Suatu hari ketika saya memeriksa isi e-mail saya, saya menemukan satu mail dari AW Friends yang mengucapkan "Hallo". Ternyata e-mail tersebut dari Bapak Sumanli, salah satu agen Prudential. Terus terang, mungkin lebih dari 20 orang sudah menawarkan asuransi kepada saya dari berbagai perusahaan asuransi. Ia mengundang saya untuk mengikuti acara tim pemasaran di luar Jakarta tepatnya di Cisarua. Sebenarnya, pada tanggal 4 tersebut saya ada kegiatan lain, hanya saya pikir 'biarlah saya coba bergabung dengan acara ini apalagi menurutnya bahwa acara ini mendatangkan seorang yang spektakuler dalam bidang motivasi.
Hari pertama, adanya berbagai permainan yang menarik sekali. Saya menilai permainan ini mengembalikan daya sadar (self awareness), menguji keberanian, berkomunikasi yang tepat, melatih kedisiplinan dan meningkatkan daya analisa. Acara memang dipenuhi gelak tawa, keakraban dan semangat kompak satu sama lain.
Hari kedua, tibalah saatnya sang Motivator yaitu Bapak Andriewongso memberikan sesi motivasi. Selama ini memang saya ingin bertemu dengan Bapak Andriewongso. Saya kagum dengan kepiawaian Bapak Andriewongso untuk memberikan motivasi, ini saya katakan karena saya mendengarkan acara motivasi dari SMART FM. Sejak memasuki dunia kerja pada era 90-an, saya melihat kualitas yang menyedihkan dari para pekerja di Indonesia ini. Sering pertanyaan muncul dalam benak saya "Ada apa ini?". Kemudian saya membaca buku-buku motivator dunia dan saya terapkan dalam hidup saya sehari-hari, walaupun ini menimbulkan kontraversial karena adanya perbedaan. Sehingga timbul lagi pertanyaan dalam benak saya "Apakah saya terlalu kebarat-baratan dalam menerapkan teori motivasi?" Mengingat teman-teman di kantor maupun keluarga mengatakan bahwa teori motivasi tersebut hanya untuk di dunia barat, di dunia timur berbeda lagi. Maka timbul lagi pertanyaan "Apakah Indonesia tidak dapat memiliki motivator yang dapat memberikan semangat kepada bangsa Indonesia?"
Saya yakin sekali Indonesia membutuhkan motivator untuk memajukan bangsa Indonesia. Saya perhatikan banyak perusahaan lokal maupun perusahaan asing memberikan target percapaian perusahaan dan TIDAK TERCAPAI. Hal ini disebabkan kualitas manusia Indonesia yang buruk. Akibatnya, utang yang berlipat ganda, bahkan yang paling mengenaskan, tingkat korupsi yang tidak terkendali. Indonesia menjadi negara ke 3 yang terkorup di dunia padahal bangsa Indonesia mengakui sebagai bangsa yang beragama. Dan ini tidak hanya terjadi dalam perusahaan, bahkan dalam keluarga saya pun terjadi kemiskinan mental. Akibatnya, saya seringkali kesal dan marah yang meledak-ledak kepada siapapun. Stress!! Sampai akhirnya saya mengisolir diri dari siapapun. Suatu hari saya membaca Kompas Minggu dan saya menemukan artikel tentang Bapak Andriewongso.
Kemudian saya berkunjung ke toko AW Shop di Citra Land sambil membeli dua buku pertama dan dengan segera saya pulang rumah untuk mengkoneksikan internet saya pada situs Andriewongso.com. Sewaktu situs itu terbuka, dalam hati saya berkata "Yes! Ini yang saya cari-cari selama ini!" Saya baca setiap artikel dari Bapak Andriewongso dan para penulis lainnya. Akhirnya saya pun bergabung menulis artikel. Artikel saya yang pertama berjudul "Arogan, Percaya Diri atau Minder" Maksud dari tulisan saya adalah agar para pembaca menganalisa diri sendiri. Dan sejak saat itu saya aktif untuk menyampaikan pemikiran dan pengalaman saya melalui situs Andriewongso.com.
Saya menemukan diri saya seperti gelas yang sudah kepenuhan dengan air. Ya, saya membaca banyak buku dan media lainnya. Sewaktu saya menulis artikel pada situs, saya merasa gelas tersebut dikosongkan dan saya dapat membaca buku atau media lainnya. Bahkan tanpa terasa, saya mulai menulis puisi (kebanyakan dalam bahasa Inggris) pada blog saya di Yahoo, mencipta TTS/permainan kata dan aktif dalam komunitas masyarakat.
Kembali pada acara dari sesi Bapak Andriewongso untuk PRUSMART, saya menemukan sara-saran yang positif. Saya mengerti arti kata SUKSES, ciri-ciri miskin mental, langkah-langkah untuk kaya mental, sikap keuletan dan kegigihan dan kekuatan doa. Juga Bapak Andriewongso menjelaskan tentang empat kategori manusia dan saya yakin termasuk kategori ke empat dimana saya mengetahui teori dan saya praktekkan walalu ini menimbulkan kontroversi.
Mungkin saya perlu mempertimbangkan untuk melupakan segala teori dan praktek langsung, walaupun pada awalnya saya akan merasa tidak nyaman. Hanya saya yakin saya lah yang menjadi supir dalam hidup saya dan saya tahu dimana titik keterbatasan saya. Memang pada suatu pertemuan reguler, pernah saya katakan kepada teman-teman saya bahwa percuma saja kita bangga dengan sumber daya manusia Indonesia jika manusia Indonesianya sakit mental. Teman-teman saya sampai diam terpaku dan tidak dapat berkomentar apapun.
Pada hari ketiga, ada sesi yang disampaikan oleh Bapak Eddy Sartono tentang "Tujuh Hukum Mental". Sewaktu Bapak Eddy menjelaskan, saya teringat pada buku lapuk saya. Memang, saya punya buku-buku yang sudah berwarna kuning kertasnya, dan isinya sangat bermanfaat. Buku-buku tersebut saya sampul dengan plastik supaya tidak lebih rusak. Saya menjadikan buku-buku tersebut sebagai pedoman dalam hidup saya disamping Kitab Suci. "Tujuh Hukum Mental" ini pernah dikemukakan oleh Brian Tracy dalam bukunya yang berjudul Advanced Selling.
Saya memang memiliki jadwal mingguan, segala jam aktifitas teratur seperti pada jam 2 malam sampai jam 4 pagi setiap hari biasanya saya gunakan waktu untuk membaca. Kemudian dilanjutkan berdoa. Saya jadi teringat ketika masa mahasiswa, teman-teman saya menjuluki saya "Si Perpustakaan Berjalan". Saya mendapat manfaat yang banyak sekali dengan membaca buku antara lain memperluas wawasan, pengenalan diri dan akhirnya saya mencintai diri saya.
Netter yang budiman,
Percayalah! Kemajuan dapat diperoleh jika dimulai dari diri sendiri. Maka, tingkatkan kualitas diri dengan membaca dan terapkan dalam kehidupan Anda sehari-hari, dalam pekerjaan Anda, dalam hubungan antar manusia. Kecantikan atauketampanan seseorang BUKAN karena kosmetik yang mahal atau karena pakaian-pakaian mahal dari butik internasional. Kecantikan atau ketampanan dapat diperoleh jika kita tekun mengisi diri kita dengan hal-hal yang positif dengan belajar dan membaca buku-buku yang bermanfaat. Pilihlah buku-buku atau media-media yang dapat meningkatkan kualitas Anda. Juga, dengan meningkatnya kualitas diri Anda, saya jamin, uang yang mengikuti Anda. Dan sewaktu ada kesempatan untuk memberi pendapat, sampaikan pemikiran positif Anda dengan santun dan rendah hati, maka tampaklah kualitas diri Anda. Dan kecantikan atau ketampanan Anda semakin nyata bagi semua orang.
Akhir kata, mari satukan hati dan satukan pikiran untuk memajukan kualitas rakyat Indonesia dengan dimulai dari diri sendiri.
Terima kasih kepada Bapak Andriewongso - The Indonesian Guru of Motivation!
Salam Sukses LUAR BIASA!
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Debbie Sianturi
|
 |
Jatuh Dalam Kesalahan Dan Bangkit Dengan Kebenaran
|
 |
Self Awareness
|
 |
Tapi.......kenapa.......jangan
|
 |
Pengusaha Berkualitas
|
 |
Mari "Lawan" Para Orangtua!!!
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Tutup Mata & Telinga Untuk Mencapai Goal
(Artikel Anda) -
Jumat, 11 April 2008
|
 |
Perumpamaan Tentang Orang-orang Rakus
(Artikel Anda) -
Sabtu, 12 April 2008
|
 |
Mengukur Talenta Kita Dalam Berkomunikasi
(Artikel Anda) -
Minggu, 13 April 2008
|
 |
The Power Of Now
(Artikel Anda) -
Senin, 14 April 2008
|
 |
Being Worthy
(Artikel Anda) -
Selasa, 15 April 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Lampu Merah Harapan
(Artikel Anda) -
Rabu, 09 April 2008
|
 |
The Secret Of Life
(Artikel Anda) -
Senin, 07 April 2008
|
 |
Sebuah Kisah Tentang Kehidupan
(Artikel Anda) -
Minggu, 06 April 2008
|
 |
Nilai Sebuah Sepatu
(Artikel Anda) -
Sabtu, 05 April 2008
|
 |
Lakukan Dengan Tulus, Dpt Hasil Yg Mulus
(Artikel Anda) -
Jumat, 04 April 2008
|
|
|