Hidup ini adalah sebuah karunia yang perlu kita sambutdengan kreativitas tinggi, energi yang besar, dan sikap penuh dinamis setiapwaktu. Di bidang apa pun, yang menjadi pemenang adalah mereka yang kreatif,penuh energi, dan dinamis.
Karena itulah, kami menetapkan “Kreatif, Energik, danDinamis” sebagai slogan ANDRIEWONGSO.COM
Kreatif. Ia adalahsumber inovasi. Yaitu sesuatu yang baru, bermanfaat, dan dapat diaplikasikan.
Energik. Sesuaihukum alam, hidup itu berarti bergerak, aktif, positif, segar. Kita harusmengkondisikan diri kita untuk selalu bersemangat dalam menjalani kehidupanini.
Dinamis. Perubahan adalah sesuatu yang pasti dalam hidup kita. Karena itu, kita harus selalu menyesuaikandiri mengikuti zaman dalam kondisi apa pun.
Dengan ”Kreatif,Energik, dan Dinamis”, kami akan selalu menyajikan sesuatu yang baru danbermanfaat sesuai dengan perkembangan zaman.
Rabu, 09 April 2008, Dibaca : 4973 kali | Dicetak : 292 kali | Cetak artikel ini
Dalam beberapa kali seminar soal kewirausahaan, saya sering
mendengar orang yang berkata bahwa modal utama usaha adalah keberanian alias
kenekadan. Karena mendapat masukan semacam itu, otak saya pun terpacu untuk
menjalankan berbagai usaha, dari sejak saya sekolah menengah atas (SMA),
kuliah, dan bahkan ketika bekerja pada sebuah institusi. Usaha saya kala itu
memang tergolong mikro. Skalanya memang tak besar. Tapi, modal yang saya
keluarkan untuk beberapa usaha tersebut, dari jualan jam tangan, jualan aneka
aksesoris, buka pengetikan komputer, broker cetakan, hingga event organizing
(EO) tetap saja ukurannya cukup besar untuk kantong saya saat itu.
Asal berani dan asal ada peluang, saya pasti akan langsung
maju dengan modal yang saya miliki. Hasilnya? Secara hitung-hitungan angka
sangat tidak memuaskan. Tapi, secara hitung-hitungan "modal masa depan", saya
merasa tak rugi sama sekali. Tapi, sebagai manusia biasa, siapa sih yang tidak
kecewa modal hilang begitu saja? Herannya, entah kenapa, suatu ketika seorang
teman menawarkan sebuah peluang bisnis, karena di mata saya usaha itu cukup
berprospek, tanpa memikir lagi saya invest modal saya. Dan, lagi-lagi saya kejeblos.
Modal tak balik seperti harapan.
Tapi, anehnya, keberanian membuka usaha itu tak pernah
surut. Hanya saja, kali ini saya lebih memakai perhitungan berdasar pengalaman.
Hasilnya beberapa memang mulai menunjukkan grafik kenaikan. Meskipun, proses
jatuh bangun it uterus saya alami.
Nah, berangkat dari pengalaman tersebut, saya hanya ingin berbagi.
Jika setuju, silakan dipakai cara saya, kalaupun tidak, semua itu adalah hak
Anda. Berbagai pengalaman tersebut membuat saya menyimpulkan beberapa hal
berikut:
Berani
butuh kekuatan mental
Jika tidak kuat mental dan tahan
banting, jangan asal berani. Nekad alias berani kalau hasilnya tak sesuai
harapan, akan sangat menyakitkan. Maka, hanya bagi yang kuat mental sajalah
yang saya anjurkan untuk mengambil langkah berani ini. Tapi, bukan berarti
nekad menjadi satu hal yang salah. Melainkan, nekadlah dengan perhitungan. Yang
saya maksud penuh perhitungan di sini adalah saat berpikir ada peluang, jika
punya kemampuan dan kemauan kuat, segera ambil tindakan (action). Sebab, kalau
tanpa tindakan, sebagus apapun rencana, hanya akan tinggal harapan. Jadi, yang
dihitung bukan soal kemungkinan untung rugi dan balik modalnya, melainkan asal
punya keyakinan kuat tentang sebuah peluang, daripada hanya berhenti sebagai
ide, kenapa tidak segera dieksekusi.
Tapi, kembali ke soal keberanian,
perhitungan kita pun masih bisa meleset. Karena itulah, kembali ke soal mental.
Hanya yang punya bekal mental tahan bantinglah yang akan berhasil melewati
berbagai ujian di depan.
Berani
butuh kecerdasan
Cerdas di sini adalah ketika kita
sudah memutuskan terjun ke dunia entrepreneurship, kita harus mampu mengelola
aneka sumber daya yang ada. Kadang, saat gagal, kita langsung patah semangat
dan tak sadar hadirnya peluang besar di balik kegagalan itu. Padahal, dengan
sedikit kejelian (baca: kecerdasan), pasti ada hal positif yang bisa dikerjakan
dari kegagalan tersebut. Ini terjadi ketika sekolah penulisan yang saya dirikan
bersama beberapa teman mengalami kekurangan murid. Dengan sedikit kejelian,
ternyata tim kami justru berhasil meng-create
sebuah program yang mendatangkan keuntungan lebih besar dibanding kelas regular
pada umumnya.
Berani
butuh pengorbanan
Pengorbanan di sini saya
umpamakan dengan para martir di medan
perang. Pengorbanan prajurit di barisan paling depan biasanya akan membuka
jalan menuju kemenangan. Kalau istilah "kasar" saya, kita butuh "tumbal". Saat
hendak menjalankan sebuah bisnis, kadang kita perlu "mengorbankan" salah satu
bisnis untuk menjaring bisnis yang lebih besar. Bukankah untuk menangkap ikan
besar di laut kita tak bisa hanya menggunakan umpan cacing?
Cara berbisnis semacam ini lazim
adanya. Seperti yang dilakukan oleh peritel besar yang memberikan harga diskon
besar untuk satu dua produk yang laris di pasaran. Dengan memotong keuntungan
dari produk tersebut, orang akan memunyai image
bahwa retailer itu murah. Dengan begitu, meski produk lain lebih mahal, orang
tetap merasa produk di sana
lebih murah.
Sekali lagi, soal keberanian ini semata bukan hanya urusan
nekad. Tapi, perlu juga menggunakan perhitungan yang matang. Jadi, masih
nekadkah Anda?
salam LUAR BIASA...saya adalahsalah satu mahasiswa Ubaya yang waktu hari sabtu kemarin ikut seminar bapak. saya sangat kagum dan salut terhadap pengalaman hidup bapak,benar-benar luar biasa... saya juga berjanji pada diri saya agar sukses juga seperti bapak bukan hanya di angan-angan tapi juga dengan kerja keras dan doa...terima kasih pak atas pengalaman yang berharga ini..LUAR BIASAAAA.................
Mari kita membangun KEKAYAAN MENTAL melalui program Share & Be Happy, demi kehidupan yang lebih bernilai!
Melalui program ini, Andrie Wongso dan tim akan membagikan wisdom, inspirasi, dan motivasi dalam berbagai bentuk:
Audio
Slides Show yang diiringi musik dan suara langsung dari Andrie Wongso
Widget
Greeting Card
Wallpaper
Bookmark
Poster
Photo Frame
Kalender
Newsletter
dan masih banyak lagi! Semuanya menarik, bermanfaat, gratis, dan boleh dibagikan ke keluarga, teman, dan rekan-rekan Anda.
Untuk ikut program ini, daftarkan diri Anda sekarang juga sebagai anggota (member) website AndrieWongso.com. Caranya: isi formulir di bawah ini. Mudah kan?