Medan selalu punya cerita, kali tentang lampu lalu lintas yang baru dipasang.
Dari
modelnya, tidak ada yang istimewa, lampu lalu lintas itu sama seperti
lampu lalu lintas yang sudah ada, masih dengan warna merah, hijau dan
kuning, hanya saja kali ini lampu jalan tersebut telah dilengkapi
dengan alat penghitung waktu.
Ada pelajaran yang menarik dari lampu lalu lintas baru itu, sesuatu yang cukup menggelitik.
Pertama, sejak lampu lalu lintas itu terpasang, saya lebih santai membawa mobil, saya tahu kapan harus mulai menginjak rem, dan kapan harus mulai menginjak
pedal gas, tak ada yang tiba-tiba. (memang dari dulu juga ada lampu
kuning yang menandai pertukaran warna dari hijau ke merah, tapi
sekarang lebih jelas karena ada hitungan count down yang menandai
kedatangannya)
Lalu, apa hubungannya dengan pembelajaran pertama ini?
Masa
depan, ya, masa depan adalah sesuatu yang tidak terditeksi keadaanya,
kita tak tahu kapan datangnya hari baik (hijau) dan kapan datangnya
hari buruk (merah), mungkin kita ada petanda akan datangnya petaka
(kuning), tapi tetap tidak bisa kita pastikan dengan tepat kapan
datangnya. (Kecuali, "SANG PENCIPTA" lampu lalu lintas tersebut)
Kehadiran
alat penghitung waktu membuat saya tidak perlu mengerem mobil secara
mendadak, tidak juga harus diingatkan ketika lampu hijau sudah menyala
kembali. Tapi, pada kehidupan nyata, alat itu tetaplah tersembunyi dan
tidak pernah ditemukan, kerinduan kita atas alat tersebut sering kita
lampiaskan dengan mencari "orang pintar" yang tahu kapan waktu-waktu
istimewa itu datang (Makanya, sekarang ahli ramal laku keras di negara
kita, iklan di media elektronika dan media cetak muncul menjawab
kebutuhan itu, sekarang malah diramaikan lewat SMS,belum tentu mereka dapat meramal masa depan orang lain, bahkan untuk diri mereka sendiri saja tetap misteri)
Saya memilih untuk tetap menjadikannya sebagai "RAHASIA ALAM",
yang perlu kita lakukan hanya selalu waspada memperhatikan setiap detik
berlalu, waspada memperhatikan langkah kita, mengamati
fenomena-fenomena perubahan dan siap menerima perubahan tersebut.
Hidup
seperti lampu lalu lintas yang selalu berubah warna, dari merah, hijau
dan kuning, lalu kembali ke merah, hijau dan kuning dan seterusnya. Kewaspadaan adalah kunci yang akan membuat kita tetap survival
dalam kehidupan ini, kita tidak perlu alat penghitung waktu itu.
(Walaupun dalam berlalu lintas di jalan raya, saya masih merasa nyaman
dengan kehadirannya), semuanya tergantung kita, walaupun ada alat
tersebut, jika kita tetap melanggarnya dengan menerobos lampu merah,
kita juga akan celaka.
Kedua,
saya ternyata lebih sabar menanti kedatangan lampu hijau setelah adanya
alat penghitung waktu itu, bahkan ketika lampu merah saya masih sempat
mencari-cari channel radio yang menarik untuk didengar (dan dilakukan
dengan santai dan tidak tergesa-gesa)
Apa yang sebenarnya terjadi?
Jawabannya adalah HARAPAN,
kita tahu bahwa lampu merah akan segera berubah menjadi lampu hijau,
demikian juga dalam kehidupan sehari-hari, kita tahu bahwa setiap
kesulitan akan berakhir, badai pasti akan berlalu, tapi yang tidak kita
tahu adalah KAPAN itu akan terjadi.
Sebelumnya,
ketika kita dihadang dengan lampu merah, kita kadang menjadi orang yang
tidak sabar, setelah menunggu sesaat, kita sering menerobos lampu merah
tersebut walaupun kita tahu resiko yang akan kita hadapi nanti.
Kenapa?
Kita kadang frustasi dalam menunggu (seperti menunggu lampu merah
berlalu), kita tahu semua itu akan berlalu, hanya kita tak tahu kapan,
sehingga kita sering merasa waktu itu berlalu begitu lamban, sementara
batas kemampuan kita telah terkikis hampir habis.
Kita
takut kalau-kalau lampu merah itu rusak, sehingga kita akan terhadang
lebih lama di bawah lampu merah, bahkan mungkin SELAMANYA.
Dengan
adanya alat penghitung itu, kita tahu lampu merah itu berjalan
semestinya, kita tahu lampu hijau akan segera menyala, waktu
kedatanganya tertulis dengan jelas, HARAPAN menjadi begitu nyata dan akan segera tiba.
Tekanan
dalam kehidupan ini kadang membuat kita frustasi, kita merasa
kehadirannya begitu lama, kita takut kalau sistem alam ini telah rusak,
kita takut lampu merah kehidupan kita terus menyala untuk kita,
akibatnya kita sering melakukan tindakan bodoh, bunuh diri misalnya.
Dan
kerinduan akan kehadiran alat penghitung waktu itu kembali kita
lampiaskan dengan mencari "orang pintar" yang dapat segera menghalau
masa gelap itu melalui ritual-ritualnya. (kita merasa system alam harus
diperbaiki, dibelokan secara instant, dan seketika hidup kita cerah
kembali)
Sekali lagi, saya memilih untuk menjalani "Masa Percobaan"
itu, biarkan hukum alam yang bekerja, yang perlu kita lakukan adalah
memperkuat diri selama masa percobaan, memperkaya mental, mendirikan
kuda-kuda yang kokoh, sehingga ketika masa percobaan itu berlalu kita
siap untuk bangkit menjadi Raksasa yang tak terkalahkan. (Tidak juga
dengan cara pasrah tanpa melakukan apa-apa, karena kita tidak akan siap
ketika lampu hijau menyala kembali, dan kita akan tertinggal jauh
karena ketidaksiapan kita tersebut)
Ternyata lampu lalu lintas baru juga dapat menjadi sumber pembelajaran hidup, ternyata
"MAWAS DIRI"
memperhatikan perubahan warna lampu lalu lintas menjadikan kita
survival dalam kehidupan ini, dan lampu merah tidak lagi menjadi momok
untuk kita, tapi dibalik itu, ada
"HARAPAN" untuk menjadi
"BESAR"
Salam Sukses Selalu
Seng Guan CPLHI
Regional Manager PT. Arthamas Konsulindo Medan
sengguanjr@yahoo.com
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Seng Guan CPLHI ( Daftar Artikel Selengkapnya )
|
 |
Belajar Dari Sebuah Bakpau
|
 |
Berani Saja Tidak Cukup
|
 |
DontAsk, Just Do It?
|
 |
Seni Berucap
|
 |
Six Direction Of Honour
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Antara Jakarta Dan Cisarua
(Artikel Anda) -
Kamis, 10 April 2008
|
 |
Tutup Mata & Telinga Untuk Mencapai Goal
(Artikel Anda) -
Jumat, 11 April 2008
|
 |
Perumpamaan Tentang Orang-orang Rakus
(Artikel Anda) -
Sabtu, 12 April 2008
|
 |
Mengukur Talenta Kita Dalam Berkomunikasi
(Artikel Anda) -
Minggu, 13 April 2008
|
 |
The Power Of Now
(Artikel Anda) -
Senin, 14 April 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
The Secret Of Life
(Artikel Anda) -
Senin, 07 April 2008
|
 |
Sebuah Kisah Tentang Kehidupan
(Artikel Anda) -
Minggu, 06 April 2008
|
 |
Nilai Sebuah Sepatu
(Artikel Anda) -
Sabtu, 05 April 2008
|
 |
Lakukan Dengan Tulus, Dpt Hasil Yg Mulus
(Artikel Anda) -
Jumat, 04 April 2008
|
 |
Lingkaran, Roda Dan Bola
(Artikel Anda) -
Kamis, 03 April 2008
|
|
|