|
|||
|
Penulis : Leman - Penulis Buku 50 Chinese Wisdoms
Kamis, 10-April-2008
Berjuang (belajar dengan keras) tanpa mengenal lelah untuk mencapai cita-cita. Su Qin yang hidup pada periode Negara-Negara Berperang (475-221 SM) adalah contoh yang bisa kita pelajari dari seseorang yang memunyai semangat luar biasa untuk mewujudkan cita-citanya. Pada awal kariernya ia pergi menghadap Huiwen, adipati dari negara Qin. Saat bertemu, Su Qin menawarkan beberapa strategi dan taktik untuk membantu Huiwen menaklukkan keenam negara (Yan, Han, Zhao, Wei, Chu dan Qi) lainnya. Huiwen yang skeptis dengan orang asing serta tidak melihat ada sesuatu yang istimewa dari usulan ini, lalu menolaknya. Setelah gagal menyakinkan Huiwen, Su Qin masih menetap di negara Qin cukup lama untuk mengadu nasibnya. Ia masih mencoba dan berusaha meyakinkan pejabat-pejabat setempat agar keahliannya bisa dimanfaatkan. Usaha terakhir ini pun tidak membawakan hasil, karena orang-orang tidak melihat ada sesuatu yang luar biasa dari dirinya. Karena kondisi keuangan, Akhirnya ia terpaksa pulang ke rumahnya. Saat tiba di rumah dengan tangan kosong dan tanpa sepersen pun, ia dicemooh oleh ibu, istri dan saudara-saudaranya. Mereka menganggap ia orang yang telah gagal. Su Qin benar-benar berada dalam kondisi paling terpuruk, sebab orang yang paling dekat pun sudah tidak menghargainya lagi. Ia tidak putus asa, namun sebaliknya, Ia menjadikan semua ini sebagai dorongan untuk sukses. Ia berkata dalam hatinya, 'Saya akan tunjukan kepada mereka siapa saya sebenarnya.' Sejak itu ia melalap habis semua buku-buku tentang strategi perang. Ia belajar bagaimana menerapkan prinsip dan strategi perang yang terbaik. Ia juga belajar dengan sangat keras, dari pagi sampai malam. Bila mengantuk, ia mengikat rambutnya yang panjang di atas kasau. Bila cara ini masih dianggap belum cukup dan rasa ngantuk tak tertahankan, ia menusuk kakinya dengan benda tajam (jarum) agar terjaga dan bisa terus membaca. Setelah lebih dari setahun memperdalam ilmu dan merasa telah yakin dengan kemampuannya, ia mulai mengunjungi keenam negara, tidak termasuk negara Qin untuk menawarkan jasanya. Perjuangan yang tidak mengenal lelah ini berhasil meyakinkan para adipati dari keenan negara tentang pentingnya kerja sama untuk menghadapi ancaman negara Qin yang semakin kuat dan berambisi menguasai negara-negara yang lain. Untuk melaksanakan misinya, para Adipati dari keenam negara mengangkatnya sebagai pemimpin tertinggi persekutuan enam negara tersebut. Setelah ia berhasil meraih cita-citanya, sikap keluarganya berubah drastis. Mereka bahkan datang dari jauh-jauh untuk menjumpainya dan mengucapkan selamat kepadanya. Kita harus mengacungkan jempol kepada Su Qin yang mempunyai semangat, daya juang dan mental yang luar bisa. Dan hal ini lah yang membedakan antara sang juara dengan orang-orang biasa. Orang-orang biasa, hanya sekali ditolak atau diremehkan, langsung merengek-rengek. Mereka adalah orang yang tidak bertanggung jawab dan hanya mencari alasan mengundurkan diri (dengan mengvonis diri tidak mampu, tidak kapabel, tidak layak). Mereka tiba-tiba kehilangan semangat dan gairah. Mereka ingin segera keluar dari lingkungan yang tidak menyenangkan itu tanpa mau mencari solusi, tidak mau mencoba dan berjuang lagi. Kita harus belajar dari sikap positif Su Qin dalam mencapai tujuan dan cita-cita. Walaupun ia gagal dan dihina oleh orang yang paling dekat, orang yang paling dicintainya, ia tetap tegar. Ia tidak menyalahkan orang lain, keadaan, kondisi atau pun nasib. Ia yakin kegagalan berarti ada yang perlu disempurnakan dan kegagalan itu adalah temporer. Oleh sebab itu, ia segera mengambil keputusan dan tindakan. Ia mulai memperdalam ilmu dan wawasannya, terutama ilmu dan strategi perang. Dengan sikap pantang menyerah (persistensi), akhirnya ia berhasil. Sepanjang kita tidak terpuruk; sepanjang kita tetap mau belajar dan bangkit serta mengambil tindakan nyata, kesuksesan itu hanyalah masalah waktu, karena kesuksesan itu sendiri tidak akan pergi jauh meninggalkan orang yang mempunyai semangat untuk meraihnya. Salam Sukses Untuk Anda Leman (Kisah diatas dikutip dari buku The Best of Chinese Wisdom) |
|||
|
|||
| ( View : 5438 | Refer : 3 | Print : 116 | Rate : 0.00 / 0 Votes ) | |||
| Artikel Selanjutnya : | |||
| • | Jangan Tanya Apa.. (Artikel Tetap) - Sabtu, 12-April-2008 | ||
| • | Kendi Pecah Di Siang Hari (Artikel Tetap) - Senin, 14-April-2008 | ||
| • | Moving Toward Something (Artikel Tetap) - Selasa, 15-April-2008 | ||
| • | The Power Of Action (Artikel Tetap) - Rabu, 16-April-2008 | ||
| • | Ms (bagian Ke-3 Dari 3 Tulisan Ml, Md, Ms) (Artikel Tetap) - Jumat, 18-April-2008 | ||
| Artikel Sebelumnya : | |||
| • | Melihat Yang Tak Terlihat (Artikel Tetap) - Rabu, 09-April-2008 | ||
| • | Fokus Ke Tujuan, Bukan Ke Rintangan (Artikel Tetap) - Selasa, 08-April-2008 | ||
| • | Treat Mars & Venus Differently (Artikel Tetap) - Senin, 07-April-2008 | ||
| • | Suatu Hari Ketika Ayat Ayat Cinta Ngetop Sekali (2) (Artikel Tetap) - Jumat, 04-April-2008 | ||
| • | Karakter Dan Reputasi (Artikel Tetap) - Kamis, 03-April-2008 | ||
| Menu Artikel | |
| Mau Berbagi ? | |
|
|



