Home
Profile AW
Interaksi AW
Artikel AW
AW 4U
FREE Corner
AW Shop
Contact AW
 
Dengarkan talk show “Andrie Wongso - Success Wisdom & Motivation” di jaringan radio Sonora, setiap hari Selasa. pukul 07.05 WIB-08.00 WIB (Live Interaktif Motivation). Jaringan radio Sonora: Jakarta - FM 92.0, Surabaya - FM 98.0, Yogyakarta - FM 97.4, Palembang - FM 102.6, Pontianak - FM 96.7, Bangka - FM 101.1, Semarang - 98.9 FM, Ria Solo - FM 98.8, Serambi Aceh – FM 90.6, Raka Bandung - FM 98.8,Eltira Yogyakarta – FM 102,1, bPost Banjarmasin – FM 97.2. Program ini juga dapat didengarkan melalui live streaming di Indovision Channel 506, kompas.com, dan andriewongso.com/radio.
Artikel Tetap
Penulis : Andrias Harefa - Trainer dan Penulis 30 Buku Laris
Kamis, 03-April-2008
Hubungan antara karakter dan reputasi dijelaskan oleh seorang bernama John Wooden dengan sangat tepat. Ia mengatakan, "Be more concerned with your character than your reputation, because your character is what you really are, while your reputation is merely what others think you are". Dengan kata lain, karakter menyangkut innate image sementara reputasi menyangkut social image. Mengutamakan innate image ini berarti being true to yourself, jujur terhadap diri sendiri alias menjadi otentik, yang merupakan jalan satu-satunya untuk dapat membangun integritas sejati (baca: menjadi manusia yang utuh).

Di era lahirnya--apa yang dengan tepat disebut oleh Yasraf Amir Piliang sebagai--sebuah dunia yang dilipat (baca: internet), tehnik-tehnik pencitraan telah menjadi komoditi yang dikonsumsi dengan lahap oleh siapa saja yang ingin dicitrakan secara positif untuk memperoleh atau melindungi kepentingan tertentu. Artinya ada upaya untuk mendahulukan reputasi melalui proses rekayasa yang canggih dan sistematik, agar citra sosial yang ditampilkan lewat serangkaian aktivitas public relations dapat membentuk opini publik tentang "seseorang" atau "sesuatu". Soal apakah reputasi ciptaan itu sesuai atau tidak dengan realitas dan kebenaran, menjadi urusan nomor dua.

Dampak yang paling mengerikan dari upaya mendahulukan reputasi daripada karakter adalah makin suburnya kemunafikan dan kepalsuan. Hal ini paralel dengan apa yang digagas Stephen R. Covey (1989) ketika membicarakan dan membedakan antara Personality Ethic dan Character Ethic. Sebab menurut studi doktoral yang dilakukan Covey, literatur tentang cara-cara meraih keberhasilan atau sukses--khususnya di Amerika, tetapi mungkin juga benar secara universal--mengalami pergeseran dari penekanan kepada usaha membangun karakter seperti yang dicontohkan oleh Benyamin Franklin, ke penekanan kepada usaha pengembangan kepribadian.

Di Amerika, selama kurun waktu 150 tahun pertama sejak kemerdekaannya (1776-1926), fondasi keberhasilan diyakini bertumpu pada Character Ethic, yakni upaya mengintegrasikan prinsip-prinsip agar menjadi bagian dalam diri. Integritas, kerendahan hati, kesetiaan, pembatasan diri, keadilan, kesabaran, kesederhanaan, keberanian, kerajinan, kesantunan, dan the Golden Rule (berbuatlah kepada orang lain seperti yang kamu kehendaki orang lain perbuat kepadamu), merupakan hal yang diyakini sebagai fondasi kokoh bagi keberhasilan sejati. Lalu, pada 50 tahun berikutnya (1926-1976), terjadi pergeseran ke arah Personality Ethic. Keberhasilan lalu lebih dipahami sebagai fungsi kepribadian, citra public, sikap dan perilaku, berbagai keterampilan dan tehnik-tehnik yang memperlancar interaksi hubungan antar manusia. Dua pola yang mendukung Personality Ethic ini adalah (1) teknik-tehnik human and public relations; dan (2) ajaran mengenai positive mental attitude (PMA). 

Ajaran Covey mungkin membuat marah para ‘pengikut' (antara lain) David J. Schwartz, Napoleon Hill, dan Norman Vincent Peale. Namun dengan kepala dingin kita dapat menilai bahwa dalam hal ini Covey benar. Rekayasa citra sangat berpotensi untuk menjadi prostitusi citra, dan rekayasa sikap positif yang tidak didasarkan pada paradigma yang lebih baik hanya dapat memberikan perubahan sementara yang tidak mendasar dan karenanya "kurang bernilai".

Hal ini tidak berarti bahwa social image itu tidak perlu direkayasa, tetapi hal itu hendaknya tidak dilakukan untuk memanipulasi, mengaburkan, dan menyimpang dari innate image seseorang. "Tampilan" diri seseorang atau sesuatu itu harus selaras dan benar-benar mencerminkan the true self (diri sejati) yang ada "didalam" (innate). Bila tidak, maka yang terjadi adalah pemalsuan atau twisting of meaning (pemelintiran makna). Hal ini hanya akan melahirkan orang-orang munafik yang kata-kata dan perbuatannya saling bertabrakan sehingga ia tidak dimungkinkan menjadi pribadi yang berintegritas (utuh).

Character Ethic berkaitan dengan upaya membangun karakter (innate image), sementara Personality Ethic adalah soal membangun reputasi (social image). Yang pertama harus menjadi landasan bagi yang kedua, dan bukan sebaliknya. Yang pertama berkaitan dengan prinsip-prinsip hidup, sementara yang kedua menyangkut soal gaya hidup. Dan hanya bila keduanya selaras, maka keberhasilan seseorang dapat menjadi lestari (sustainable) karena bersifat sejati. Bila tidak, maka keberhasilan itu ibarat bangunan yang tak berfondasi atau dibangun di atas pasir. Banjir dan angin topan (baca: krisis) akan meluluhlantakkan semua itu dalam sekejap waktu. Dan reputasi palsu atau citra sosial yang dibangun berpuluh tahun akan lenyap seketika seiring dengan tampilnya ‘karakter tercela' yang selama ini disembunyikan.

Benarkah demikian?

( View : 6751 | Refer : 6 | Print : 142 | Rate : 0.00 / 0 Votes )
Artikel Selanjutnya :
Suatu Hari Ketika Ayat Ayat Cinta Ngetop Sekali (2) (Artikel Tetap) - Jumat, 04-April-2008
Treat Mars & Venus Differently (Artikel Tetap) - Senin, 07-April-2008
Fokus Ke Tujuan, Bukan Ke Rintangan (Artikel Tetap) - Selasa, 08-April-2008
Melihat Yang Tak Terlihat (Artikel Tetap) - Rabu, 09-April-2008
Mengikat Rambut Di Atas Kasau Dan Menusuk Kaki Dengan Jarum (Artikel Tetap) - Kamis, 10-April-2008
Artikel Sebelumnya :
Ilmu Yang Menerangi Hati (Artikel Tetap) - Rabu, 02-April-2008
Masalah Membuat Anda Menjadi Kuat (Artikel Tetap) - Selasa, 01-April-2008
Software-nya Orangtua (Artikel Tetap) - Senin, 31-Maret-2008
Mau Menjual? Diamlah Sejenak! (Artikel Tetap) - Jumat, 28-Maret-2008
Mewujudkan Kesuksesan Tanpa Batas (Artikel Tetap) - Kamis, 27-Maret-2008
Menu Artikel
»   Kumpulan Catatan Andrie Wongso
»   Kumpulan AW Artikel
»   Kumpulan Artikel Tetap
»   Kumpulan Artikel Anda
»   Kumpulan Ada Ada Saja
»   Kumpulan AW Corner
»   Kumpulan AW Inspirational Video
»   Kumpulan AW Jokes
»   Kumpulan Campus Corner
»   Kumpulan English Corner
»   Kumpulan Entrepreneur Corner
»   Kumpulan Family Corner
»   Kumpulan Health Corner
»   Kumpulan Peristiwa Luar Biasa
»   Kumpulan Serba Serbi
»   Kumpulan Sports Corner
»   Kumpulan Success Story
»   Kumpulan Tahukah Anda
Mau Berbagi ?
Sahabat-sahabat yang LUAR BIASA... Cerita, Motivasi, Semangat ada tidak hanya untuk diri sendiri, tapi alangkah baiknya kita berbagi bersama.
Untuk itu mari kita bersama-sama saling berbagi cerita-cerita motivasi dengan menekan MAU BERBAGI? dipojok kanan atas atau klik Kirim Artikel
Produk Motivasi
10 cerita motivasi yang akan mengubah hidup Anda....
Rp 30.000,00
Powered by:
Site Map - Copyright © 2006-2010 Andriewongso.com Action & Wisdom Motivation Training. All Rights Reserved
Bijaksana Kata Motivasi Motivasi Kata-kata Motivasi Kata Mutiara Kata Bijak Persahabatan Motivation Motivate Motivational Semangat