Misi : Membangun Kekayaan Mental Manusia Indonesia Demi Kehidupan Yang Lebih Bernilai
Slogan : Bosan kita menderita ! Saatnya Bersama ! Bangun Indonesia !
   Tell A Friend  |  Contact Us  |  Sitemap
 
 
 
Talk Show: Andrie Wongso Smart Motivation Setiap Hari Senin. Jam 07.05 WIB - 08.00 WIB (Live Interaktif Motivation). Jam 15.05 WIB - 16.00 WIB (Siaran Ulang). Di Radio SMART FM: Jakarta 95.9 FM, Makasar 101.1 FM, Palembang 101.8 FM, Banjarmasin 101.1 FM, Balikpapan 97.8 FM, Medan 101.8 FM, Semarang 93.4 FM, Ral FM Manado 102,65 FM, Smart FM Surabaya 88,9 FM Jangan lupa dengarkan setiap hari kapsul-kapsul Wisdom & Motivation.
Kalender Januari 2009
S M T W T F S
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31
Baca Juga
• Andrias Harefa
  Selasa, 20-November-2007
  08:39:15 WIB
Memaknai Kerja
Shopping Product
Keramik Bingkai
Ukuran Medium
Harga sebuah kegagalan dan kesuksesan bukan dinilai dari hasil akhir, tetapi dari PROSES PERJUANGAN
 
View Shopping Product
Artikel Tetap
Kamis, 03-April-2008; 09:12:32 WIB
Karakter Dan Reputasi
( 0 Komentar )
Oleh : Andrias Harefa - Trainer dan Penulis 30 Buku Laris

Hubungan antara karakter dan reputasi dijelaskan oleh seorang bernama John Wooden dengan sangat tepat. Ia mengatakan, "Be more concerned with your character than your reputation, because your character is what you really are, while your reputation is merely what others think you are". Dengan kata lain, karakter menyangkut innate image sementara reputasi menyangkut social image. Mengutamakan innate image ini berarti being true to yourself, jujur terhadap diri sendiri alias menjadi otentik, yang merupakan jalan satu-satunya untuk dapat membangun integritas sejati (baca: menjadi manusia yang utuh).

Di era lahirnya--apa yang dengan tepat disebut oleh Yasraf Amir Piliang sebagai--sebuah dunia yang dilipat (baca: internet), tehnik-tehnik pencitraan telah menjadi komoditi yang dikonsumsi dengan lahap oleh siapa saja yang ingin dicitrakan secara positif untuk memperoleh atau melindungi kepentingan tertentu. Artinya ada upaya untuk mendahulukan reputasi melalui proses rekayasa yang canggih dan sistematik, agar citra sosial yang ditampilkan lewat serangkaian aktivitas public relations dapat membentuk opini publik tentang "seseorang" atau "sesuatu". Soal apakah reputasi ciptaan itu sesuai atau tidak dengan realitas dan kebenaran, menjadi urusan nomor dua.

Dampak yang paling mengerikan dari upaya mendahulukan reputasi daripada karakter adalah makin suburnya kemunafikan dan kepalsuan. Hal ini paralel dengan apa yang digagas Stephen R. Covey (1989) ketika membicarakan dan membedakan antara Personality Ethic dan Character Ethic. Sebab menurut studi doktoral yang dilakukan Covey, literatur tentang cara-cara meraih keberhasilan atau sukses--khususnya di Amerika, tetapi mungkin juga benar secara universal--mengalami pergeseran dari penekanan kepada usaha membangun karakter seperti yang dicontohkan oleh Benyamin Franklin, ke penekanan kepada usaha pengembangan kepribadian.

Di Amerika, selama kurun waktu 150 tahun pertama sejak kemerdekaannya (1776-1926), fondasi keberhasilan diyakini bertumpu pada Character Ethic, yakni upaya mengintegrasikan prinsip-prinsip agar menjadi bagian dalam diri. Integritas, kerendahan hati, kesetiaan, pembatasan diri, keadilan, kesabaran, kesederhanaan, keberanian, kerajinan, kesantunan, dan the Golden Rule (berbuatlah kepada orang lain seperti yang kamu kehendaki orang lain perbuat kepadamu), merupakan hal yang diyakini sebagai fondasi kokoh bagi keberhasilan sejati. Lalu, pada 50 tahun berikutnya (1926-1976), terjadi pergeseran ke arah Personality Ethic. Keberhasilan lalu lebih dipahami sebagai fungsi kepribadian, citra public, sikap dan perilaku, berbagai keterampilan dan tehnik-tehnik yang memperlancar interaksi hubungan antar manusia. Dua pola yang mendukung Personality Ethic ini adalah (1) teknik-tehnik human and public relations; dan (2) ajaran mengenai positive mental attitude (PMA). 

Ajaran Covey mungkin membuat marah para ‘pengikut' (antara lain) David J. Schwartz, Napoleon Hill, dan Norman Vincent Peale. Namun dengan kepala dingin kita dapat menilai bahwa dalam hal ini Covey benar. Rekayasa citra sangat berpotensi untuk menjadi prostitusi citra, dan rekayasa sikap positif yang tidak didasarkan pada paradigma yang lebih baik hanya dapat memberikan perubahan sementara yang tidak mendasar dan karenanya "kurang bernilai".

Hal ini tidak berarti bahwa social image itu tidak perlu direkayasa, tetapi hal itu hendaknya tidak dilakukan untuk memanipulasi, mengaburkan, dan menyimpang dari innate image seseorang. "Tampilan" diri seseorang atau sesuatu itu harus selaras dan benar-benar mencerminkan the true self (diri sejati) yang ada "didalam" (innate). Bila tidak, maka yang terjadi adalah pemalsuan atau twisting of meaning (pemelintiran makna). Hal ini hanya akan melahirkan orang-orang munafik yang kata-kata dan perbuatannya saling bertabrakan sehingga ia tidak dimungkinkan menjadi pribadi yang berintegritas (utuh).

Character Ethic berkaitan dengan upaya membangun karakter (innate image), sementara Personality Ethic adalah soal membangun reputasi (social image). Yang pertama harus menjadi landasan bagi yang kedua, dan bukan sebaliknya. Yang pertama berkaitan dengan prinsip-prinsip hidup, sementara yang kedua menyangkut soal gaya hidup. Dan hanya bila keduanya selaras, maka keberhasilan seseorang dapat menjadi lestari (sustainable) karena bersifat sejati. Bila tidak, maka keberhasilan itu ibarat bangunan yang tak berfondasi atau dibangun di atas pasir. Banjir dan angin topan (baca: krisis) akan meluluhlantakkan semua itu dalam sekejap waktu. Dan reputasi palsu atau citra sosial yang dibangun berpuluh tahun akan lenyap seketika seiring dengan tampilnya ‘karakter tercela' yang selama ini disembunyikan.

Benarkah demikian?



baca berita di lintas berita | Infogue.com
Stumbleupon.com  Digg.com  Mister-Wong.com  Reddit.com  Technorati.com  ma.gnolia.com  Newsvine.com  Plugim.com  Blinkbits.com  Co.mments.com  del.icio.us  Propeller.com  Scoopeo.com  Slashdot.org  Simpy.com 
Facebook.com  Fark.com  Furl.net  Google.com  Gwar.pl Spurl.net  Sphere.com  Taggly.com  Squidoo.com  Scuttle.org 
 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA

Komentar Artikel :

Belum Ada Komentar Untuk Artikel Diatas. Posting komentar Anda
           
( View : 3759 | Refer : 6 | Print : 86 | Rate : 0.00 / 0 Votes )
Artikel Selanjutnya
Suatu Hari Ketika Ayat Ayat Cinta Ngetop Sekali (2) - Jumat, 04-April-2008; 10:21:19
Kelinci Si Penakut - Jumat, 04-April-2008; 22:51:00
Treat Mars & Venus Differently - Senin, 07-April-2008; 08:30:01
Fokus Ke Tujuan, Bukan Ke Rintangan - Selasa, 08-April-2008; 08:40:16
Melihat Yang Tak Terlihat - Rabu, 09-April-2008; 09:52:54
Artikel Sebelumnya
Ilmu Yang Menerangi Hati - Rabu, 02-April-2008; 08:46:12
Masalah Membuat Anda Menjadi Kuat - Selasa, 01-April-2008; 09:05:03
Software-nya Orangtua - Senin, 31-Maret-2008; 08:26:13
Mau Menjual? Diamlah Sejenak! - Jumat, 28-Maret-2008; 10:54:27
Mewujudkan Kesuksesan Tanpa Batas - Kamis, 27-Maret-2008; 09:16:56
AW Jumlah Pengunjung
Pengunjung Kemarin 3271
Pengunjung Hari Ini 2555
Online 37
Pengiriman Artikel dan AW Jokes
Jika Anda ingin mengirimkan Artikel, silahkan tekan tombol dibawah ini
Layanan Informasi
Layanan pelanggan - CSO 1

Layanan pelanggan - CSO 2
Bukan untuk konsultasi pribadi
Sitemap | Contact Us | Privacy Policy Copyright © 2007, Andriewongso.com - Action & Wisdom Motivation Training, All Rights Reserved