Ayat Ayat Cinta
yang ngetop, saya yang ikut repot, tepatnya sewot. Kesewotan itulah yang hendak
saya ceritakan di tulisan ini seri
pertama. Semua ini gara-gara saya mengenal dekat siapa penulisnya, Habiburrahman
El Shirazy. Pertemanan kami sudah seperti saudara dan kami malah sedang merintis mendirikan pesantren bersama.
Komentar pendek saya ada di dalam novelnya, dan pengantar panjang Kang Habib
ada di novel terbaru saya :
Ipung!
Saya pasti bangga atas kedermawanan ini dan terbukti ia membawa banyak
keberuntungan. Seorang pembaca mengirim SMS kepada saya yang intinya; ‘'saya
membeli novel Ipung karena ada komentar Habiburrahman di dalamnya''. Mestinya
saya tersinggung. Tetapi sepanjang novel saya dibeli ya sudah, saya rela saja.
Saya tidak menghargai ketersingungan ini terlalu tinggi sepanjang novel saya jadi
laku karenanya.
Tetapi kedekatan dengan Habib itu ternyata tidak cuma
mendatangkan keberuntungan melainkan juga kejengkelan. Lumayan jika ia mengirim
SMS dengan pujian untuk Habib sambil membeli buku saya. Pengirim SMS dan
penelpon berikutnya adalah daftar yang
sama sekali sepihak: ia melulu hanya untuk Habib dan saya sekadar tempat lewat
belaka.
‘'Anda kenal Kang Abik, tolong sampaikan kritik sekaligus pujian saya'' bunyi SMS satu.
‘'Tolong saya minta HP-nya'' pinta yang lainnya.
‘'Saya ingin wawancara, bisa minta alamatnya?'' bujuk yang
lain lagi!
‘'Saya dari TV anu, ingin mengulas panjang lebar
Aya-ayat Cinta. Kami baca di milis, ada
nama Anda sebagai sahabatnya. Bisa Bantu
saya?'' pinta yang lainnya lagi.
‘'Kalau ngundang Kang Abik berapa honornya. Apa Anda bisa
jadi perantara?''
‘'Tolong ulangi kirim nomor yang tadi. Ketikan Anda tampaknya
kurang satu digit!''
‘'Saya kecewa dengan film
Ayat-Ayat Cinta. Tak sebagus novelnya. Tolong sampaikan pengarangnya!''
‘'Hallo Mas Prie GS, apa kabar? Saya produser non drama TV
anu di Jakarta,'' sapa seorang penelpon di ujung
sana. Kebetulan
inilah TV yang memiliki banyak hutang kesanggupan pada saya. Wajar jika saya
berpikir, ooo inilah waktunya TV ini melunasi hutang-hutangnya yang lama. Benarkah?
Tidak. Karena inilah kalimat berikutnya:
‘'Saya setengah mati mencari nomor penulis
Ayat Ayat Cinta. Nomor yang saya punya
tak bisa dihubungi. Saya pikir Andalah orang yang tepat membantu saya,''
katanya. Hahaha... sialan!
Itulah
sebagian SMS dan telepon yang masuk ke HP saya. Anda tahu, saya juga penulis.
Anda tahu tak ada penulis yang tidak ingin sukses. Punya buku laris, kemudian
difilmkan dan meledak pula. Maka bisa
Anda bayangkan betapa seluruh telepon dan SMS itu pasti tak lebih cuma
mengundang kecemburuan saya belaka. Betapapun saya dan Kang Abik itu sudah seperti
saudara, tetapi tak ada jaminan bahwa saya sudah terbebas dari rasa iri atas keberhasilannya.
Apalagi menyangkut soal kesuksesan, seragam belaka reaksi manusa kepadanya. Tak
peduli orang dekat atau orang jauh, sukses dan kebahagiaan rawan memancing
kecemburuan. Saya pasti bukan perkecualian. Kepada siapa saja yang jauh lebih
suskes, saya menyampaian iri hati saya secara terbuka.
Saya
tidak malu punya penyakit iri , asal ia tidak berkembang menjadi jahat, itu
saja. Maka saya gembira sekali ketika meskipun iri, saya tetap memutuskan melayani
para penelpon dan pengirim SMS ini sekuat yang saya bisa. Ada
perasaan gembira ketika saya sanggup melakukannya. Semakin berat sebuah
tekanan, ternyata semakin memunculkan perasaan berharga ketika saya sanggup
mengatasinya. Maka jika ada jenis iri hati yang mendatangkan kegembiraan, saya
jadi siap iri berkali-kali.
Prie GS
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Prie GS - Budayawan dan penulis SKETSA INDONESIA
|
 |
Buah Sengsara
|
 |
Pulang Hanya Untuk Pergi, Pergi Hanya Untuk Kembali
|
 |
Tahun Baru Di Rumahku
|
 |
Ayam Jagoku
|
 |
Ada Rossi Di Televisi
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Treat Mars & Venus Differently
(Artikel Tetap) -
Senin, 07 April 2008
|
 |
Fokus Ke Tujuan, Bukan Ke Rintangan
(Artikel Tetap) -
Selasa, 08 April 2008
|
 |
Melihat Yang Tak Terlihat
(Artikel Tetap) -
Rabu, 09 April 2008
|
 |
Mengikat Rambut Di Atas Kasau Dan Menusuk Kaki Dengan Jarum
(Artikel Tetap) -
Kamis, 10 April 2008
|
 |
Jangan Tanya Apa..
(Artikel Tetap) -
Sabtu, 12 April 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Karakter Dan Reputasi
(Artikel Tetap) -
Kamis, 03 April 2008
|
 |
Ilmu Yang Menerangi Hati
(Artikel Tetap) -
Rabu, 02 April 2008
|
 |
Masalah Membuat Anda Menjadi Kuat
(Artikel Tetap) -
Selasa, 01 April 2008
|
 |
Software-nya Orangtua
(Artikel Tetap) -
Senin, 31 Maret 2008
|
 |
Mau Menjual? Diamlah Sejenak!
(Artikel Tetap) -
Jumat, 28 Maret 2008
|
|
|