangkar madu/namun ada
kala pria tak berdaya/tekuk lutut di kerling wanita
Ismail Marzuki (1914-1958)
tentu telah melewati proses penetrasi instrinsik-empirik melalui kontemplasi panjang
nan mendalam ketika menciptakan lagu ‘Sabda Alam' tersebut di atas. Syair lagu
pendek tersebut mengkonstruksikan betapa perempuan menyimpan akumulasi pesona
abadi penarik hati. Spektrum pesona itu terurai melalui karakter dasar indah (lemah,
lembut dan manja), estetika (perhiasan
sangkar madu), dan daya tarik (pria tak berdaya, tekuk lutut di kerling
wanita). Era boleh berganti. Teknologi pun semakin mumpuni. Namun, syair lagu
gubahan sang maestro tentang wanita itu masih memiliki relevansi sampai masa
kini. Singkat kata, makhluk hawa satu ini sungguh menjadi sumber aspirasi dan
inspirasi yang tidak pernah kurang dan kering dalam sejarah peradaban hidup
manusia. Entah itu untuk dibuat lagu, patung, cerita, atau sederet karya seni
lainnya.
Guna menguatkan
fakta di atas, tengok saja bukti berikut yang menggambarkan bagaimana kristalisasi
komunikasi hati nurani bekerja demi apresiasi terhadap kaum hawa ini. Konversasi batiniah abstrak itu pun tertuang
dalam simbol-simbol karya konkret di pentas panggung sandiwara ini. Ada Leonardo
da Vinci yang menghasilkan lukisan mewah nan fenomenal seorang wanita molek,
Monalisa. Ada sederet ungkapan dan peringatan
kompensatoris untuk kaum Venus ini (meminjam istilah Dr. John Gray -
Man Are from Mars & Women Are from Venus).
Di antaranya: surga terletak di bawah kaki ibu, kisah Malin Kundang (durhaka
terhadap ibu), ibu pertiwi, ibu kota,
ibu jari, Hari Ibu dan Hari Kartini. Apresiasi itu semakin nyata ketika jumlah
partisipasi aktif perempuan mengalami peningkatan kuantitatif dan kualitatif.
Eskalasi jumlah kuota perempuan pun meningkat signifikan dalam kepengurusan
partai, anggota dewan, menteri, dan jabatan strategis lainnya. Bahkan untuk
pertama kalinya kaum wanita bisa ikut menjadi operator angkutan bus yang nyaman
dan bebas dari kemacetan di Jakarta. Walau pun di kota Bogota, Kolombia, kota asal mula program
busway ini, pengemudi wanita sudah
merupakan pemandangan yang lumrah. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang masih
berstatus mahasiswi. Tidak ada parameternya memang apakah pemandangan di Jakarta
ini sebuah kemajuan atau sebaliknya. Yang terang adalah telah terjadi diversifikasi posisi antar gender di
negeri ini. Deretan varian posisi ini semakin lengkap ketika Ketua Mahkamah
Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie (09/04/08) mengusulkan setidaknya harus ada
satu perempuan dari sembilan anggota hakim konstitusi yang ada para periode
mendatang. Soalnya, di beberapa negara yang ada MK-nya juga terdapat hakim
konstitusi perempuan, termasuk di Turki. Sesungguhnya, kesemua aksi simpatik
dan empatik itu bertujuan menumpahkan seluruh isi ruang afeksi yang penuh cinta
sang pemiliknya guna membayar karya dan jasa kaum yang melahirkan ini.
Mahkluk
Laris
Makhluk Tuhan
bergender feminin ini bukan hanya diapresiasi melalui notasi lagu, kanvas,
ungkapan dan perayaan, ia pun menjadi rebutan makhluk maskulin di alam nyata
mau pun dunia maya dan elektronik
(internet dan televisi). Maka tidak heran, jika dalam dunia periklanan, dua model
yang sering dikontrak adalah bayi dan perempuan. Kedua makhluk ini memang
memiliki daya tarik yang maha dahsyat. Yang satu lucu. Yang lainnya indah dan
lembut untuk ditatap dan dirasa. Penelitian tentang hal ini pun membuktikannya.
Menurut mantan wartawati Majalah Tempo, Nanik Ismiani, karena keindahannya,
untuk iklan produk yang terbuka buat kedua gender itu, antara laki-laki dan
perempuan, biasanya perempuanlah yang terseleksi. Alasannya, antara lain karena
kecantikannya. Ia sering menjadi sumber inspirasi, termasuk bisa memperkuat
positioning sebuah produk. Ambil contoh,
para artis sabun kecantikan Lux. Sampai hari ini mungkin Widyawati dan Tamara
Blezinsky masih tertancap relatif kuat sebagai model sabun kecantikan bintang
film itu. Mereka berada di
top of mind
pemirsa dan penikmat iklan. Di sisi lain, Okky Asokawati, mantan peragawati
kondang mengakui, perempuan dan iklan memang tidak bisa dipisahkan. Ia juga menambahkan
bahwa perempuan memiliki kekuatan dalam menarik dan menjual produk yang
diiklankan. Inilah mengapa kaum lemah lembut ini dikejar dan dibayar untuk
sebuah advertensi.
Selain menjadi
model iklan yang laris manis, keterlibatan kaum perempuan di dunia usaha,
khususnya usaha kecil-menengah, ternyata cukup signifikan. Data dari Badan
Pusat Statistik (1998) menyebutkan bahwa 12 persen UKM secara resmi terdaftar
sebagai milik perempuan. Namun, jika ditambahkan perempuan pada kategori sektor
informal (tradisional), jumlah UKM yang melibatkan perempuan pengusaha ini
dapat mencapai di atas 30 persen. Data
Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia sendiri menunjukkan bahwa ada sekitar 16 ribu
wanita pengusaha yang menjadi anggota organisasi tersebut. Berangkat dari
pengalaman di UKM, peluang baru yang mulai dilirik kaum perempuan pengusaha
adalah industri kreatif. Soalnya,
trend
ekonomi ke depan mengarah pada ekonomi kreatif (
creative economy) dan
ekonomi berbasis pengetahuan (
knowledge-based economy). Dalam percaturan
industri baru saat ini, modal manusia (
human capital) akan lebih menjadi
keunggulan komparatif dan kompetitif dibanding beragam faktor produksi lainnya.
Selain itu, jenis industri baru ini juga memberikan fleksibilitas kerja yang
lebih besar dibanding cara kerja tradisional dan konvensional. Bukan hanya soal
tempat dan waktu yang terasa semakin fleksibel namun juga teknologi yang
digunakan semakin menipiskan jarak ruang yang ada. Pekerjaan bisa dilakukan di
mana saja tanpa harus
ngantor.
Artinya,
job desk dan
job list bisa juga dituntaskan di rumah.
Model kerja seperti ini kelihatannya lebih pas untuk kaum hawa yang memang menginginkan
basis kerjanya tetap di rumah. Peran ganda pun bisa dilakoni pada waktu
bersamaan di rumah: ibu rumah tangga dan pengusaha. Inilah kemajuan kaum hawa
yang pantas diberi acungan jempol.
Akhirnya, semoga semua kaum perempuan menjadi
putri sejati yang harum namanya seperti cita-cita Ibu Kartini. Selamat berkarya
sababat genderku, mahkluh Tuhan paling laris. Selamat Hari Kartini!
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Ponijan Liaw ( Daftar Artikel Selengkapnya )
|
 |
Always Address Customer by Name
|
 |
Alamat Palsu (bagian 2)
|
 |
Komunikasi Berdasarkan Pola Laku - Influencer (Pemberi Pengaruh)
|
 |
Biarkan Mata Bicara
|
 |
Komunikasi Berdasarkan Golongan Darah " A "
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Change Your Mantra
(Artikel Tetap) -
Selasa, 22 April 2008
|
 |
Melaju Di Arah Yang Salah
(Artikel Tetap) -
Rabu, 23 April 2008
|
 |
Kemuliaan Sifat Berbagi Dari Para Philanthropist
(Artikel Tetap) -
Jumat, 25 April 2008
|
 |
Persainganku Dengan Bae Young Jun
(Artikel Tetap) -
Senin, 28 April 2008
|
 |
Tahyul
(Artikel Tetap) -
Rabu, 30 April 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Bekerja Dengan Cerdas
(Artikel Tetap) -
Senin, 21 April 2008
|
 |
Penjual Panci Di Pagi Hari
(Artikel Tetap) -
Senin, 21 April 2008
|
 |
Mengucapkan Terimakasih
(Artikel Tetap) -
Minggu, 20 April 2008
|
 |
Jembatan Harapan
(Artikel Tetap) -
Sabtu, 19 April 2008
|
 |
Ms (bagian Ke-3 Dari 3 Tulisan Ml, Md, Ms)
(Artikel Tetap) -
Jumat, 18 April 2008
|
|
|