Home
Profile AW
Interaksi AW
Artikel AW
AW 4U
FREE Corner
AW Shop
Contact AW
 
Dengarkan talk show “Andrie Wongso - Success Wisdom & Motivation” di jaringan radio Sonora, setiap hari Selasa. pukul 07.05 WIB-08.00 WIB (Live Interaktif Motivation). Jaringan radio Sonora: Jakarta - FM 92.0, Surabaya - FM 98.0, Yogyakarta - FM 97.4, Palembang - FM 102.6, Pontianak - FM 96.7, Bangka - FM 101.1, Semarang - 98.9 FM, Ria Solo - FM 98.8, Serambi Aceh – FM 90.6, Raka Bandung - FM 98.8,Eltira Yogyakarta – FM 102,1, bPost Banjarmasin – FM 97.2. Program ini juga dapat didengarkan melalui live streaming di Indovision Channel 506, kompas.com, dan andriewongso.com/radio.
Artikel Anda
Penulis : Seng Guan CPLHI
Rating Artikel :
Minggu, 23-Maret-2008

Mungkin kita sudah terlalu sering mendengar cerita sedih dari seorang anak yang dibesarkan oleh ibu tirinya. Sepertinya cerita ibu tiri selalu identik dengan KESEDIHAN, KETIDAKADILAN dan air mata.

(Disadari atau tidak, sejak kecil benih-benih "CURIGA" telah ditanamkan pada sosok seorang "Ibu Tiri".Melalui media cetak maupun media elektronik, benih disusupkan lewat cerita-cerita, lewat sinetron, terlebih lewat berita penyiksaan "anak tiri "yang diekspos bukan oleh satu media saja, tapi hampir oleh seluruh media untuk satu kasus yang sama)

Lalu, cerita Ibu tiri sebagai seorang sosok Ibu yang Penyayang seakan lenyap oleh pemberitaan yang tak berimbang, lalu terciptalah sosok MONSTERatas restu bersama.

Lalu apa selanjutnya?

Apa yang ada dibenak kita, ketika suatu saat kita diberitahukan bahwa kita akan segera memiliki seorang Ibu Tiri? (Khususnya ketika kita masih sangat hijau, masih jauh dari kata mandiri)

Suatu Blokade ketat segera kita dirikan, segala macam perlindungan segera kita kenakan, kita segera memproteksi diri kita, kalau-kalau kita akan terluka nantinya oleh kemunculan seorang MONSTER.

Ketika pikiran kita mengidentifikasikan Ibu itu sebagai seorang Monster, maka sejak detik itu juga kita memperlakukannya seperti kehendak pikiran kita.

Kita segera memutuskan hubungan diplomasibahkan untuk suatu hubungan yang belum sempat dibangun, tidak ada kata persahabatan, semua ucapannya harus ditantang dan ia tak lebih dari seorang musuh. Sekalipun ia berusaha mencairkan kekakuan, itu hanyalah trik untuk mengelabuhi kita. (Setidaknya itulah menurut kita dan kebanyakan orang)

Inilah beban yang harus kita pikul atas nama "CURIGA"

Ketika kecurigaan yang berlebihan itu datang, kita telah dilukai (secara mental) sebelum semua ketakutan itu terbuktikebenarannya.Anehnya kita lebih senang melukai diri sendiri sebelum orang lain melakukannya terhadap kita.

Seorang teman pernah bercerita tentang kisah "Petani yang kehilangan cangkulnya"

Cerita itu dimulai ketika Pak Tani mendapat tetangga baru, seorang pemuda berkaus oblong dengan wajah sangar,yang tidak pernah tersenyum dan selalu pulang larut malam. Pak Tani selalu memperhatikan gerak-gerik tetangga barunya itu. (Jangan-jangan seorang penjahat, pikirnya), ia selalu berkatapada istrinya "Lihat, tampang orang itu sangat mencurigakan"

Semua "TERBUKTI" ketika Pak Tani kehilangan cangkul barunya dan vonis segera dijatuhkan.

"Benar dugaanku, dialah yang telah mencuri cangkul baruku!"

Hari-hari berikutnya Pak Tani sibuk mengamati "si tertuduh", ia bertekad menangkap basah sang pencuri cangkulnya.Tapi hari yang ditungu-tunggu tak kunjung datang, ia malah tersandung dan terjatuh ketika sedang asyik menjadi seorang detektif.

Benda yang menjadi sandungannya akhirnya mampu memunculkan bukti baru, bukti yang menyatakan bahwa sang pemuda TIDAK BERSALAH.

Pak Tani baru teringat bahwa ia lupa menyimpan cangkulnya ketika sedang menanam ubi di belakang rumahnya.

Ketika benih curiga ditanamkan, detik itu juga kita telah memperlakukan sang Suspect sebagai pelakunya, si pelaku yang telah dan akan terus melukai kita (pikiran kita segera mendefinisikannya sebagai musuh) Ketika pikiran itu telah menjatuhkan vonisnya, kita akan cenderung bertindak sesuai dengan keputusannya, sang Suspect adalah musuh. (dan musuh akan saling melukai)

Sejak itu pula, disadari atau tidak, kita akan melukai "tersangka" itu,dan ini akan memicu PERCEPATAN sang suspect menjadi musuh yang nyata atau bahkan memunculkan musuh yang sebelumnya tak pernah muncul. (Pikiran segera menarik apa yang kita pikirkan)

Cerita ini segera membungkam semua CURIGA yang ada pada temanku tadi, ia berhasil membangun kepercayaanku padanya.

Walau akhirnya ia juga berhasil melukaiku setelah pintu CURIGA runtuh, ada pelajaran yang menarik untuk direnungi dari kejadian tersebut.

Pertama, Setidaknya aku hanya perlu terluka sekali, yaitu pada saat ia melukaiku.(Daripada terluka dua kali :terluka pada saat curiga muncul dan terluka pada saat curiga menjadi kenyataan)

Kedua, setidaknya aku telah memberikan kesempatan pada sang suspect untuktetap menjadi temanku,dan kesempatan untuk berubah pikiran, untuk tidak saling melukai.

Saatnya bagi kita untuk membuang rasa curiga di antara kita (ini yang sedang terjadi pada negera kita, kehilangan rasa percaya atas sesama),kita ganti rasa CURIGA menjadi WASPADA, terutama waspada atas tindakan kita terhadap orang lain, bukan orang lain terhadap kita.

Sebuah syair dari satu kitab kehidupan menjelaskan pada kita.

"Apabila seseorang tidak mempunyai luka di tangan, maka ia dapat menggenggam racun.Racun tidak akan mencelakakan orang yang tidak terluka. Tiada penderitaan bagi orang yang tidak berbuat jahat"

Syair itu kembali dipertegas

"Diri sendiri sesungguhnya adalah pelindung bagi diri sendiri.Karena siapa pula yang dapat menjadi pelindung bagi dirinya?Setelah dapat mengendalikan dirinya sendiri dengan baik, ia akan memperoleh perlindungan yang sungguh sukar dicari"

Mungkin setelah kita mulai menyadarinya, Ratapan Curiga anak tiri tidak perlu ada lagi.

Salam Sukses Selalu,

Seng Guan CPLHI

Regional Manager PT. Arthamas Konsulindo Medan

sengguanjr@yahoo.com

Komentar Anda
Pengirim : Rudy
Tulisan yang menarik. Good job, Seng Guan.
     1     
( View : 16423 | Refer : 0 | Print : 142 | Rate : 8.00 / 1 Votes )
Artikel Selanjutnya :
Belajar Dari Sebuah Pohon Tua (Artikel Anda) - Senin, 24-Maret-2008
Temukan Asyiknya (Artikel Anda) - Selasa, 25-Maret-2008
Tapi.......kenapa.......jangan (Artikel Anda) - Rabu, 26-Maret-2008
Change ! (Artikel Anda) - Kamis, 27-Maret-2008
Bermesra Dengan Tanggal Tua (Artikel Anda) - Sabtu, 29-Maret-2008
Artikel Sebelumnya :
Keutamaan Ego Dan Menjadi Egois (Artikel Anda) - Sabtu, 22-Maret-2008
Menggeser Definisi (Artikel Anda) - Jumat, 21-Maret-2008
Diet Mental (Artikel Anda) - Kamis, 20-Maret-2008
Beranikah Anda Sukses? (Artikel Anda) - Rabu, 19-Maret-2008
Take And GiveAtaukahGive And Receive ? (Artikel Anda) - Selasa, 18-Maret-2008
Menu Artikel
»   Kumpulan Catatan Andrie Wongso
»   Kumpulan AW Artikel
»   Kumpulan Artikel Tetap
»   Kumpulan Artikel Anda
»   Kumpulan Ada Ada Saja
»   Kumpulan AW Corner
»   Kumpulan AW Inspirational Video
»   Kumpulan AW Jokes
»   Kumpulan Campus Corner
»   Kumpulan English Corner
»   Kumpulan Entrepreneur Corner
»   Kumpulan Family Corner
»   Kumpulan Health Corner
»   Kumpulan Peristiwa Luar Biasa
»   Kumpulan Serba Serbi
»   Kumpulan Sports Corner
»   Kumpulan Success Story
»   Kumpulan Tahukah Anda
Mau Berbagi ?
Sahabat-sahabat yang LUAR BIASA... Cerita, Motivasi, Semangat ada tidak hanya untuk diri sendiri, tapi alangkah baiknya kita berbagi bersama.
Untuk itu mari kita bersama-sama saling berbagi cerita-cerita motivasi dengan menekan MAU BERBAGI? dipojok kanan atas atau klik Kirim Artikel
Produk Motivasi
10 cerita motivasi yang akan mengubah hidup Anda....
Rp 30.000,00
Powered by:
Site Map - Copyright © 2006-2010 Andriewongso.com Action & Wisdom Motivation Training. All Rights Reserved
Bijaksana Kata Motivasi Motivasi Kata-kata Motivasi Kata Mutiara Kata Bijak Persahabatan Motivation Motivate Motivational Semangat