Kalau saya bertanya
kepada Anda, dari dua istilah ini, manakah yang lebih populer atau
lebih sering Anda dengar untuk menggambarkan hubungan timbal balik
antara diri kita dengan orang lain : ‘take and give' ataukah ‘give and receive'?
Hampir bisa dipastikan jawabannya adalah take and give,
yang berarti mengambil dulu kemudian memberi. Itu namanya ‘salah
kaprah'. Padahal, pola pikir yang benar atau sikap yang seharusnya
adalah ‘to give and receive' yang berarti bahwa kita harus memberi dulu baru kemudian menerima. Lho, koq bisa begitu ?
Ya, itulah hukum alam, hukum Tuhan atau sunnatullah. Anda harus menanam terlebih dulu baru bisa menuai (sowing and reaping). Sia-sia
apabila kita mengharapkan kentang sementara kita menanam biji tomat,
karena itu bertentangan dengan hukum alam yang sudah berlaku dari dulu,
sekarang dan di masa yang akan datang.Begitu
juga dalam kehidupan kita. Kita harus menanam benih kebaikan terlebih
dahulu untuk menuai kesuksesan hidup. Kita harus memberi dulu untuk
mendapatkan penghargaan. Kita harus berbuat baik dulu agar masuk sorga.
Makna memberi sangat luas, bukan hanya memberikan uang, tetapi bisa
juga memberi perhatian, memberi senyuman, memberikan pertolongan,
menyemangati, melayani, berkorban dan sebagainya.
Contoh yang sangat simple,
ketika Anda bertemu muka dengan orang lain, cobalah Anda tersenyum
(kalau tidak bisa tersenyum manis, minimal tersenyum kecut juga nggak
apa-apa). Apa yang akan Anda dapatkan ? Sudah pasti, senyuman balasan.
Senyum dibalas senyum. Tidak mungkin ketika Anda tersenyum, orang
dihadapan Anda membalasnya dengan ‘mulut monyong', kecuali lawan bicara
Anda lagi punya banyak masalah (banyak utang misalnya) atau sedang
tidak waras. Sebaliknya
juga demikian. Ketika Anda besikap ‘cuek bebek' alias ‘masa bodo' maka
lawan bicara Anda akan berusaha ‘menjaga jarak' dengan Anda. Artinya,
kita akan mendapatkan perlakuan yang sama dengan apa yang kita perbuat
untuk orang lain.
Bagi Anda karyawan, resep inilah kunci untuk mendapatkan promosi(tentu saja kalau ada peluang atau ada posisi yang ‘vacant' untuk diisi). Berikan
yang terbaik yang Anda miliki untuk pekerjaan Anda atau untuk
perusahaan tempat Anda bekerja, maka Anda akan menikmati hasilnya. Jika
tidak mendapatkan promosi (karena memang belum ada peluang), minimal
Anda akan lebih disayang boss atau akan lebih diperhatikan atasan. Bagi Andamarketer atau salesman, maka berikan produk yang terbaik, layani customer Anda dengan tulus, buatlah senang (delight) pelanggan Anda. Maka secara otomatis Anda akan menikmati hasilnya, customer akan lebih loyal, penjualan melonjak, profitabilitas perusahaan akan meningkat dan pada akhirnya Anda akan mendapatkan reward yang setimpal dengan ‘harga' yang telah Anda bayarkan. Dalam melakukan proses negosiasi-pun juga sami mawon alias sama saja prinsipnya. Anda sudah kenal dengan istilah ‘win-win solution' kan ?
Ya, win-win solution
adalah suatu kondisi dimana Anda dan lawan Anda saling mempertukarkan
konsesi sehingga masing-masing pihak merasa puas denga keputusannya.
Sebenarnya ‘win-win solution' doank tidaklah
cukup, yang lebih dasyat adalah apabila lawan Anda (orang lain) merasa
menang (duluan), baru Anda akan menikmati kemenangan juga (setelahnya).
Jadi, jangan ragu untuk memberikan konsesi duluan, buat lawan Anda
merasa ‘menang' duluan, baru kemudian Anda akan merasakan ‘kemenangan'
yang lebih banyak lagi. Artinya, Anda perlu menerapkan prinsip ‘win (orang lain dulu) - win (baru saya) solution'. Orang lain dibuat ‘win' dulu, maka Anda akan lebih gampang (dan lebih banyak) ‘win' nantinya. Prinsip memberi juga berlaku bagi para entrepreneur.
Mereka harus menginvestasikan uangnya terlebih dahulu, atau minimal
harus menyetor ‘modal' berupa waktu, tenaga atau ide kalau bukan
berbentuk uang.
Barulah setelah itu mereka bisa menikmati hasilnya.
Adalah merupakan hil yang mustahal (begitu kata Almarhum Asmuni)
mengharapkan hasil tanpa investasi atau mengharapkan keuntungan tanpa
pengorbanan. Itulah keajaiban memberi atau melayani. Itulah the power of giving yang
berakar dari hukum sebab akibat atau hukum menabur dan menuai.
Itulah
hukum alam. Ia akan tetap berlaku walaupun Anda tidak mempercayainya,
tidak perduli apakah Anda mengetahui atau tidak mengetahuinya, ia tidak
pandang bulu, tanpa kenal waktu apakah kemarin, hari ini atau esok
pagi. Maka banyaklah memberi, banyaklah melayani orang lain, tetaplah
memberi dan tetaplah melayani orang lain. Dengan banyak memberi dan
melayani, maka Anda akan lebih banyak menerima dan menikmati kesuksesan
dan keberuntungan. Wish You Luck ! (SA).
Penulis
adalah Consultant, Trainer & Public Speaker. Penulis buku "Becoming
a Magnet of Luck : 10 Faktor yang Menjadikan Anda Magnet Keberuntungan"
(terbit 24 Maret 2008); www.SuciptoAjisaka.com.
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Sucipto Ajisaka
|
 |
Change Your Question, Change Your Life
|
 |
Syukur Dan Keberuntungan
|
 |
Take And GiveAtaukahGive And Receive ?
|
 |
Belajarlah Lentur Laksana Air
|
 |
Antusiasme, Rahasia Keberhasilan Yang Jarang Dikenal
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Beranikah Anda Sukses?
(Artikel Anda) -
Rabu, 19 Maret 2008
|
 |
Diet Mental
(Artikel Anda) -
Kamis, 20 Maret 2008
|
 |
Menggeser Definisi
(Artikel Anda) -
Jumat, 21 Maret 2008
|
 |
Keutamaan Ego Dan Menjadi Egois
(Artikel Anda) -
Sabtu, 22 Maret 2008
|
 |
Ratapan (curiga) Anak Tiri
(Artikel Anda) -
Minggu, 23 Maret 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Mengelola Gaji Menjadi Bisnis
(Artikel Anda) -
Selasa, 18 Maret 2008
|
 |
Memandangi Lubang
(Artikel Anda) -
Minggu, 16 Maret 2008
|
 |
Harga Sebuah Kesuksesan
(Artikel Anda) -
Sabtu, 15 Maret 2008
|
 |
Never Give In Attitude
(Artikel Anda) -
Jumat, 14 Maret 2008
|
 |
Tukang Roti Kelaparan
(Artikel Anda) -
Kamis, 13 Maret 2008
|
|
|